alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Di Kalsel, Tak Ada Penindakan Pencurian Batubara

BANJARMASIN- Ekspor batubara yang dibekukan sementara membuat banyak batubara tertahan di daerah pelabuhan. Hal ini memicu banyak kejahatan pencurian batubara. Di Kaltim, tim patroli dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan berhasil mengamankan 47 Anak Buah Kapal (ABK) kapal klotok yang melakukan pencurian batu bara.

Tindak kejahatan pencurian batu bara ini rupanya sering terjadi pula di Kalsel. Modusnya batu bara tersebut dikarungkan untuk dijual kembali kepada pengepul.

Ketua Asosiasi Pemegang Izin dan Kontraktor Tambang (Aspektam) Kalsel, Muhammad Solihin mengatakan pencurian batu bara bahkan tak hanya terjadi di malam hari.Bahkan terang-terangan di siang bolong pun sering terjadi.

Dari laporan yang masuk, kejadian ini paling marak terjadi di perairan Banjarmasin dan di Tabanio. “Terjadi sampai sekarang. Biasanya mereka jual dalam bentuk karungan,” bebernya.

Baca Juga :  Kasus Tambang Mangkalapi Masuk Sidang, Seret Nama eks Ketua KONI

Dia mengapresiasi tindakan tegas TNI di Balikpapan yang menangkap sejumlah pelaku pencurian batu bara ini. “Untuk di Kalsel belum pernah dengar ada penindakan,” sebut Solihin.

Sebelumnya, tim patroli dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan berhasil mengamankan 47 Anak Buah Kapal (ABK) kapal klotok yang melakukan pencurian batu bara. Delapan barang bukti berupa kapal motor (Klotok) yang digunakan saat melakukan aksi pencurian turut diamankan.

Selain mengamankan pelaku di daerah Muara Kembang Buoy 17 Samarinda. Tim patroli Lanal Balikpapan juga mengamankan, sebanyak 31 ton batu bara hasil curian. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Balikpapan, Kolonel Laut (P) Siswo Widodo mengatakan, penangkapan itu merupakan tindak lanjut dari video viral mengenai pencurian batu bara.

Baca Juga :  6 Perusahaan di Banua Terima Rapor Merah

“Para pelaku pencurian merupakan masyarakat lokal dan sebagian pendatang yang bekerja sebagai cleaning tongkang batu bara yang selesai muat dari vessel dan proses kembali,” kata Siswo.

Siswo menerangkan, kegiatan cleaning itu merupakan kearifan lokal yang sudah turun-temurun dan dijadikan sebagai mata pencaharian oleh penduduk di sana.

Hasil cleaning, sebutnya, biasanya ditumpuk oleh masyarakat dan dijual kembali ke perusahaan-perusahaan batu bara. “Namun kali ini diakibatkan terdesak pemenuhan biaya kebutuhan sehari-hari karena sudah kurang lebih dua minggu tidak ada muatan mengakibatkan mereka nekat melakukan pencurian,” ujarnya. (mof/by/ran)

BANJARMASIN- Ekspor batubara yang dibekukan sementara membuat banyak batubara tertahan di daerah pelabuhan. Hal ini memicu banyak kejahatan pencurian batubara. Di Kaltim, tim patroli dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan berhasil mengamankan 47 Anak Buah Kapal (ABK) kapal klotok yang melakukan pencurian batu bara.

Tindak kejahatan pencurian batu bara ini rupanya sering terjadi pula di Kalsel. Modusnya batu bara tersebut dikarungkan untuk dijual kembali kepada pengepul.

Ketua Asosiasi Pemegang Izin dan Kontraktor Tambang (Aspektam) Kalsel, Muhammad Solihin mengatakan pencurian batu bara bahkan tak hanya terjadi di malam hari.Bahkan terang-terangan di siang bolong pun sering terjadi.

Dari laporan yang masuk, kejadian ini paling marak terjadi di perairan Banjarmasin dan di Tabanio. “Terjadi sampai sekarang. Biasanya mereka jual dalam bentuk karungan,” bebernya.

Baca Juga :  Larangan Dicabut, Perusahaan Langsung Kirim Batu Bara ke Luar Negeri

Dia mengapresiasi tindakan tegas TNI di Balikpapan yang menangkap sejumlah pelaku pencurian batu bara ini. “Untuk di Kalsel belum pernah dengar ada penindakan,” sebut Solihin.

Sebelumnya, tim patroli dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan berhasil mengamankan 47 Anak Buah Kapal (ABK) kapal klotok yang melakukan pencurian batu bara. Delapan barang bukti berupa kapal motor (Klotok) yang digunakan saat melakukan aksi pencurian turut diamankan.

Selain mengamankan pelaku di daerah Muara Kembang Buoy 17 Samarinda. Tim patroli Lanal Balikpapan juga mengamankan, sebanyak 31 ton batu bara hasil curian. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Balikpapan, Kolonel Laut (P) Siswo Widodo mengatakan, penangkapan itu merupakan tindak lanjut dari video viral mengenai pencurian batu bara.

Baca Juga :  Buntut Dugaan Dampak Limbah Perlintasan Angkutan Batubara

“Para pelaku pencurian merupakan masyarakat lokal dan sebagian pendatang yang bekerja sebagai cleaning tongkang batu bara yang selesai muat dari vessel dan proses kembali,” kata Siswo.

Siswo menerangkan, kegiatan cleaning itu merupakan kearifan lokal yang sudah turun-temurun dan dijadikan sebagai mata pencaharian oleh penduduk di sana.

Hasil cleaning, sebutnya, biasanya ditumpuk oleh masyarakat dan dijual kembali ke perusahaan-perusahaan batu bara. “Namun kali ini diakibatkan terdesak pemenuhan biaya kebutuhan sehari-hari karena sudah kurang lebih dua minggu tidak ada muatan mengakibatkan mereka nekat melakukan pencurian,” ujarnya. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/