alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Tarif Air Naik, Warga Batola Minta Tingkatkan Pelayanan

MARABAHAN – PDAM Batola secara resmi mengumumkan kenaikan tarif air bersih. Mulai 1 Februari 2022, tarif PDAM Batola akan naik dengan kisaran Rp500 – Rp1.500.

Untuk pelanggan kategori 1 (K-1) dan K-2 naik Rp 500, menjadi Rp 2.500 yang pada tahun 2013 lalu, ditetapkan Rp 2.000. Sedangkan untuk K-3 naik Rp 1.000 menjadi Rp 4.000. Dan terakhir untuk K-4 mengalami kenaikan Rp 1.500 menjadi Rp 5.500.

Kenaikan ini juga berlaku pada jumlah pemakaian. Untuk pemakaian 0-10 meter kubik, menghubungkan tarif dasar di atas. Sedangkan untuk kelebihannya di 11-20 meter kubik berlaku K-1 Rp 2.500, K-2 Rp 3.000, Rp 4.500, dan Rp 6.000. Lanjut, untuk pemakaian 21-30 meter kubik, berlaku K-1 Rp 2.500, K-2 Rp 3.500, K-3 Rp 5.000, dan K-4 Rp 6.500. dam terakhir untuk pemakaian 31 meter kubik ke atas, mengalami kenaikan Rp 500 dari tarif diatasnya. Terkecuali K-1 tetap dengan tarif 2.500.

Kasubag Umum PDAM Batola Sadono mengatakan, kenaikan ini sesuai perkembangan zaman. Belum pernah naik dari tahun 2013. Serta memiliki dasar hukum yang jelas. Yakni Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 tentang revisi ketentuan perhitungan dan penetapan tarif air minum. Yang dilanjutkan dengan SK Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 188.44/0660/Kum/2021 tentang Penetapan Besaran Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum. Dan terakhir, di tingkat Kabupaten dilanjutkan dengan Perbup Batola Nomor 101 Tahun 2021 tentang Tarif Air Minum PDAM Batola, “Tarif baru ini akan berlaku 1 Pebruari ini,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Leding Macet Sejak Ramadan, Warga Kuin Cerucuk Datangi DPRD

Sadono mengatakan, kenaikan ini tidak terlalu besar, hanya Rp 500 saja. “Semua juga tergantung pemakaian,” katanya. Sebagai contoh, dirinya mengatakan, orang yang termasuk K-3 hanya dikenakan tarif Rp 4.000 selama pemakaian 0-10 meter kubik. Jumlah itu masih dinilai tidak terlalu signifikan.
Tentunya kenaikan tarif ini menurutnya untuk biaya operasional. Serta menyesuaikan dengan semua hal yang juga terus mengalami kenaikan.

Berkaitan dengan kenaikan ini, banyak pihak menanggapinya dengan beragam. Seperti halnya Lana. Warga kompleks Persada Permai Baru, Handil Bakti ini mengaku, baru mengetahui rencana kenaikan hari ini. Dirinya mengaku kurang setuju. Walaupun masih memaklumi hal tersebut. “Janganlah dinaikkan untuk saat ini,” harapnya.

Baca Juga :  PDAM Bandarmasih Sah Menjadi Perseroda, Jangan Cuma Status yang Berubah

Dia menambahkan, sebelum menaikan tarif, maksimalkan dulu distribusi pelayanan air bersih. Di mana untuk daerah kompleksnya, sebut Lana, masih belum lancar. “Kebanyakan dari mereka harus menggunakan mesin pompa air agar air bisa naik ke rumah. Selain memaksimalkan distribusi air, pandemi yang berlangsung saat ini juga harus diperhatikan PDAM untuk mengambil kebijakan menaikkan tarif air bersih,” ujarnya sembari mengatakan, pihaknya juga sudah mengeluarkan kocek lebih untuk biaya listrik pompa air.

Sementara itu, Tabri warga Ulu Benteng, kompleks Galam mengaku, ikut saja apa yang ditentukan Pemerintah. Dirinya bersama keluarga kecilnya mengaku tidak terlalu terbebani. “Terakhir bayar Rp 40.000, kemungkinan hanya naik sedikit saja pada bulan mendatang saat tarif baru diterapkan,” ujarnya.(bar)

MARABAHAN – PDAM Batola secara resmi mengumumkan kenaikan tarif air bersih. Mulai 1 Februari 2022, tarif PDAM Batola akan naik dengan kisaran Rp500 – Rp1.500.

Untuk pelanggan kategori 1 (K-1) dan K-2 naik Rp 500, menjadi Rp 2.500 yang pada tahun 2013 lalu, ditetapkan Rp 2.000. Sedangkan untuk K-3 naik Rp 1.000 menjadi Rp 4.000. Dan terakhir untuk K-4 mengalami kenaikan Rp 1.500 menjadi Rp 5.500.

Kenaikan ini juga berlaku pada jumlah pemakaian. Untuk pemakaian 0-10 meter kubik, menghubungkan tarif dasar di atas. Sedangkan untuk kelebihannya di 11-20 meter kubik berlaku K-1 Rp 2.500, K-2 Rp 3.000, Rp 4.500, dan Rp 6.000. Lanjut, untuk pemakaian 21-30 meter kubik, berlaku K-1 Rp 2.500, K-2 Rp 3.500, K-3 Rp 5.000, dan K-4 Rp 6.500. dam terakhir untuk pemakaian 31 meter kubik ke atas, mengalami kenaikan Rp 500 dari tarif diatasnya. Terkecuali K-1 tetap dengan tarif 2.500.

Kasubag Umum PDAM Batola Sadono mengatakan, kenaikan ini sesuai perkembangan zaman. Belum pernah naik dari tahun 2013. Serta memiliki dasar hukum yang jelas. Yakni Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 tentang revisi ketentuan perhitungan dan penetapan tarif air minum. Yang dilanjutkan dengan SK Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 188.44/0660/Kum/2021 tentang Penetapan Besaran Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum. Dan terakhir, di tingkat Kabupaten dilanjutkan dengan Perbup Batola Nomor 101 Tahun 2021 tentang Tarif Air Minum PDAM Batola, “Tarif baru ini akan berlaku 1 Pebruari ini,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih, Tanjung Berkat Dikasih Pipa Baru

Sadono mengatakan, kenaikan ini tidak terlalu besar, hanya Rp 500 saja. “Semua juga tergantung pemakaian,” katanya. Sebagai contoh, dirinya mengatakan, orang yang termasuk K-3 hanya dikenakan tarif Rp 4.000 selama pemakaian 0-10 meter kubik. Jumlah itu masih dinilai tidak terlalu signifikan.
Tentunya kenaikan tarif ini menurutnya untuk biaya operasional. Serta menyesuaikan dengan semua hal yang juga terus mengalami kenaikan.

Berkaitan dengan kenaikan ini, banyak pihak menanggapinya dengan beragam. Seperti halnya Lana. Warga kompleks Persada Permai Baru, Handil Bakti ini mengaku, baru mengetahui rencana kenaikan hari ini. Dirinya mengaku kurang setuju. Walaupun masih memaklumi hal tersebut. “Janganlah dinaikkan untuk saat ini,” harapnya.

Baca Juga :  Mati Lampu, Warga Berhak Kompensasi, Praktisi Hukum: Semoga Masyarakat Gugat PT PLN Kalsel-Teng, Akan Kami Bantu

Dia menambahkan, sebelum menaikan tarif, maksimalkan dulu distribusi pelayanan air bersih. Di mana untuk daerah kompleksnya, sebut Lana, masih belum lancar. “Kebanyakan dari mereka harus menggunakan mesin pompa air agar air bisa naik ke rumah. Selain memaksimalkan distribusi air, pandemi yang berlangsung saat ini juga harus diperhatikan PDAM untuk mengambil kebijakan menaikkan tarif air bersih,” ujarnya sembari mengatakan, pihaknya juga sudah mengeluarkan kocek lebih untuk biaya listrik pompa air.

Sementara itu, Tabri warga Ulu Benteng, kompleks Galam mengaku, ikut saja apa yang ditentukan Pemerintah. Dirinya bersama keluarga kecilnya mengaku tidak terlalu terbebani. “Terakhir bayar Rp 40.000, kemungkinan hanya naik sedikit saja pada bulan mendatang saat tarif baru diterapkan,” ujarnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/