alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Terjerat Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur

Terkuak di Pengadilan, Oknum ASN Dokter ini Diberhentikan Sementara

BANJARBARU – Usai terkuak di Pengadilan. Oknum dokter di Banjarbaru yang diduga mencabuli anak di bawah umur di Banjarbaru perlahan mulai terkuak. Teranyar, ia rupanya seorang ASN di lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru.

Dari informasi terhimpun, oknum dokter berinisial R (50) ini sebelumnya sempat bertugas di RSD Idaman. Namun menurut informasi terbaru, ia teranyar ditempatkan bertugas di salah satu puskesmas.

Terkait kabar ini, pihak Pemko Banjarbaru menyebut yang bersangkutan diberhentikan sementara.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Banjarbaru, Sri Lailana menyebut pemberhentian sementara tertulis pada SK Wali Kota Banjarbaru per tanggal 29 November 2021 lalu, usai pihaknya menerima surat dari Polres Banjarbaru ihwal penetapan oknum dokter R ini berstatus tersangka dan dilakukan penahanan.

Baca Juga :  Menangis lalu Menulis Surat, Mengaku Disetubuhi Buruh Serabutan Berdahi Lebar

“Hak-hak kepegawaiannya dalam hal ini gaji hanya menerima setengahnya saja,” konfirmasinya.

Hingga putusan bersifat inkrah atau punya kekuatan hukum tetap, pengurangan gaji sebesar 50 persen ini kata Sri tetap berlaku.

Dia juga menjelaskan jika nantinya akan ada tim majelis penjatuhan hukuman disiplin yang berwenang memutuskan sanksi kepada oknum dokter tersebut.

“Itu nanti tim yang memutuskan sanksinya. Kita yang jelas masih menunggu putusan inkrah dari pengadilan soal kasus ini,” tegasnya yang mengatakan SK baru akan diterbitkan lagi usai putusan.

Seperti diwartakan sebelumnya, seorang oknum dokter di Banjarbaru dilaporkan atas kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur. Kini, kasusnya bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru.

Baca Juga :  3 Tahun Dicabuli Ayah Kandung

Adapun, oknum ini didakwakan pasal 82 ayat 1 UU No 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan hukuman minimal lima tahun penjara. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Usai terkuak di Pengadilan. Oknum dokter di Banjarbaru yang diduga mencabuli anak di bawah umur di Banjarbaru perlahan mulai terkuak. Teranyar, ia rupanya seorang ASN di lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru.

Dari informasi terhimpun, oknum dokter berinisial R (50) ini sebelumnya sempat bertugas di RSD Idaman. Namun menurut informasi terbaru, ia teranyar ditempatkan bertugas di salah satu puskesmas.

Terkait kabar ini, pihak Pemko Banjarbaru menyebut yang bersangkutan diberhentikan sementara.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Banjarbaru, Sri Lailana menyebut pemberhentian sementara tertulis pada SK Wali Kota Banjarbaru per tanggal 29 November 2021 lalu, usai pihaknya menerima surat dari Polres Banjarbaru ihwal penetapan oknum dokter R ini berstatus tersangka dan dilakukan penahanan.

Baca Juga :  Sodomi Anak di Bawah Umur: Divonis 9 Bulan dari Tuntutan 8 Tahun

“Hak-hak kepegawaiannya dalam hal ini gaji hanya menerima setengahnya saja,” konfirmasinya.

Hingga putusan bersifat inkrah atau punya kekuatan hukum tetap, pengurangan gaji sebesar 50 persen ini kata Sri tetap berlaku.

Dia juga menjelaskan jika nantinya akan ada tim majelis penjatuhan hukuman disiplin yang berwenang memutuskan sanksi kepada oknum dokter tersebut.

“Itu nanti tim yang memutuskan sanksinya. Kita yang jelas masih menunggu putusan inkrah dari pengadilan soal kasus ini,” tegasnya yang mengatakan SK baru akan diterbitkan lagi usai putusan.

Seperti diwartakan sebelumnya, seorang oknum dokter di Banjarbaru dilaporkan atas kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur. Kini, kasusnya bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru.

Baca Juga :  3 Tahun Dicabuli Ayah Kandung

Adapun, oknum ini didakwakan pasal 82 ayat 1 UU No 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan hukuman minimal lima tahun penjara. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/