alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

HST “Kehilangan” Gerbang Perbatasan, Pemkab Dikritik

BARABAI – Pj Sekda Hulu Sungai Tengah (HST) Muhammad Yani mengungkapkan alasan pemerintah tidak ikut merenovasi gerbang perbatasan dengan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Ternyata soal anggaran peremajaan gerbang perbatasan tersebut yang jadi kendala. “Kita terkendela di anggaran,” ujarnya.

Akhirnya gerbang perbatasan direnovasi oleh Pemerintah HSS. Al hasil logo dan slogan milik Pemerintah HST lenyap.

Anggota DPRD HST, Yajid Fahmi mengkritik alasan pemerintah soal terkendalanya anggaran. Pasalnya pembahasan renovasi gerbang perbatasan ini sudah berlangsung 2 tahun lalu.

“Kurang rasional kalau alasannya anggaran. Harusnya dikepemimpinan yang baru ini sudah bisa terakomodir,” ucapnya, Rabu (19/1).

Menurutnya anggaran renovasi tidak besar seperti proyek infrastruktur. Pemerintah HST harusnya bisa bersama-sama untuk merenovasi gerbang perbatasan tersebut. “Agar ciri khas gerbang perbatasan itu tetap ada. Seperti logo pemerintah daerah di gerbang perbatasan lainnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Kontraktor Gedung PN Marabahan Didenda

Karena sudah terlanjur direnovasi oleh Pemerintah HSS. Artinya pemerintah HST sekarang tidak memiliki pintu gerbang perbatasan. Yajid memberikan saran kepada Pemerintah HST agar membicarakan lagi pemasangan logo dan slogan HST di gerbang bersama Pemerintah HSS.

“Kalau kita bangun gerbang sendiri jelas biayanya dua kali lebih mahal. Dan juga tempatnya tidak strategis untuk dibangun gerbang karena tepat berada di tikungan tajam,” pungkasnya. (mal)

BARABAI – Pj Sekda Hulu Sungai Tengah (HST) Muhammad Yani mengungkapkan alasan pemerintah tidak ikut merenovasi gerbang perbatasan dengan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Ternyata soal anggaran peremajaan gerbang perbatasan tersebut yang jadi kendala. “Kita terkendela di anggaran,” ujarnya.

Akhirnya gerbang perbatasan direnovasi oleh Pemerintah HSS. Al hasil logo dan slogan milik Pemerintah HST lenyap.

Anggota DPRD HST, Yajid Fahmi mengkritik alasan pemerintah soal terkendalanya anggaran. Pasalnya pembahasan renovasi gerbang perbatasan ini sudah berlangsung 2 tahun lalu.

“Kurang rasional kalau alasannya anggaran. Harusnya dikepemimpinan yang baru ini sudah bisa terakomodir,” ucapnya, Rabu (19/1).

Menurutnya anggaran renovasi tidak besar seperti proyek infrastruktur. Pemerintah HST harusnya bisa bersama-sama untuk merenovasi gerbang perbatasan tersebut. “Agar ciri khas gerbang perbatasan itu tetap ada. Seperti logo pemerintah daerah di gerbang perbatasan lainnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Kebagian Jatah Bantuan Bank Dunia, Penataan Sungai Veteran Tunggu 2023

Karena sudah terlanjur direnovasi oleh Pemerintah HSS. Artinya pemerintah HST sekarang tidak memiliki pintu gerbang perbatasan. Yajid memberikan saran kepada Pemerintah HST agar membicarakan lagi pemasangan logo dan slogan HST di gerbang bersama Pemerintah HSS.

“Kalau kita bangun gerbang sendiri jelas biayanya dua kali lebih mahal. Dan juga tempatnya tidak strategis untuk dibangun gerbang karena tepat berada di tikungan tajam,” pungkasnya. (mal)

Most Read

Artikel Terbaru

/