alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Sejarah Berdirinya Korem 101/Antasari

Terbentuknya korem 101/Antasari diawali dengan lahirnya badan-badan perjuangan yang bertujuan menghimpun para pemuda dalam rangka mempertahankan kemerdekaan serta melenyapkan sisa kekuatan Belanda.

Untuk mampersatukan semua badan perjuangan yang berafialisasi kepada Republik Indonesia dalam suatu organisasi yang teratur, Pemerintah Republik Indonesia melalui Angkatan Laut Republik Indoesia (ALRI) Divisi IV yang berkedudukan di Mojokerto, mengirim beberapa Perwira penghubung ke Kalimantan pada 10 Oktober 1945.

Para perwira tersebut menjajaki dan merencanakan serta mempersiapkan operasi pendaratan tentara yang akan dikirim dari Pulau Jawa. Guna merealisasi keinginan markas besar ALRI untuk menjadikan daerah Kalimantan ke dalam tiga Sub pertahanan, pada 10 Nopember 1946 dibentuklah tiga pasukan rahasia ALRI. Yaitu Pasukan Rahasia ALRI divisi ”A” di Kalsel, Pasukan Rahasia divisi ”B” di Kalbar dan Pasukan Rahasia divisi ”C” di Kaltim. Sebagai wadah dari ketiga pasukan ini, dibentuklah Divisi IV ALRI/Pertahanan Kalimantan pada tanggal 4 Oktober 1949 yang berkedudukan di Kandangan dengan Letkol Hasan Basry sebagai Panglimanya.

Berorientasi pada persepsi bahwa satuan TNI AD lebih sesuai ditempatkan di daerah Kalimantan, mengingat kondisi geografis medan berbukit, maka pada 10 Nopember 1949 Divisi IV ALRI/Pertahanan Kalimantan diorganisir dan ditetapkan menjadi satuan TNI AD dengan nama Divisi Lambung Mangkurat.

Salah satu peristiwa penting yang dapat dicatat sebagai awal pembentukan kompartemen pertahanan di Kalimantan adalah pengiriman misi militer Kementrian Pertahanan Republik Indonesia ke wilayah Kalimantan.

Baca Juga :  Polsek Banjarmasin Tengah Miliki Gedung Baru

Delegasi yang dipimpin oleh Jenderal Mayor Suhardjo bersama beberapa orang perwira lainnya mengunjungi Banjarmasin, serta beberapa wilayah Kalimantan lainnya. Merke bertujuan meneliti dan mengetahui sisa-sisa kekuatan militer kerajaan Belanda beserta boneka-bonekanya yang masih berada di Kalimantan, serta menginventarisir potensi perjuangan rakyat Kalimantan yang berafiliasi kepada Republik.

Empat bulan setelah kedatangan misi militer tersebut, tepatnya pada 5 Januari 1950 dibentuklah Teritorium Kalimantan yang berkedudukan di Banjarmasin. Teritorium Kalimantan mempunyai empat sub kompartemen berbentuk sub teritorium yaitu : Sub Teritorium I/Kalbar, Sub Teritorium II/Kalteng, Sub Teritorium III/Kalsel, dan Sub Teritorium IV/Kaltim.

Pada bulan April 1950 dilikuidasi menjadi 3 Brigade Operasi. Yakni Sub Territorium I/Kalbar menjadi Brigade G, Sub Territorium II/Kalteng dan III/Kalsel menjadi Brigade F dan Sub Territorium IV/Kaltim menjadi Brigade E
Guna mengendalikan pola operasi dan pembinaan territorium, pada 20 Juli 1950, KSAD Kolonel AH Nasution meresmikan berdirinya Tentara dan Territorium VI/Tanjungpura yang berkedudukan di Banjarmasin. Kebutuhan akan terwujudnya suatu kekuatan militer di wilayah kalimantan, mendesak untuk dibentuknya Komando yang berfungsi sebagai satuan tempur serta mampu melakukan upaya pembinaan teritorial yang lebih luas jangkauannya, serta mampu menghadapi berbagai ancaman yang timbul di daerahnya.
Untuk mewujudkan pandangan strategis tersebut, pada 25 Nopember 1957 Territorium VI/Tanjungpura beserta jajarannya dihapus dan dibentuk Kodam. Tanggal 29 Maret 1958 dibentuk Kodam VI/Kalimantan Timur dengan markas kedudukan Balikpapan. Pada 19 Juli 1958 dirubah namanya menjadi Kodam IX/Mulawarman.

Baca Juga :  Asal Usul Pulau Datu

Tanggal 17 Juli 1958 diresmikan berdirinya Kodam X/Kalimantan Selatan dengan Markas Komando di Banjarmasin. Mulai 1 Desember 1959 Kodam X/Kalimantan Selatan disebut sebagai Kodam X/Lambung Mangkurat yang merupakan kesinambungan dan Sub Territorium Kalimantan Selatan-Tengah.
Dalam upaya TNI AD menyempurnakan organisasi prosedur dan efisiensi di segala bidang, maka Kodam X/Lambung Mangkurat memandang perlu untuk membentuk Komando Resor Militer (Korem) di daerah Kalsel, khususnya di daerah Hulu Sungai.

Pada 14 Nopember 1961, setelah melalui kerja maraton, formatur berhasil menyusun laporan dan saran kepada Pangdam X/Lambung Mangkurat bahwa ”Korem Hulu Sungai” dapat dibentuk dan berkedudukan di Tanjung. Setelah melalui beberapa kali pembahasan dan pertimbangan, maka Pangdam X/Lambung Mangkurat memutuskan untuk segera membentuk dan meresmikan berdirinya Korem dengan mengeluarkan surat Keputusan Nomor : Skep/1404/III/1961 tanggal 20 Desember 1961 tentang berdirinya Korem hulu Sungai di Tanjung.

Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam X/lambung Mangkurat Nomor : Skep/1404 /III/1961 tanggal 20 Desember 1961 tentang berdirinya Korem Hulu Sungai di Tanjung yang diawali dengan Upacara Militer pada 30 Desember 1961, dilantiklah Letkol Inf Soelaiman Amin sebagai Danrem 101/Ant atau Danrem Hulu Sungai. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Pangdam X/Lambung Mangkurat dengan membawahi tiga Kodim. Yakni, Kodim 1001/HSU di Amuntai, Kodim 1002/HST di Barabai, dan Kodim 1003/HSS di Kandangan. Dengan demikian setiap tanggal 20 Desember diperingati sebagai Hari Jadi Korem101/Antasari. (oza/korem)

Terbentuknya korem 101/Antasari diawali dengan lahirnya badan-badan perjuangan yang bertujuan menghimpun para pemuda dalam rangka mempertahankan kemerdekaan serta melenyapkan sisa kekuatan Belanda.

Untuk mampersatukan semua badan perjuangan yang berafialisasi kepada Republik Indonesia dalam suatu organisasi yang teratur, Pemerintah Republik Indonesia melalui Angkatan Laut Republik Indoesia (ALRI) Divisi IV yang berkedudukan di Mojokerto, mengirim beberapa Perwira penghubung ke Kalimantan pada 10 Oktober 1945.

Para perwira tersebut menjajaki dan merencanakan serta mempersiapkan operasi pendaratan tentara yang akan dikirim dari Pulau Jawa. Guna merealisasi keinginan markas besar ALRI untuk menjadikan daerah Kalimantan ke dalam tiga Sub pertahanan, pada 10 Nopember 1946 dibentuklah tiga pasukan rahasia ALRI. Yaitu Pasukan Rahasia ALRI divisi ”A” di Kalsel, Pasukan Rahasia divisi ”B” di Kalbar dan Pasukan Rahasia divisi ”C” di Kaltim. Sebagai wadah dari ketiga pasukan ini, dibentuklah Divisi IV ALRI/Pertahanan Kalimantan pada tanggal 4 Oktober 1949 yang berkedudukan di Kandangan dengan Letkol Hasan Basry sebagai Panglimanya.

Berorientasi pada persepsi bahwa satuan TNI AD lebih sesuai ditempatkan di daerah Kalimantan, mengingat kondisi geografis medan berbukit, maka pada 10 Nopember 1949 Divisi IV ALRI/Pertahanan Kalimantan diorganisir dan ditetapkan menjadi satuan TNI AD dengan nama Divisi Lambung Mangkurat.

Salah satu peristiwa penting yang dapat dicatat sebagai awal pembentukan kompartemen pertahanan di Kalimantan adalah pengiriman misi militer Kementrian Pertahanan Republik Indonesia ke wilayah Kalimantan.

Baca Juga :  Sejarah Kelam Hotel Tengah Kota

Delegasi yang dipimpin oleh Jenderal Mayor Suhardjo bersama beberapa orang perwira lainnya mengunjungi Banjarmasin, serta beberapa wilayah Kalimantan lainnya. Merke bertujuan meneliti dan mengetahui sisa-sisa kekuatan militer kerajaan Belanda beserta boneka-bonekanya yang masih berada di Kalimantan, serta menginventarisir potensi perjuangan rakyat Kalimantan yang berafiliasi kepada Republik.

Empat bulan setelah kedatangan misi militer tersebut, tepatnya pada 5 Januari 1950 dibentuklah Teritorium Kalimantan yang berkedudukan di Banjarmasin. Teritorium Kalimantan mempunyai empat sub kompartemen berbentuk sub teritorium yaitu : Sub Teritorium I/Kalbar, Sub Teritorium II/Kalteng, Sub Teritorium III/Kalsel, dan Sub Teritorium IV/Kaltim.

Pada bulan April 1950 dilikuidasi menjadi 3 Brigade Operasi. Yakni Sub Territorium I/Kalbar menjadi Brigade G, Sub Territorium II/Kalteng dan III/Kalsel menjadi Brigade F dan Sub Territorium IV/Kaltim menjadi Brigade E
Guna mengendalikan pola operasi dan pembinaan territorium, pada 20 Juli 1950, KSAD Kolonel AH Nasution meresmikan berdirinya Tentara dan Territorium VI/Tanjungpura yang berkedudukan di Banjarmasin. Kebutuhan akan terwujudnya suatu kekuatan militer di wilayah kalimantan, mendesak untuk dibentuknya Komando yang berfungsi sebagai satuan tempur serta mampu melakukan upaya pembinaan teritorial yang lebih luas jangkauannya, serta mampu menghadapi berbagai ancaman yang timbul di daerahnya.
Untuk mewujudkan pandangan strategis tersebut, pada 25 Nopember 1957 Territorium VI/Tanjungpura beserta jajarannya dihapus dan dibentuk Kodam. Tanggal 29 Maret 1958 dibentuk Kodam VI/Kalimantan Timur dengan markas kedudukan Balikpapan. Pada 19 Juli 1958 dirubah namanya menjadi Kodam IX/Mulawarman.

Baca Juga :  Polsek Banjarmasin Tengah Miliki Gedung Baru

Tanggal 17 Juli 1958 diresmikan berdirinya Kodam X/Kalimantan Selatan dengan Markas Komando di Banjarmasin. Mulai 1 Desember 1959 Kodam X/Kalimantan Selatan disebut sebagai Kodam X/Lambung Mangkurat yang merupakan kesinambungan dan Sub Territorium Kalimantan Selatan-Tengah.
Dalam upaya TNI AD menyempurnakan organisasi prosedur dan efisiensi di segala bidang, maka Kodam X/Lambung Mangkurat memandang perlu untuk membentuk Komando Resor Militer (Korem) di daerah Kalsel, khususnya di daerah Hulu Sungai.

Pada 14 Nopember 1961, setelah melalui kerja maraton, formatur berhasil menyusun laporan dan saran kepada Pangdam X/Lambung Mangkurat bahwa ”Korem Hulu Sungai” dapat dibentuk dan berkedudukan di Tanjung. Setelah melalui beberapa kali pembahasan dan pertimbangan, maka Pangdam X/Lambung Mangkurat memutuskan untuk segera membentuk dan meresmikan berdirinya Korem dengan mengeluarkan surat Keputusan Nomor : Skep/1404/III/1961 tanggal 20 Desember 1961 tentang berdirinya Korem hulu Sungai di Tanjung.

Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam X/lambung Mangkurat Nomor : Skep/1404 /III/1961 tanggal 20 Desember 1961 tentang berdirinya Korem Hulu Sungai di Tanjung yang diawali dengan Upacara Militer pada 30 Desember 1961, dilantiklah Letkol Inf Soelaiman Amin sebagai Danrem 101/Ant atau Danrem Hulu Sungai. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Pangdam X/Lambung Mangkurat dengan membawahi tiga Kodim. Yakni, Kodim 1001/HSU di Amuntai, Kodim 1002/HST di Barabai, dan Kodim 1003/HSS di Kandangan. Dengan demikian setiap tanggal 20 Desember diperingati sebagai Hari Jadi Korem101/Antasari. (oza/korem)

Most Read

Artikel Terbaru

Asal Usul Mappanre Ri Tasi

Legenda Pantai Batu Lima

Tari Kanjar Khas Meratus

Asal Usul Kampung Ketupat

Asal Mula Nama Lapangan Murjani

/