alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Kasus Kematian Sarijan, Menunggu Hasil Penyelidikan Propam Polda

BANJARMASIN – Versi polisi, Sarijan adalah target operasi yang tersangkut peredaran narkotika. Perihal dugaan penganiayaan berujung maut oleh oknum polisi, masih diselidiki Bidang Propam Polda Kalsel.

Kemarin (18/1), Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifai memberikan klarifikasi atas kematian pria 60 tahun itu di tangan oknum Satresnarkoba Polres Banjar.

Ditekankannya, sebelum rumah Sarijan digerebek, anggota sudah menerima beberapa laporan.

“Bahwa di rumahnya terindikasi beberapa kali ada transaksi narkotika,” ujarnya.

“Ketika hendak ditangkap, tersangka melawan dengan pisau yang agak panjang. Saat anggota hendak mengambil pisaunya, di situlah terjadi pergumulan,” sambungnya.

Dari rumah istri kedua korban di Desa Pemangkih Baru Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar, polisi menyita satu bong dan dua pisau sebagai barang bukti.

Baca Juga :  Polres Tapin Terima Penghargaan

Disinggung apakah penangkapan sudah memenuhi SOP atau tidak, Rifai tak berani memastikan.

“Propam masih memeriksa sejumlah personel yang terlibat penggerebekan itu. Nanti kita lihat hasilnya. Perintah pak kapolda jelas, kalau ada pelanggaran harus ditindak tegas,” jaminnya.

Setelah kematian Sarijan, kuasa hukum keluarga korban, Kamarullah menceritakan, tiket menuju Pulau Madura untuk memulangkan dan memakamkan jenazah dirobek seseorang yang mengaku-ngaku sebagai kapolres.

Ditanya soal aksi arogan itu, kembali Rifai meminta wartawan bersabar.

“Ya, termasuk soal itu, kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan propam. Toh, seperti yang tadi saya katakan, kalau terbukti akan ditindak tegas,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya, dalam versi keluarga korban, pada malam 29 Desember 2021, delapan pria yang mengaku sebagai anggota Satresnarkoba Polres Banjar mendobrak dan memukuli Sarijan.

Baca Juga :  Dandim 1002/HST Berganti, Ini Profil Singkatnya

Korban bahkan diseret di depan istri dan anaknya. Ternyata, Sarijan keburu meninggal dunia. Istri tua korban mau meneken surat pernyataan menolak autopsi lantaran ia tak bisa membaca dan menulis.

Pengacara kedua istri korban, Kamarullah kemudian melapor ke Mapolda Kalsel, Senin (17/1).

No Comment

Sementara itu, Kapolres Banjar, AKBP Doni Hadi Santoso enggan berkomentar terkait kasus tersebut. Alasannya, dia tak berwenang untuk menjelaskannya kepada media.

“Menghindari informasi yang simpang siur, maka konfirmasi ke satu pintu, melalui Kabid Humas Polda Kalsel,” jelasnya.

Dia hanya menekankan, perkara ini sedang didalami propam. “Jadi kalau mau bertanya-tanya terkait itu, langsung ke sana saja,” tambah Donny. (lan/ris/at/fud)

BANJARMASIN – Versi polisi, Sarijan adalah target operasi yang tersangkut peredaran narkotika. Perihal dugaan penganiayaan berujung maut oleh oknum polisi, masih diselidiki Bidang Propam Polda Kalsel.

Kemarin (18/1), Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifai memberikan klarifikasi atas kematian pria 60 tahun itu di tangan oknum Satresnarkoba Polres Banjar.

Ditekankannya, sebelum rumah Sarijan digerebek, anggota sudah menerima beberapa laporan.

“Bahwa di rumahnya terindikasi beberapa kali ada transaksi narkotika,” ujarnya.

“Ketika hendak ditangkap, tersangka melawan dengan pisau yang agak panjang. Saat anggota hendak mengambil pisaunya, di situlah terjadi pergumulan,” sambungnya.

Dari rumah istri kedua korban di Desa Pemangkih Baru Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar, polisi menyita satu bong dan dua pisau sebagai barang bukti.

Baca Juga :  Dandim 1002/HST Berganti, Ini Profil Singkatnya

Disinggung apakah penangkapan sudah memenuhi SOP atau tidak, Rifai tak berani memastikan.

“Propam masih memeriksa sejumlah personel yang terlibat penggerebekan itu. Nanti kita lihat hasilnya. Perintah pak kapolda jelas, kalau ada pelanggaran harus ditindak tegas,” jaminnya.

Setelah kematian Sarijan, kuasa hukum keluarga korban, Kamarullah menceritakan, tiket menuju Pulau Madura untuk memulangkan dan memakamkan jenazah dirobek seseorang yang mengaku-ngaku sebagai kapolres.

Ditanya soal aksi arogan itu, kembali Rifai meminta wartawan bersabar.

“Ya, termasuk soal itu, kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan propam. Toh, seperti yang tadi saya katakan, kalau terbukti akan ditindak tegas,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya, dalam versi keluarga korban, pada malam 29 Desember 2021, delapan pria yang mengaku sebagai anggota Satresnarkoba Polres Banjar mendobrak dan memukuli Sarijan.

Baca Juga :  Layanan Hukum Kembali Normal

Korban bahkan diseret di depan istri dan anaknya. Ternyata, Sarijan keburu meninggal dunia. Istri tua korban mau meneken surat pernyataan menolak autopsi lantaran ia tak bisa membaca dan menulis.

Pengacara kedua istri korban, Kamarullah kemudian melapor ke Mapolda Kalsel, Senin (17/1).

No Comment

Sementara itu, Kapolres Banjar, AKBP Doni Hadi Santoso enggan berkomentar terkait kasus tersebut. Alasannya, dia tak berwenang untuk menjelaskannya kepada media.

“Menghindari informasi yang simpang siur, maka konfirmasi ke satu pintu, melalui Kabid Humas Polda Kalsel,” jelasnya.

Dia hanya menekankan, perkara ini sedang didalami propam. “Jadi kalau mau bertanya-tanya terkait itu, langsung ke sana saja,” tambah Donny. (lan/ris/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/