alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Asal Usul Nama Pagatan

Pagatan adalah nama kota di Kabupaten Tanah Bumbu. Kota ini dikenal dengan keindahan pesisirnya, populer dengan pesta adat pantainya yang sudah dikenal nasional bahkan manca negara.

Tapi tahukah Anda asal-usul nama Pagatan? Hingga kini ada beberapa versi. Paling kuat berasal dari kebiasaan warga Pagatan zaman dulu

Konon di saat Pagatan masih hutan, warga di sana mencari nafkah dengan menebang rotan. Pekerjaan mereka itu disebut dengan istilah Pamagatan. Dalam bahasa Banjar artinya tukang potong.

“Dulu di sini banyak rotan. Warga Banjar biasa memotongnya terus dibuat kerajinan, atau dijual langsung,” kata Camat Kusan Hilir Arianto Sani kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Lalu ketika masuk orang-orang Bugis Sulawesi ke sana, nama kota itu lambat laun berubah. Apalagi ketika Kesultanan Banjar menyerahkan tanah itu kepada Bangsawan Bugis bernama Puanna Dekke’.

Baca Juga :  Asal Mula Nama Jamu Sarigading Barabai

Pamagatan sulit diucapkan orang Bugis. Pelafalan kata itu lambat laun berubah menjadi Pagatang (kebiasaan Bugis menambah huruf G setelah huruf N di akhir kata). Bentuk baku penulisannya kemudian disepakati: Pagatan.

Versi lain, yang saat ini sedang diteliti oleh ahli Disdikbud Provinsi Kalsel. Nama Pagatan berasal dari kisah Bangsawan bernama La Maggantang.

Kata keturunan Raja Pagatan Andi Satria Jaya, dari mulut ke mulut dikisahkan. La Maggantang adalah bangsawan kaya raya yang datang ke Pagatan.

Crazy Rich itu diperkirakan hidup di masa Raja Pagatan Pertama, La Pangewa (Kapitan Laut Pulo). Sekitar tahun 1750 – 1830.

Gantang merupakan periuk, yang biasa dipakai menakar beras atau benda-benda berharga. Saat itu kekayaan La Maggantang begitu banyak. Emas dan hartanya bergantang-gantang. Makanya dia dijuluki dengan panggilan itu.

Baca Juga :  HST adalah “Benteng” Terakhir Meratus

Alat pengukur itu dalam bahasa Bugis disebut pa’gantang. Nama besar si Crazy Rich lambat laun jadi sebutan kota tempat dia tinggal: Pagatan.

La Maggantang sendiri memiliki pusaka yang terbuat dari kayu ulin di kompleks makam-makan Raja Pagatan. Di nisannya tertulis huruf Bugis kuno, mirip aksara Arab. Tertulis angka 12 12 55 Jim (Hijriah), atau sekitar tahun 1804 Masehi.

Gantang penakar uang ringgit milik pendiri Pagatan, Puanna Dekke’ saat ini masih ada. Disdikbud Kalsel telah menelitinya, untuk dijadikan cagar budaya. (zal/by/ran)

Pagatan adalah nama kota di Kabupaten Tanah Bumbu. Kota ini dikenal dengan keindahan pesisirnya, populer dengan pesta adat pantainya yang sudah dikenal nasional bahkan manca negara.

Tapi tahukah Anda asal-usul nama Pagatan? Hingga kini ada beberapa versi. Paling kuat berasal dari kebiasaan warga Pagatan zaman dulu

Konon di saat Pagatan masih hutan, warga di sana mencari nafkah dengan menebang rotan. Pekerjaan mereka itu disebut dengan istilah Pamagatan. Dalam bahasa Banjar artinya tukang potong.

“Dulu di sini banyak rotan. Warga Banjar biasa memotongnya terus dibuat kerajinan, atau dijual langsung,” kata Camat Kusan Hilir Arianto Sani kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Lalu ketika masuk orang-orang Bugis Sulawesi ke sana, nama kota itu lambat laun berubah. Apalagi ketika Kesultanan Banjar menyerahkan tanah itu kepada Bangsawan Bugis bernama Puanna Dekke’.

Baca Juga :  Rumah Sakit Jadi Alun-Alun

Pamagatan sulit diucapkan orang Bugis. Pelafalan kata itu lambat laun berubah menjadi Pagatang (kebiasaan Bugis menambah huruf G setelah huruf N di akhir kata). Bentuk baku penulisannya kemudian disepakati: Pagatan.

Versi lain, yang saat ini sedang diteliti oleh ahli Disdikbud Provinsi Kalsel. Nama Pagatan berasal dari kisah Bangsawan bernama La Maggantang.

Kata keturunan Raja Pagatan Andi Satria Jaya, dari mulut ke mulut dikisahkan. La Maggantang adalah bangsawan kaya raya yang datang ke Pagatan.

Crazy Rich itu diperkirakan hidup di masa Raja Pagatan Pertama, La Pangewa (Kapitan Laut Pulo). Sekitar tahun 1750 – 1830.

Gantang merupakan periuk, yang biasa dipakai menakar beras atau benda-benda berharga. Saat itu kekayaan La Maggantang begitu banyak. Emas dan hartanya bergantang-gantang. Makanya dia dijuluki dengan panggilan itu.

Baca Juga :  Asal Mula Desa Tajau Pecah

Alat pengukur itu dalam bahasa Bugis disebut pa’gantang. Nama besar si Crazy Rich lambat laun jadi sebutan kota tempat dia tinggal: Pagatan.

La Maggantang sendiri memiliki pusaka yang terbuat dari kayu ulin di kompleks makam-makan Raja Pagatan. Di nisannya tertulis huruf Bugis kuno, mirip aksara Arab. Tertulis angka 12 12 55 Jim (Hijriah), atau sekitar tahun 1804 Masehi.

Gantang penakar uang ringgit milik pendiri Pagatan, Puanna Dekke’ saat ini masih ada. Disdikbud Kalsel telah menelitinya, untuk dijadikan cagar budaya. (zal/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

Asal Usul Mappanre Ri Tasi

Legenda Pantai Batu Lima

Tari Kanjar Khas Meratus

Asal Usul Kampung Ketupat

Asal Mula Nama Lapangan Murjani

/