alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Kompetisi Usia Muda, Berilah Kesempatan Pemain Banua

BANJARMASIN – Sanksi yang diterima tim Persebaru Banjarbaru U-17 dalam gelaran kompetisi babak penyisihan grup A Piala Soeratin U-17 2021 zona Kalimantan Selatan mendapat perhatian dari beberapa kontestan lainnya.

Mayoritas dari mereka berpendapat sangat menyayangkan jika memang benar tim Persebaru Banjarbaru melakukan pelanggaran dengan memainkan pemain yang sudah bermain di kompetisi Piala Soeratin U-17 2021 zona Jawa Barat bersama Bone Pro FC.

Manajer PS Kabupaten Tapin U-17, Ardiyas Tazar Abdurrahman mengaku kaget terhadap sanksi yang diberikan Asprov PSSI Kalsel kepada tim Persebaru U-17. “Kami memang tidak mengetahui persis bagaimana situasi. Namun, kami sudah mendengar info tersebut. Tentu jika hal tersebut terbukti sangat disayangkan,” ujarnya.

Menurutnya, kompetisi usia dini esensinya adalah sebagai pembinaan. “Pembinaan itu artinya bagaimana caranya mencari bakat-bakat pemain baru di usia dini yang bisa diarahkan ke jenjang lebih senior. Khususnya pemain asli Banua kita sendiri,” tambahnya.

Jika memang terbukti, pria yang akrab disapa Dias itu menyebut bahwa esensi pembinaan dari tim Persebaru belum dipahami betul. “Masih banyak pemain potensial di Banua yang saya pikir tidak kalah bersaing, namun hanya kurang kesempatan. Di sini fungsi kita untuk memberikan pemain muda kesempatan bertanding agar di kancah lebih tinggi tidak kesulitan mencari pemain,” katanya.

Baca Juga :  Skuat Banua Putra U-13 Tersingkir di Senayan

Manajer Peseban U-17, Abdul Fatah mengatakan bahwa kompetisi Piala Soeratin U-17 adalah kesempatan terakhir anak-anak yang sudah di batas usianya berlaga di kompetisi ini. “Sayang jika harus terlewat bakat-bakat mereka. Tahun depan mereka tentu akan menghadapi persaingan lebih ketat setidaknya di kompetisi Liga 3,” runutnya.

Abdul Fatah mengingatkan jangan sampai regenerasi pesepak bola Banua terputus. “Setiap tahun, setiap anak memiliki hak untuk menunjukkan kapasitasnya,” lanjutnya.

Pelatih kepala U-17 Kotabaru FC, Aprianto Windo Antoro mengatakan sebaiknya tim yang berlaga mengacu pada regulasi PSSI tentang Piala Soeratin. “Kompetisinya 2021, meski digelar 2022 tetap harus ikuti regulasi tahun kompetisinya. Kalaupun mau menggunakan pemain luar daerah, sah-sah saja selama pemain tersebut belum ikut bermain di tim lain pada musim kompetisi yang sama,” ujarnya. “Namun, alangkah arif dan bijaksana jika kita menggunakan pemain lokal asli daerah sendiri. Selain bisa memberikan kesempatan dan motivasi, tentu bisa menjadi tolak ukur sejauh apa pembinaan sepak bola di masing-masing daerah,” katanya lagi.

“Akhirnya tentu agar kita bisa melihat pemain-pemain yang sudah dibina ini mampu bersaing dan memperkuat tim atau mengharumkan nama Kalsel di kancah nasional,” tambahnya.

Baca Juga :  Peseban U-15 Amankan Tiket Lolos

Sekretaris Persebaru Banjarbaru, Windi Novianto menjelaskan bahwa vakumnya Persebaru dalam turnamen selama beberapa tahun terakhir menjadi alasan mereka menggunakan pemain dari luar daerah. “Selama ini kami hanya sekedar mengikuti turnamen dengan pemain ala kadarnya, sehingga memperoleh yang ala kadarnya juga,” ungkapnya.

Mereka sebenarnya berkomitmen ingin menjadikan Persebaru sebagai salah satu tim yang disegani di Kalsel. “Pembinaan tetap kami laksanakan. Seperti yang dilakukan saat ini, ada 14 pemain lokal Persebaru yang digembleng jajaran pelatih mantan pemain timnas Rochy Putiray, Aples Gideon, dan Ismu Suadirman,” jelasnya. “Pembinaan jalan, prestasi tetap diraih. Supaya ke depannya pemain lokal dengan talenta terbaik pada gabung Persebaru,” tambahnya.

Ia mengaku kendala Persebaru saat ini adalah para pemain lokal yang berpotensi sudah bergabung dengan tim lain karena vakum terlalu lama.

“Kami harapkan ke depan adanya kebanggaan bagi pemain lokal ketika memperkuat Persebaru. Kami juga menyayangkan ketika lolos putaran nasional akan menjadi bulan-bulanan tim luar,” tutupnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Persebaru sudah mengirimkan surat sanggahan ke Asprov PSSI dengan menyatakan bahwa mereka tidak melanggar aturan perpindahan pemain. Dengan adanya banding itu maka babak semifinal ditunda hingga terbitnya surat keputusan PSSI berikutnya.(bir/gr/dye)

BANJARMASIN – Sanksi yang diterima tim Persebaru Banjarbaru U-17 dalam gelaran kompetisi babak penyisihan grup A Piala Soeratin U-17 2021 zona Kalimantan Selatan mendapat perhatian dari beberapa kontestan lainnya.

Mayoritas dari mereka berpendapat sangat menyayangkan jika memang benar tim Persebaru Banjarbaru melakukan pelanggaran dengan memainkan pemain yang sudah bermain di kompetisi Piala Soeratin U-17 2021 zona Jawa Barat bersama Bone Pro FC.

Manajer PS Kabupaten Tapin U-17, Ardiyas Tazar Abdurrahman mengaku kaget terhadap sanksi yang diberikan Asprov PSSI Kalsel kepada tim Persebaru U-17. “Kami memang tidak mengetahui persis bagaimana situasi. Namun, kami sudah mendengar info tersebut. Tentu jika hal tersebut terbukti sangat disayangkan,” ujarnya.

Menurutnya, kompetisi usia dini esensinya adalah sebagai pembinaan. “Pembinaan itu artinya bagaimana caranya mencari bakat-bakat pemain baru di usia dini yang bisa diarahkan ke jenjang lebih senior. Khususnya pemain asli Banua kita sendiri,” tambahnya.

Jika memang terbukti, pria yang akrab disapa Dias itu menyebut bahwa esensi pembinaan dari tim Persebaru belum dipahami betul. “Masih banyak pemain potensial di Banua yang saya pikir tidak kalah bersaing, namun hanya kurang kesempatan. Di sini fungsi kita untuk memberikan pemain muda kesempatan bertanding agar di kancah lebih tinggi tidak kesulitan mencari pemain,” katanya.

Baca Juga :  Peseban Muda Siap Hadapi Kompetisi

Manajer Peseban U-17, Abdul Fatah mengatakan bahwa kompetisi Piala Soeratin U-17 adalah kesempatan terakhir anak-anak yang sudah di batas usianya berlaga di kompetisi ini. “Sayang jika harus terlewat bakat-bakat mereka. Tahun depan mereka tentu akan menghadapi persaingan lebih ketat setidaknya di kompetisi Liga 3,” runutnya.

Abdul Fatah mengingatkan jangan sampai regenerasi pesepak bola Banua terputus. “Setiap tahun, setiap anak memiliki hak untuk menunjukkan kapasitasnya,” lanjutnya.

Pelatih kepala U-17 Kotabaru FC, Aprianto Windo Antoro mengatakan sebaiknya tim yang berlaga mengacu pada regulasi PSSI tentang Piala Soeratin. “Kompetisinya 2021, meski digelar 2022 tetap harus ikuti regulasi tahun kompetisinya. Kalaupun mau menggunakan pemain luar daerah, sah-sah saja selama pemain tersebut belum ikut bermain di tim lain pada musim kompetisi yang sama,” ujarnya. “Namun, alangkah arif dan bijaksana jika kita menggunakan pemain lokal asli daerah sendiri. Selain bisa memberikan kesempatan dan motivasi, tentu bisa menjadi tolak ukur sejauh apa pembinaan sepak bola di masing-masing daerah,” katanya lagi.

“Akhirnya tentu agar kita bisa melihat pemain-pemain yang sudah dibina ini mampu bersaing dan memperkuat tim atau mengharumkan nama Kalsel di kancah nasional,” tambahnya.

Baca Juga :  Skuat U-17 Kotabaru FC Kalah di Laga Perdana

Sekretaris Persebaru Banjarbaru, Windi Novianto menjelaskan bahwa vakumnya Persebaru dalam turnamen selama beberapa tahun terakhir menjadi alasan mereka menggunakan pemain dari luar daerah. “Selama ini kami hanya sekedar mengikuti turnamen dengan pemain ala kadarnya, sehingga memperoleh yang ala kadarnya juga,” ungkapnya.

Mereka sebenarnya berkomitmen ingin menjadikan Persebaru sebagai salah satu tim yang disegani di Kalsel. “Pembinaan tetap kami laksanakan. Seperti yang dilakukan saat ini, ada 14 pemain lokal Persebaru yang digembleng jajaran pelatih mantan pemain timnas Rochy Putiray, Aples Gideon, dan Ismu Suadirman,” jelasnya. “Pembinaan jalan, prestasi tetap diraih. Supaya ke depannya pemain lokal dengan talenta terbaik pada gabung Persebaru,” tambahnya.

Ia mengaku kendala Persebaru saat ini adalah para pemain lokal yang berpotensi sudah bergabung dengan tim lain karena vakum terlalu lama.

“Kami harapkan ke depan adanya kebanggaan bagi pemain lokal ketika memperkuat Persebaru. Kami juga menyayangkan ketika lolos putaran nasional akan menjadi bulan-bulanan tim luar,” tutupnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Persebaru sudah mengirimkan surat sanggahan ke Asprov PSSI dengan menyatakan bahwa mereka tidak melanggar aturan perpindahan pemain. Dengan adanya banding itu maka babak semifinal ditunda hingga terbitnya surat keputusan PSSI berikutnya.(bir/gr/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

Sentuhan Pemain Barito Masih Bagus

Latihan Perdana Barito Tanpa Dejan

Salam Perpisahan dari Riyandi

Skuat Barito Ibadah Bersama

/