alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

200 Murnya Raib, Jembatan Bromo Masih Aman Dilintasi

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaporkan kasus raibnya ratusan mur Jembatan Antasan Bromo ke polisi.

“Kemarin (9/1) kami laporkan ke Polsek Banjarmasin Selatan,” ungkap Plt Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Rini Subantari, kemarin (11/1).

Copot sendiri atau dicuri, menurutnya biarlah kepolisian yang menyelidiki.

Dalam peninjauan ke jembatan gantung di Kelurahan Mantuil itu, terungkap ada 200 mur yang hilang.

“Seratus buah di sisi kiri, seratus lagi di sisi kanan. Kerugian yang ditimbulkan ditaksir senilai Rp3.860.000,” sebutnya.

Saat ini, kontraktor sudah memesan mur baru. “Biaya penggantiannya ditanggung kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan,” jelas Rini.

“Informasi terakhir, hari ini mur itu dikirim dari Jakarta. Kemungkinan dipasang awal pekan depan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Slogan dan Logo HST Tidak Ada di Gerbang Perbatasan

Menghindari terulangnya peristiwa serupa, setiap mur baru akan dilas. “Kami juga bekerja sama dengan Diskominfotik untuk pemasangan kamera CCTV di sekitar jembatan,” tutupnya.

Terkecuali Kalau Dibiarkan

Ratusan mur itu berfungsi sebagai pengaman batang penggantung kabel jembatan. Lebih ke pengaman tambahan. Meneruskan gaya atau beban yang diterima kabel baja utama jembatan.

Batang penggantung itu juga penghubung antara lantai jembatan dengan kabel utama. Apalagi, lebih banyak jumlah mur yang hilang ketimbang yang masih terpasang.

Lantas, apakah jembatan gantung menuju Pulau Bromo di Sungai Barito itu masih aman untuk dilintasi?

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Rini Subantari menjawab, pengguna jembatan tak perlu khawatir. Senada dengan klaim Kepala Bidang Jembatan PUPR, Thomas Sigit Mugiarto.

Baca Juga :  Jalan Liang Anggang- Bati-Bati Masih Penuh Lumpur

“Konstruksinya didesain sedemikian rupa supaya tidak mudah terlepas. Jadi untuk sementara tidak apa-apa,” jelas Sigit.

Namun, jika terus-menerus dilintasi beban berat, goyangan jembatan akan membuat baut-baut tanpa mur itu semakin longgar dan aus.

Kalau sudah begitu, menurut Sigit, bisa saja baut-baut itu terlepas. “Tapi, sekali lagi, masih aman dilewati. Tidak masalah. Begitu mur-mur baru datang, akan langsung dipasang,” tegasnya.

“Jadi, kemungkinannya tak sampai sejauh itu, roboh atau terlepas. Terkecuali dibiarkan terlalu lama tanpa perbaikan,” tambahnya.

Jembatan gantung ini dibangun mulai Mei sampai Desember 2020. Anggarannya mencapai Rp43 miliar. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaporkan kasus raibnya ratusan mur Jembatan Antasan Bromo ke polisi.

“Kemarin (9/1) kami laporkan ke Polsek Banjarmasin Selatan,” ungkap Plt Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Rini Subantari, kemarin (11/1).

Copot sendiri atau dicuri, menurutnya biarlah kepolisian yang menyelidiki.

Dalam peninjauan ke jembatan gantung di Kelurahan Mantuil itu, terungkap ada 200 mur yang hilang.

“Seratus buah di sisi kiri, seratus lagi di sisi kanan. Kerugian yang ditimbulkan ditaksir senilai Rp3.860.000,” sebutnya.

Saat ini, kontraktor sudah memesan mur baru. “Biaya penggantiannya ditanggung kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan,” jelas Rini.

“Informasi terakhir, hari ini mur itu dikirim dari Jakarta. Kemungkinan dipasang awal pekan depan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Cegah Abrasi Sungai, Desa Tangga Ulin Bakal Nikmati Konstruksi Pile Slab

Menghindari terulangnya peristiwa serupa, setiap mur baru akan dilas. “Kami juga bekerja sama dengan Diskominfotik untuk pemasangan kamera CCTV di sekitar jembatan,” tutupnya.

Terkecuali Kalau Dibiarkan

Ratusan mur itu berfungsi sebagai pengaman batang penggantung kabel jembatan. Lebih ke pengaman tambahan. Meneruskan gaya atau beban yang diterima kabel baja utama jembatan.

Batang penggantung itu juga penghubung antara lantai jembatan dengan kabel utama. Apalagi, lebih banyak jumlah mur yang hilang ketimbang yang masih terpasang.

Lantas, apakah jembatan gantung menuju Pulau Bromo di Sungai Barito itu masih aman untuk dilintasi?

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Rini Subantari menjawab, pengguna jembatan tak perlu khawatir. Senada dengan klaim Kepala Bidang Jembatan PUPR, Thomas Sigit Mugiarto.

Baca Juga :  Sopir Bus Banjarbakula Jadi Korban, Pelakunya Penumpang Sendiri

“Konstruksinya didesain sedemikian rupa supaya tidak mudah terlepas. Jadi untuk sementara tidak apa-apa,” jelas Sigit.

Namun, jika terus-menerus dilintasi beban berat, goyangan jembatan akan membuat baut-baut tanpa mur itu semakin longgar dan aus.

Kalau sudah begitu, menurut Sigit, bisa saja baut-baut itu terlepas. “Tapi, sekali lagi, masih aman dilewati. Tidak masalah. Begitu mur-mur baru datang, akan langsung dipasang,” tegasnya.

“Jadi, kemungkinannya tak sampai sejauh itu, roboh atau terlepas. Terkecuali dibiarkan terlalu lama tanpa perbaikan,” tambahnya.

Jembatan gantung ini dibangun mulai Mei sampai Desember 2020. Anggarannya mencapai Rp43 miliar. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/