alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Tembakan Brutal di Depan Gudang J&T

BATULICIN – Kejadian naas berikut, setidaknya membuat kita sadar dua hal. Kurir pesanan barang online kita mungkin telah bertaruh nyawa di jalan. Dan, penunggang motor balap bersenjata meneror jalanan sepi, memang ada.

Mirwan Noor, lelaki berusia 34 tahun berangkat dari gudang J&T di Banjarmasin, Kamis (13/1) sore. Dia membawa mobil box menuju Tanah Bumbu. Asal Alalak Utara ini, baru beberapa hari bekerja.

Dari Banjarmasin ke Tanah Bumbu dia mampir di gudang-gudang drop point. Sekitar pukul 23.00 dia sampai di gudang J&T Desa Angsana Tanah Bumbu, dekat Sungai Danau.

Tidak terlalu banyak barang yang dimasukkan di pusat kota Kecamatan Angsana itu. Pekerjaannya lekas rampung. Gudang berterali besi berkelir cokelat tua itu dia tutup.

Ketika itu jalan mulai sepi. Satu dua lewat pengendara. Posisi gudang persis di tepi jalan raya provinsi. Tiba-tiba Mirwan mendengar raungan roda dua. Garang dari arah belakangnya. Sebuah sepeda motor sport berkapasitas 150 cc, Yamaha R15.

Sang penunggang adalah seorang pria. Memakai helm balap. Helm itu khas: bernomor 46, Rossi. “Kamu kurir baru ya?”, tanya Si Helm Rossi.

“Iya, Mas. Ada apa ya?,” tanya Mirwan. Dia heran, kok Si Rossi tahu dia orang baru. Pikir Mirwan, Helm Rossi mau nanya barang pesanannya.

Baca Juga :  Kawanan Begal di Jalan Veteran Sebaiknya Menyerahkan Diri

Tiba-tiba, tanpa membuka helm, lelaki yang belum diketahui identitasnya itu mengacungkan sebuah senjata. Mirip senjata api. Tanpa sempat terjadi dialog, Mirwan refleks balik badan dan kabur. Tengkuknya sedingin es. Kakinya bergerak sekuat tenaga. Dia berteriak minta tolong.

Dor…dor…dor..! Lima kali senjata itu menyalak. Suaranya keras. Mirwan menjerit lebih keras lagi. Satu peluru mengenai punggungnya.

Beberapa warga mendengar gaduh itu. Satu dua orang membuka pintu rumah, dan memburu ke luar. Si Helm Rossi loncat ke atas sadel. Melesat seperti terbang. Hilang dalam kegelapan. Kabur ke arah pusat kota Tanah Bumbu.

Keseriusan Kasat Reskrim Polres Tanah Bumbu Iptu Wahyudi yang menggerakkan semua sumber dayanya memburu pelaku, membuahkan hasil. Sore kemarin si penunggang R15 berkelir biru putih dibekuk.

Dibekuk tepat di hari ulang tahunnya 14 Januari. Dia ternyata masih berstatus mahasiswa. Namanya M Noor Ridhoi, warga Tanah Bumbu. Noor dibekuk di JL Serongga kilometer 5 Desa Gunung Besar. Apa alasan Noor menembak Mirwan Noor? Polisi masih memeriksa.

“Dari mana senjata, dan apa alasannya masih kami dalami,” kata Kapolres Tanah Bumbu AKBP Tri Hambodo melalui Kasi Humas AKP H Ibrahim Made Rasa, Jumat kemarin kepada Radar Banjarmasin.

Kabar ini sendiri menggetarkan Tanah Bumbu. Khususnya di Kecamatan Angsana. Desa yang jarang ada kejadian menarik itu tidak hentinya membicarakan penembakan si kurir malang J&T.

“Makanya tuh, kalau ada kurir antar barang yang ramah-ramah lah. Kasian mereka, kita gak tahu di jalan ada apa,” kata Nina pelanggan toko online yang suka mesan baju dan tas murah buatan Cina. (zal/by/ran)

TEMBAKAN BRUTAL DI DEPAN GUDANG

1) Mirwan Noor, berangkat dari gudang J&T di Banjarmasin, Kamis (13/1) sore membawa mobil box menuju Tanah Bumbu.

2) Sekitar pukul 23.00 dia sampai di gudang J&T Desa Angsana Tanah Bumbu, dekat Sungai Danau. Setelah pekerjaan selesai, dia menutup gudang.

3) Tiba-tiba sebuah sepeda motor sport menyinggahinya. Seorang pria memakai helm balap itu mengacungkan sebuah senjata. Mirip senjata api. Tanpa sempat terjadi dialog, Mirwan refleks balik badan dan kabur.

4) Pria itu menembak. Lima kali senjata itu menyalak. Satu peluru mengenai punggung Mirwan.

5) Warga keluar rumah dan sang pengendara motor langsung kabur.

BATULICIN – Kejadian naas berikut, setidaknya membuat kita sadar dua hal. Kurir pesanan barang online kita mungkin telah bertaruh nyawa di jalan. Dan, penunggang motor balap bersenjata meneror jalanan sepi, memang ada.

Mirwan Noor, lelaki berusia 34 tahun berangkat dari gudang J&T di Banjarmasin, Kamis (13/1) sore. Dia membawa mobil box menuju Tanah Bumbu. Asal Alalak Utara ini, baru beberapa hari bekerja.

Dari Banjarmasin ke Tanah Bumbu dia mampir di gudang-gudang drop point. Sekitar pukul 23.00 dia sampai di gudang J&T Desa Angsana Tanah Bumbu, dekat Sungai Danau.

Tidak terlalu banyak barang yang dimasukkan di pusat kota Kecamatan Angsana itu. Pekerjaannya lekas rampung. Gudang berterali besi berkelir cokelat tua itu dia tutup.

Ketika itu jalan mulai sepi. Satu dua lewat pengendara. Posisi gudang persis di tepi jalan raya provinsi. Tiba-tiba Mirwan mendengar raungan roda dua. Garang dari arah belakangnya. Sebuah sepeda motor sport berkapasitas 150 cc, Yamaha R15.

Sang penunggang adalah seorang pria. Memakai helm balap. Helm itu khas: bernomor 46, Rossi. “Kamu kurir baru ya?”, tanya Si Helm Rossi.

“Iya, Mas. Ada apa ya?,” tanya Mirwan. Dia heran, kok Si Rossi tahu dia orang baru. Pikir Mirwan, Helm Rossi mau nanya barang pesanannya.

Baca Juga :  Kawanan Begal di Jalan Veteran Sebaiknya Menyerahkan Diri

Tiba-tiba, tanpa membuka helm, lelaki yang belum diketahui identitasnya itu mengacungkan sebuah senjata. Mirip senjata api. Tanpa sempat terjadi dialog, Mirwan refleks balik badan dan kabur. Tengkuknya sedingin es. Kakinya bergerak sekuat tenaga. Dia berteriak minta tolong.

Dor…dor…dor..! Lima kali senjata itu menyalak. Suaranya keras. Mirwan menjerit lebih keras lagi. Satu peluru mengenai punggungnya.

Beberapa warga mendengar gaduh itu. Satu dua orang membuka pintu rumah, dan memburu ke luar. Si Helm Rossi loncat ke atas sadel. Melesat seperti terbang. Hilang dalam kegelapan. Kabur ke arah pusat kota Tanah Bumbu.

Keseriusan Kasat Reskrim Polres Tanah Bumbu Iptu Wahyudi yang menggerakkan semua sumber dayanya memburu pelaku, membuahkan hasil. Sore kemarin si penunggang R15 berkelir biru putih dibekuk.

Dibekuk tepat di hari ulang tahunnya 14 Januari. Dia ternyata masih berstatus mahasiswa. Namanya M Noor Ridhoi, warga Tanah Bumbu. Noor dibekuk di JL Serongga kilometer 5 Desa Gunung Besar. Apa alasan Noor menembak Mirwan Noor? Polisi masih memeriksa.

“Dari mana senjata, dan apa alasannya masih kami dalami,” kata Kapolres Tanah Bumbu AKBP Tri Hambodo melalui Kasi Humas AKP H Ibrahim Made Rasa, Jumat kemarin kepada Radar Banjarmasin.

Kabar ini sendiri menggetarkan Tanah Bumbu. Khususnya di Kecamatan Angsana. Desa yang jarang ada kejadian menarik itu tidak hentinya membicarakan penembakan si kurir malang J&T.

“Makanya tuh, kalau ada kurir antar barang yang ramah-ramah lah. Kasian mereka, kita gak tahu di jalan ada apa,” kata Nina pelanggan toko online yang suka mesan baju dan tas murah buatan Cina. (zal/by/ran)

TEMBAKAN BRUTAL DI DEPAN GUDANG

1) Mirwan Noor, berangkat dari gudang J&T di Banjarmasin, Kamis (13/1) sore membawa mobil box menuju Tanah Bumbu.

2) Sekitar pukul 23.00 dia sampai di gudang J&T Desa Angsana Tanah Bumbu, dekat Sungai Danau. Setelah pekerjaan selesai, dia menutup gudang.

3) Tiba-tiba sebuah sepeda motor sport menyinggahinya. Seorang pria memakai helm balap itu mengacungkan sebuah senjata. Mirip senjata api. Tanpa sempat terjadi dialog, Mirwan refleks balik badan dan kabur.

4) Pria itu menembak. Lima kali senjata itu menyalak. Satu peluru mengenai punggung Mirwan.

5) Warga keluar rumah dan sang pengendara motor langsung kabur.

Most Read

Artikel Terbaru

/