alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Semifinal Terpaksa Ditunda

Persebaru Dihukum, Peseban yang Lolos ke Semifinal

BANJARMASIN – Langkah Persebaru Banjarbaru U17 menuju babak semifinal Piala Soeratin U-17 zona Kalsel terjegal.

Tampil apik dan meraih poin sempurna di babak penyisihan, Persebaru justru dijatuhi sanksi. Mengacu pada surat keputusan yang diteken Ketua Komisi Disiplin Asprov PSSI Kalsel, Bujino A Salan pada 11 Januari lalu.

“Bahwa pada ketiga pertandingan di babak grup, Persebaru menurunkan pemain yang telah bermain di klub Bone Pro FC pada Piala Soeratin U17 Asprov PSSI Jawa Barat,” tulisnya.

Diputuskan, ketiga kemenangan Persebaru di babak grup dibatalkan dan dinyatakan kalah 0-3.

Dampaknya, Kotabaru FC berhak melaju ke babak semifinal Piala Soeratin U17 Zona Kalsel sebagai juara grup A diikuti Peseban Banjarmasin sebagai runner up.

Persebaru kemudian mengeluarkan tanggapan. Dalam surat tertanggal 12 Januari yang diteken ketua dan sekretaris klub, Wartono dan Windi Novianto, Persebaru menyatakan menolak sanksi tersebut.

Baca Juga :  Bermain di Bawah Tekanan, Peseban Takluk Oleh Penalti

Alasannya, penilaian PSSI dianggap tidak sesuai dan tidak memenuhi pasal yang dijadikan dasar keputusan.

“Persebaru tidak melanggar pasal yang disebutkan,” bunyi poin pertama dalam surat jawaban Persebaru.

Dalam tafsiran Persebaru, pasal itu menggunakan kata sambung “dan”. Artinya, dalam bahasa hukum, pasal itu memuat kalimat yang harus dipenuhi secara utuh.

“Sementara, Persebaru tidak dalam kondisi memenuhi utuh kalimat dalam pasal tersebut,” tegas Wartono yang tak lain Wakil Wali Kota Banjarbaru tersebut.

Dijabarkannya, pemain-pemain Persebaru tidak bermain untuk dua klub yang berbeda sebagaimana yang disebutkan. Karena para pemain telah menjalani proses perpindahan sesuai regulasi.

Dibuktikan dengan dokumen surat keluar pemain dari klub lama, surat penerimaan pemain dari Persebaru, bahkan ada sertifikat pengesahan dari PSSI.

“Perpindahan pemain sudah benar. Sehingga pasal itu tidak bisa dikenakan,” lanjut Wartono.

Baca Juga :  Skuat Banua Putra U-13 Tersingkir di Senayan

Ditambahkan, keikutsertaan Persebaru mengacu pada regulasi yang dikeluarkan Asprov PSSI Kalsel. Di mana pada poin empat disampaikan perihal pendaftaran klub, pemain dan official melalui aplikasi SIAP (Sistem Informasi dan Administrasi PSSI).

“Melalui SIAP, dinyatakan sah 100 persen oleh PSSI pusat,” tutup Wartono dengan menyertakan bukti-bukti terlampir.

Intinya, Persebaru berharap PSSI dapat mengoreksi keputusannya serta menganulir sanksi yang telah dikeluarkan.

Surat sanggahan dari Persebaru ini pun membuat laga semifinal Piala Soeratin U17 yang seharusnya digelar kemarin (13/1) ditunda. Penundaan dikabarkan lewat surat yang diteken Sekretaris Asprov PSSI Kalsel, Baktiansyah.

“Karena ada banding yang diajukan Persebaru atas putusan komdis tentang pertandingan-pertandingan di grup A, maka semifinal ditunda,” tulisnya.

“Penundaan berlanjut sampai terbitnya surat keputusan PSSI berikutnya,” tutupnya. (bir/gr/fud)

BANJARMASIN – Langkah Persebaru Banjarbaru U17 menuju babak semifinal Piala Soeratin U-17 zona Kalsel terjegal.

Tampil apik dan meraih poin sempurna di babak penyisihan, Persebaru justru dijatuhi sanksi. Mengacu pada surat keputusan yang diteken Ketua Komisi Disiplin Asprov PSSI Kalsel, Bujino A Salan pada 11 Januari lalu.

“Bahwa pada ketiga pertandingan di babak grup, Persebaru menurunkan pemain yang telah bermain di klub Bone Pro FC pada Piala Soeratin U17 Asprov PSSI Jawa Barat,” tulisnya.

Diputuskan, ketiga kemenangan Persebaru di babak grup dibatalkan dan dinyatakan kalah 0-3.

Dampaknya, Kotabaru FC berhak melaju ke babak semifinal Piala Soeratin U17 Zona Kalsel sebagai juara grup A diikuti Peseban Banjarmasin sebagai runner up.

Persebaru kemudian mengeluarkan tanggapan. Dalam surat tertanggal 12 Januari yang diteken ketua dan sekretaris klub, Wartono dan Windi Novianto, Persebaru menyatakan menolak sanksi tersebut.

Baca Juga :  U-17 Kotabaru FC Tambah Amunisi ke Malang

Alasannya, penilaian PSSI dianggap tidak sesuai dan tidak memenuhi pasal yang dijadikan dasar keputusan.

“Persebaru tidak melanggar pasal yang disebutkan,” bunyi poin pertama dalam surat jawaban Persebaru.

Dalam tafsiran Persebaru, pasal itu menggunakan kata sambung “dan”. Artinya, dalam bahasa hukum, pasal itu memuat kalimat yang harus dipenuhi secara utuh.

“Sementara, Persebaru tidak dalam kondisi memenuhi utuh kalimat dalam pasal tersebut,” tegas Wartono yang tak lain Wakil Wali Kota Banjarbaru tersebut.

Dijabarkannya, pemain-pemain Persebaru tidak bermain untuk dua klub yang berbeda sebagaimana yang disebutkan. Karena para pemain telah menjalani proses perpindahan sesuai regulasi.

Dibuktikan dengan dokumen surat keluar pemain dari klub lama, surat penerimaan pemain dari Persebaru, bahkan ada sertifikat pengesahan dari PSSI.

“Perpindahan pemain sudah benar. Sehingga pasal itu tidak bisa dikenakan,” lanjut Wartono.

Baca Juga :  Taklukkan Persipal, Kotabaru FC Buka Asa di Piala Soeratin U-17

Ditambahkan, keikutsertaan Persebaru mengacu pada regulasi yang dikeluarkan Asprov PSSI Kalsel. Di mana pada poin empat disampaikan perihal pendaftaran klub, pemain dan official melalui aplikasi SIAP (Sistem Informasi dan Administrasi PSSI).

“Melalui SIAP, dinyatakan sah 100 persen oleh PSSI pusat,” tutup Wartono dengan menyertakan bukti-bukti terlampir.

Intinya, Persebaru berharap PSSI dapat mengoreksi keputusannya serta menganulir sanksi yang telah dikeluarkan.

Surat sanggahan dari Persebaru ini pun membuat laga semifinal Piala Soeratin U17 yang seharusnya digelar kemarin (13/1) ditunda. Penundaan dikabarkan lewat surat yang diteken Sekretaris Asprov PSSI Kalsel, Baktiansyah.

“Karena ada banding yang diajukan Persebaru atas putusan komdis tentang pertandingan-pertandingan di grup A, maka semifinal ditunda,” tulisnya.

“Penundaan berlanjut sampai terbitnya surat keputusan PSSI berikutnya,” tutupnya. (bir/gr/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/