alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

BNPB Peringatkan Siaga Banjir Banjarmasin

BANJARMASIN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasukkan Kota Banjarmasin dalam daftar wilayah dengan status siaga banjir.

Di Kalsel, Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut juga dimasukkan dalam daftar serupa.

Menanggapi itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Fahruraji mengatakan, status kebencanaan itu hanya berlaku sehari saja. Yakni pada Rabu, 19 Januari, alias kemarin.

“Kan hanya perkiraan mereka (BNPB). Dan alhamdulillah, apa yang dikhawatirkan lewat penetapan status itu tidak terjadi,” ujarnya, kemarin (19/1) petang.

Kendati demikian, Fahruraji menilai pengumuman BNPB sebagai peringatan dini.

“Tetap menjadi catatan khusus dan digarisbawahi, bahwa kami harus mempersiapkan diri menghadapi bencana,” tambahnya.

Baca Juga :  Hujan Januari 2022, Picu Banjir dan Tanah Longsor

“Bisa jadi perhitungan BNPB tidak tepat persis tanggal 19 Januari. Tapi terjadi di hari-hari setelahnya. Makanya seluruh personel tetap harus siaga,” lanjutnya.

Apalagi, ketiga kabupaten yang disebutkan BNPB (Banjar, Batola dan Tala) menjadi patokan Banjarmasin dalam menghadapi banjir kiriman.

“Kita dikelilingi ketiga kabupaten ini. Misalkan tetangga kebanjiran, secara otomatis Banjarmasin juga bakal terdampak. Kita sangat bergantung dengan kondisi alam di sana,” jelasnya.

Apalagi, prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, wilayah Kalsel masih dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

“Masa-masa kritis untuk musim hujan ini dari Januari sampai awal Februari. Setelah itu mulai menurun, walaupun masih fluktuatif,” imbuhnya.

“Akibat adanya badai La Nina yang pengaruhnya diperkirakan sampai bulan Mei 2022,” tambahnya.

Baca Juga :  Sentuh daerah Perkotaan, Ratusan Rumah Terdampak Banjir di Tapin

Dibuktikan dengan kembali terjadi peninggian permukaan air Sungai Martapura, meski hanya sedikit.

“Pantauan kami di pintu air samping markas BPBD, tadi malam sempat naik sampai 140 sentimeter di atas permukaan laut. Biasanya paling tinggi 130 sentimeter saja,” bebernya.

“Tapi, ini murni pengaruh pasang surut air laut, karena ketinggiannya hanya jam 9 malam saja. Setelahnya air berangsur turun,” jelasnya.

Ditanya antisipasi, BPBD sudah menghimpun data perihal lokasi-lokasi yang dijadikan tempat pengungsian banjir. “Dari kecamatan sampai kelurahan. Yang pasti, setiap kantor camat menjadi posko induk,” tutupnya. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasukkan Kota Banjarmasin dalam daftar wilayah dengan status siaga banjir.

Di Kalsel, Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut juga dimasukkan dalam daftar serupa.

Menanggapi itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Fahruraji mengatakan, status kebencanaan itu hanya berlaku sehari saja. Yakni pada Rabu, 19 Januari, alias kemarin.

“Kan hanya perkiraan mereka (BNPB). Dan alhamdulillah, apa yang dikhawatirkan lewat penetapan status itu tidak terjadi,” ujarnya, kemarin (19/1) petang.

Kendati demikian, Fahruraji menilai pengumuman BNPB sebagai peringatan dini.

“Tetap menjadi catatan khusus dan digarisbawahi, bahwa kami harus mempersiapkan diri menghadapi bencana,” tambahnya.

Baca Juga :  Sentuh daerah Perkotaan, Ratusan Rumah Terdampak Banjir di Tapin

“Bisa jadi perhitungan BNPB tidak tepat persis tanggal 19 Januari. Tapi terjadi di hari-hari setelahnya. Makanya seluruh personel tetap harus siaga,” lanjutnya.

Apalagi, ketiga kabupaten yang disebutkan BNPB (Banjar, Batola dan Tala) menjadi patokan Banjarmasin dalam menghadapi banjir kiriman.

“Kita dikelilingi ketiga kabupaten ini. Misalkan tetangga kebanjiran, secara otomatis Banjarmasin juga bakal terdampak. Kita sangat bergantung dengan kondisi alam di sana,” jelasnya.

Apalagi, prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, wilayah Kalsel masih dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

“Masa-masa kritis untuk musim hujan ini dari Januari sampai awal Februari. Setelah itu mulai menurun, walaupun masih fluktuatif,” imbuhnya.

“Akibat adanya badai La Nina yang pengaruhnya diperkirakan sampai bulan Mei 2022,” tambahnya.

Baca Juga :  15 Kawasan Sudah Terendam, Puncak Banjir Rob 6-7 Januari

Dibuktikan dengan kembali terjadi peninggian permukaan air Sungai Martapura, meski hanya sedikit.

“Pantauan kami di pintu air samping markas BPBD, tadi malam sempat naik sampai 140 sentimeter di atas permukaan laut. Biasanya paling tinggi 130 sentimeter saja,” bebernya.

“Tapi, ini murni pengaruh pasang surut air laut, karena ketinggiannya hanya jam 9 malam saja. Setelahnya air berangsur turun,” jelasnya.

Ditanya antisipasi, BPBD sudah menghimpun data perihal lokasi-lokasi yang dijadikan tempat pengungsian banjir. “Dari kecamatan sampai kelurahan. Yang pasti, setiap kantor camat menjadi posko induk,” tutupnya. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/