alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Persebaru Ingin Somasi Asprov PSSI Kalsel

BANJARBARU – Upaya klub Persebaru untuk membatalkan sanksi di ajang Piala Soeratin U-17 2021 Zona Kalsel, belum membuahkan hasil. Surat banding yang dilayangkan oleh klub sepak bola asal Kota Banjarbaru itu justru mendapat respons kurang memuaskan dari Komisi Banding Asprov PSSI Kalsel.

Surat keputusan yang dikeluarkan oleh Komisi Banding Asprov PSSI Kalsel per 15 Januari 2022, menyatakan bahwa Persebaru U-17 memang terbukti melanggar regulasi dengan memainkan pemain tidak sah. Komisi Banding memutuskan untuk tetap menguatkan keputusan Komisi Disiplin ihwal pemberian sanksi terhadap Persebaru.

Kendati demikian, Persebaru nyatanya tidak begitu saja langsung mengamini keputusan tersebut. Gagalnya upaya membatalkan hukuman melalui surat banding membuat Persebaru kini berencana melayangkan somasi terhadap Komisi Displin Asprov PSSI Kalsel. “Kami sangat menyesalkan keputusan Komisi Banding yang justru memperkuat sanksi dari Komisi Disiplin. Langkah selanjutnya kami akan mengajukan somasi, dan sudah menyiapkan kuasa hukum untuk melakukan upaya tersebut,” kata Ketua Umum Persebaru, Wartono.

Somasi ini sebagai bentuk protes pihaknya. Wartono mengklaim timnya telah memenuhi mekanisme peraturan yang telah ditetapkan Asprov PSSI Kalsel untuk dapat ikut bertanding di laga Soeratin U-17. “Komisi Disiplin malah tiba-tiba memberikan sanksi, dan saat ini diperkuat oleh Komisi Banding. Seharusnya Asprov PSSI Kalsel tidak begitu saja memberikan sanksi kepada Persebaru untuk tidak melanjutkan pertandingan, karena semua pemain Persebaru telah disahkan oleh Asprov PSSI Kalsel sendiri melalui aplikasi sistem SIAP. Yang aturan atau regulasi tersebut telah dibuat oleh Asprov Kalsel sendiri. Semua pemain sudah diverifikasi dan dinyatakan sah sehingga Persebaru dapat mengikuti pertandingan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kompetisi Usia Muda, Berilah Kesempatan Pemain Banua

Lantas, bagaimana jika upaya somasi juga tidak direspons? Dalam hal ini Wartono menegaskan bahwa pihaknya berencana menempuh upaya hukum. “Jika somasi tidak diindahkan, maka kami akan menempuh upaya hukum baik secara pidana, perdata, atau administrasi. Sanksi ini telah merugikan kami secara materiel maupun imateriel,” tuntasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Komdis Asprov PSSI Kalsel memutuskan Persebaru melanggar aturan karena telah memainkan pemain yang sudah berkompetisi di Piala Soeratin U-17 Asprov PSSI Jawa Barat dengan memperkuat klub Bone Pro FC.

Komdis Asprov PSSI Kalsel menerima laporan dari tiga tim sekaligus yakni Kotabaru FC, Persetab Tabalong, dan Peseban Banjarmasin. Ketiganya merupakan tim yang telah menelan kekalahan saat melawan Persebaru dalam fase babak penyisihan grup beberapa hari yang lalu.

Baca Juga :  U-17 Kotabaru FC Tambah Amunisi ke Malang

Dalam keputusannya, Komdis Asprov PSSI Kalsel memberikan sanksi dengan menganulir tiga laga yang telah dilakoni klub Persebaru. Selain itu Persebaru juga dikenakan sanksi denda sebesar Rp30 juta untuk setiap pemain yang dianggap tidak sah, dan secara resmi dilarang mengikuti Piala Soeratin U-17 tahun berikutnya.

Pada babak awal penyisihan grup Piala Soeratin U-17 2021/2022 Zona Kalsel, Persebaru berhasil melibas semua lawannya dengan skor yang cukup fantastis. Menang 5-0 melawan Kotabaru FC, 6-0 melawan Persetab Tabalong, dan 3-1 skor akhir kemenangan melawan Peseban Banjarmasin.

Hasil itu membuat Pesebaru dipastikan mengantongi tiket ke babak semifinal. Dengan keputusan Komdis Asprov PSSI Kalsel terbaru justru mengantar Kotabaru FC sebagai juara grup A, diikuti Peseban sebagai runner up.

Sekretaris Asprov PSSI Kalsel, Baktiansyah menyatakan bahwa pihaknya belum secara resmi menerima somasi dari Persebaru. “Kami baru tahu infonya. Jika memang somasi dilayangkan, kami siap saja,” pungkasnya.(bir/gr/dye)

BANJARBARU – Upaya klub Persebaru untuk membatalkan sanksi di ajang Piala Soeratin U-17 2021 Zona Kalsel, belum membuahkan hasil. Surat banding yang dilayangkan oleh klub sepak bola asal Kota Banjarbaru itu justru mendapat respons kurang memuaskan dari Komisi Banding Asprov PSSI Kalsel.

Surat keputusan yang dikeluarkan oleh Komisi Banding Asprov PSSI Kalsel per 15 Januari 2022, menyatakan bahwa Persebaru U-17 memang terbukti melanggar regulasi dengan memainkan pemain tidak sah. Komisi Banding memutuskan untuk tetap menguatkan keputusan Komisi Disiplin ihwal pemberian sanksi terhadap Persebaru.

Kendati demikian, Persebaru nyatanya tidak begitu saja langsung mengamini keputusan tersebut. Gagalnya upaya membatalkan hukuman melalui surat banding membuat Persebaru kini berencana melayangkan somasi terhadap Komisi Displin Asprov PSSI Kalsel. “Kami sangat menyesalkan keputusan Komisi Banding yang justru memperkuat sanksi dari Komisi Disiplin. Langkah selanjutnya kami akan mengajukan somasi, dan sudah menyiapkan kuasa hukum untuk melakukan upaya tersebut,” kata Ketua Umum Persebaru, Wartono.

Somasi ini sebagai bentuk protes pihaknya. Wartono mengklaim timnya telah memenuhi mekanisme peraturan yang telah ditetapkan Asprov PSSI Kalsel untuk dapat ikut bertanding di laga Soeratin U-17. “Komisi Disiplin malah tiba-tiba memberikan sanksi, dan saat ini diperkuat oleh Komisi Banding. Seharusnya Asprov PSSI Kalsel tidak begitu saja memberikan sanksi kepada Persebaru untuk tidak melanjutkan pertandingan, karena semua pemain Persebaru telah disahkan oleh Asprov PSSI Kalsel sendiri melalui aplikasi sistem SIAP. Yang aturan atau regulasi tersebut telah dibuat oleh Asprov Kalsel sendiri. Semua pemain sudah diverifikasi dan dinyatakan sah sehingga Persebaru dapat mengikuti pertandingan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kompetisi Usia Muda, Berilah Kesempatan Pemain Banua

Lantas, bagaimana jika upaya somasi juga tidak direspons? Dalam hal ini Wartono menegaskan bahwa pihaknya berencana menempuh upaya hukum. “Jika somasi tidak diindahkan, maka kami akan menempuh upaya hukum baik secara pidana, perdata, atau administrasi. Sanksi ini telah merugikan kami secara materiel maupun imateriel,” tuntasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Komdis Asprov PSSI Kalsel memutuskan Persebaru melanggar aturan karena telah memainkan pemain yang sudah berkompetisi di Piala Soeratin U-17 Asprov PSSI Jawa Barat dengan memperkuat klub Bone Pro FC.

Komdis Asprov PSSI Kalsel menerima laporan dari tiga tim sekaligus yakni Kotabaru FC, Persetab Tabalong, dan Peseban Banjarmasin. Ketiganya merupakan tim yang telah menelan kekalahan saat melawan Persebaru dalam fase babak penyisihan grup beberapa hari yang lalu.

Baca Juga :  Adu Penalti Lawan Persetala, Kotabaru Angkat Piala Soeratin U-17

Dalam keputusannya, Komdis Asprov PSSI Kalsel memberikan sanksi dengan menganulir tiga laga yang telah dilakoni klub Persebaru. Selain itu Persebaru juga dikenakan sanksi denda sebesar Rp30 juta untuk setiap pemain yang dianggap tidak sah, dan secara resmi dilarang mengikuti Piala Soeratin U-17 tahun berikutnya.

Pada babak awal penyisihan grup Piala Soeratin U-17 2021/2022 Zona Kalsel, Persebaru berhasil melibas semua lawannya dengan skor yang cukup fantastis. Menang 5-0 melawan Kotabaru FC, 6-0 melawan Persetab Tabalong, dan 3-1 skor akhir kemenangan melawan Peseban Banjarmasin.

Hasil itu membuat Pesebaru dipastikan mengantongi tiket ke babak semifinal. Dengan keputusan Komdis Asprov PSSI Kalsel terbaru justru mengantar Kotabaru FC sebagai juara grup A, diikuti Peseban sebagai runner up.

Sekretaris Asprov PSSI Kalsel, Baktiansyah menyatakan bahwa pihaknya belum secara resmi menerima somasi dari Persebaru. “Kami baru tahu infonya. Jika memang somasi dilayangkan, kami siap saja,” pungkasnya.(bir/gr/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

Sentuhan Pemain Barito Masih Bagus

Latihan Perdana Barito Tanpa Dejan

Salam Perpisahan dari Riyandi

Skuat Barito Ibadah Bersama

/