alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Tak Bertanggungjawab, Sampah Tebangan Pohon Marak di Banjarbaru

BANJARBARU – Permasalahan sampah liar bak masalah klasik yang terus berpolemik. Meski sudah jelas dilarang, nyatanya masih ada saja warga yang sesuka hati membuang sampah di pinggir jalan atau lahan kosong.

Kondisi ini makin bertambah miris dengan fenomena yang kini mulai marak terjadi. Yang mana TPS atau Tempat Penampungan Sementara (TPS) di beberapa titik dijejali sampah tebangan pohon atau ranting.
Kejadian ini memaksa petugas persampahan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru bekerja ekstra. Pasalnya, seharusnya tebangan pohon ini harusnya tak dibuang di TPS.

“TPS itu harusnya khusus membuang sampah rumah tangga. Nah ini masalahnya masih ada saja yang membuang sampah tebangan kesana, ini tidak tepat,” kata Kabid Persampahan DLH Banjarbaru, Erwan.

Baca Juga :  Bersihkan Eceng Gondok, Berbagi Kontrak Kapal Sapu-Sapu

Diakui Erwan, kondisi ini nyaris didapati petugasnya setiap hari. Ia menduga jika maraknya tebangan ini turut dipengaruhi oleh intensitas cuaca buruk yang beberapa waktu terakhir meningkat.

“Mungkin karena banyak pohon tumbang pas musim hujan begini. Jadi warga membuangnya ke TPS terdekat,” katanya.

Sampah-sampah jenis ini tegas Erwan seyogyanya langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gunung Kupang. Hal ini katanya agar tak mengganggu proses atau alur pengelolaan persampahan di TPS.

“Sekarang kita harus menyiapkan tiga armada khusus untuk mengangkut sampah tebangan ini. Jadi kita menyisir TPS lalu mengangkutnya ke TPA, kurang lebih dua hari terakhir ini seperti ini,” ceritanya.

Dilanjutkan Erwan, idealnya bahwa sampah tebangan ini juga harus dipotong kecil-kecil lagi oleh pihaknya. Sebab, dengan sampah tebangan yang dibuang sembarangan, ukuran tersebut ujarnya memakan tempat dan memperlambat proses pembusukan.

Baca Juga :  Pembuang Bandel Diancam Tipiring

“Kita harus potong-potong lagi dan ini tentu memakan waktu serta tenaga petugas kita juga, sedangkan petugas kita juga harus mengurus sampah yang lainnya,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengklaim jika pihaknya akan berusaha maksimal untuk menanggulangi fenomena ini. Yang mana ia juga mengimbau agar masyarakat bersikap kooperatif dengan hal ini.

“Kita tetap pungut lalu dibuang ke TPA. Tapi kita juga minta agar masyarakat dapat membantu kita dalam mengelola sampah di Kota Banjarbaru, termasuk sampah tebangan pohon ini,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Permasalahan sampah liar bak masalah klasik yang terus berpolemik. Meski sudah jelas dilarang, nyatanya masih ada saja warga yang sesuka hati membuang sampah di pinggir jalan atau lahan kosong.

Kondisi ini makin bertambah miris dengan fenomena yang kini mulai marak terjadi. Yang mana TPS atau Tempat Penampungan Sementara (TPS) di beberapa titik dijejali sampah tebangan pohon atau ranting.
Kejadian ini memaksa petugas persampahan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru bekerja ekstra. Pasalnya, seharusnya tebangan pohon ini harusnya tak dibuang di TPS.

“TPS itu harusnya khusus membuang sampah rumah tangga. Nah ini masalahnya masih ada saja yang membuang sampah tebangan kesana, ini tidak tepat,” kata Kabid Persampahan DLH Banjarbaru, Erwan.

Baca Juga :  Pasca Lebaran, Sampah Harian Banjarmasin Bertambah 10 Ton

Diakui Erwan, kondisi ini nyaris didapati petugasnya setiap hari. Ia menduga jika maraknya tebangan ini turut dipengaruhi oleh intensitas cuaca buruk yang beberapa waktu terakhir meningkat.

“Mungkin karena banyak pohon tumbang pas musim hujan begini. Jadi warga membuangnya ke TPS terdekat,” katanya.

Sampah-sampah jenis ini tegas Erwan seyogyanya langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gunung Kupang. Hal ini katanya agar tak mengganggu proses atau alur pengelolaan persampahan di TPS.

“Sekarang kita harus menyiapkan tiga armada khusus untuk mengangkut sampah tebangan ini. Jadi kita menyisir TPS lalu mengangkutnya ke TPA, kurang lebih dua hari terakhir ini seperti ini,” ceritanya.

Dilanjutkan Erwan, idealnya bahwa sampah tebangan ini juga harus dipotong kecil-kecil lagi oleh pihaknya. Sebab, dengan sampah tebangan yang dibuang sembarangan, ukuran tersebut ujarnya memakan tempat dan memperlambat proses pembusukan.

Baca Juga :  Sampah Menggunung, Semestinya Kota ini Malu 4 Kali Raih Adipura

“Kita harus potong-potong lagi dan ini tentu memakan waktu serta tenaga petugas kita juga, sedangkan petugas kita juga harus mengurus sampah yang lainnya,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengklaim jika pihaknya akan berusaha maksimal untuk menanggulangi fenomena ini. Yang mana ia juga mengimbau agar masyarakat bersikap kooperatif dengan hal ini.

“Kita tetap pungut lalu dibuang ke TPA. Tapi kita juga minta agar masyarakat dapat membantu kita dalam mengelola sampah di Kota Banjarbaru, termasuk sampah tebangan pohon ini,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/