alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Penghubung Timur dan Utara , Rencana Jembatan Sungai Jingah Diseriusi

BANJARMASIN – Pemko berencana kembali membangun jembatan besar. Digadang-gadang, jembatan ini bakal menghubungkan antara Jalan Pramuka di Banjarmasin Timur dan Sungai Gampa di Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara.

Diungkap oleh Kepala Bidang Jembatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Thomas Sigit Mugiarto. “Dibangun bertahap, sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujarnya kemarin (17/1).

Tahap awal, diperlukan pembebasan lahan. Baik di sisi Timur maupun di sisi Utara. “Anggaran yang disediakan untuk pembebasan sekitar Rp6 miliar,” sebutnya.

“Berapa persil (petak lahan dan bangunan) yang kena, belum tahu persis. Sesuai kebutuhan di lapangan saja,” tukasnya.

Tahun lalu, PUPR sudah menggelar studi kelayakan proyek. “Jadi feasibility study dan detail engineering design (DED) sudah ada. Tinggal melihat dokumen lingkungannya. Kalau belum, sekalian nanti diurus tahun 2023,” jelasnya.

Baca Juga :  Jadi Jalur Penting IKN, Tapi Kelas Jalan di Banua Masih Rendah

Soal konstruksi, jembatan ini akan memiliki tiga bentang. Bentang utama mempunyai panjang 60 meter. Dengan lebar 14 meter.

Perihal sosialisasi untuk pembebasan lahan, nanti akan ditangani tim. “Nanti ketua timnya adalah pak sekda (sekretaris daerah),” tutup Thomas. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Pemko berencana kembali membangun jembatan besar. Digadang-gadang, jembatan ini bakal menghubungkan antara Jalan Pramuka di Banjarmasin Timur dan Sungai Gampa di Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara.

Diungkap oleh Kepala Bidang Jembatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Thomas Sigit Mugiarto. “Dibangun bertahap, sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujarnya kemarin (17/1).

Tahap awal, diperlukan pembebasan lahan. Baik di sisi Timur maupun di sisi Utara. “Anggaran yang disediakan untuk pembebasan sekitar Rp6 miliar,” sebutnya.

“Berapa persil (petak lahan dan bangunan) yang kena, belum tahu persis. Sesuai kebutuhan di lapangan saja,” tukasnya.

Tahun lalu, PUPR sudah menggelar studi kelayakan proyek. “Jadi feasibility study dan detail engineering design (DED) sudah ada. Tinggal melihat dokumen lingkungannya. Kalau belum, sekalian nanti diurus tahun 2023,” jelasnya.

Baca Juga :  Proyek Mangkrak Susahkan Masyarakat, Kinerja Balai Jalan Nasional Disorot

Soal konstruksi, jembatan ini akan memiliki tiga bentang. Bentang utama mempunyai panjang 60 meter. Dengan lebar 14 meter.

Perihal sosialisasi untuk pembebasan lahan, nanti akan ditangani tim. “Nanti ketua timnya adalah pak sekda (sekretaris daerah),” tutup Thomas. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/