alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Vaksinasi Lansia dengan Stimulus Sembako

CSR Kurang, ASN Diminta Menyumbang

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin menyediakan dua ribu paket sembako. Diberikan kepada warga lanjut usia yang bersedia disuntik vaksin COVID-19.

“Paket-paket ini bantuan dari CSR (dana tanggung jawab sosial korporat) Bank Kalsel dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena kami tidak punya anggaran untuk menyediakannya,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto, kemarin (10/1).

Ribuan paket itu berada di markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dalam distribusinya, per kecamatan dijatah 300 paket. Sisanya, sebanyak 500 paket disimpan di Balai Kota.

Namun, mengingat targetnya adalah 7.500 lebih lansia, bantuan dari CSR itu masih jauh dari kurang.
Pemko masih harus menyediakan lima ribu paket tambahan. “Kami meminta sumbangan ASN dari setiap SKPD. Sukarela saja, tidak diwajibkan,” tegas Iwan.

Baca Juga :  Migor Oh Migor... Harga Sudah Melambung, Tapi Tetap Sulit Dicari

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin, Ikhsan Budiman menyatakan, target pemko adalah 60 persen lansia.

“Saat ini baru 44 persen. Sampai tanggal 14 Januari, lansia yang bervaksin akan dikasih stimulus sembako,” ujarnya.

“Ketika sudah tercapai 60 persen, maka pemko bisa memulai vaksinasi anak 6-11 tahun,” tambahnya.
Selain pemberian stimulus, titik vaksinasi juga diperbanyak. Ada di musala, bahkan mengetuk pintu-pintu rumah warga.

Wali kota juga mewajibkan setiap lurah dan kepala dinas membawa lansia untuk divaksin. Seorang lurah wajib membawa sebanyak 50 lansia per hari. Sedangkan seorang kepala SKDP, minimal 10 lansia per hari.

Lantas, apakah ada sanksi bagi pejabat yang tak sanggup menjalankan kewajiban itu? Ikhsan mengelak, menegaskan sudah menjadi tanggung jawab bawahan untuk mematuhi instruksi pimpinannya. “Intinya harus dilaksanakan,” jawabnya. (war/at/fud)

Baca Juga :  Ribuan Dosis AstraZeneca Kedaluwarsa

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin menyediakan dua ribu paket sembako. Diberikan kepada warga lanjut usia yang bersedia disuntik vaksin COVID-19.

“Paket-paket ini bantuan dari CSR (dana tanggung jawab sosial korporat) Bank Kalsel dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena kami tidak punya anggaran untuk menyediakannya,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto, kemarin (10/1).

Ribuan paket itu berada di markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dalam distribusinya, per kecamatan dijatah 300 paket. Sisanya, sebanyak 500 paket disimpan di Balai Kota.

Namun, mengingat targetnya adalah 7.500 lebih lansia, bantuan dari CSR itu masih jauh dari kurang.
Pemko masih harus menyediakan lima ribu paket tambahan. “Kami meminta sumbangan ASN dari setiap SKPD. Sukarela saja, tidak diwajibkan,” tegas Iwan.

Baca Juga :  14.499 KPM di Batola Terima BLT Minyak Goreng

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin, Ikhsan Budiman menyatakan, target pemko adalah 60 persen lansia.

“Saat ini baru 44 persen. Sampai tanggal 14 Januari, lansia yang bervaksin akan dikasih stimulus sembako,” ujarnya.

“Ketika sudah tercapai 60 persen, maka pemko bisa memulai vaksinasi anak 6-11 tahun,” tambahnya.
Selain pemberian stimulus, titik vaksinasi juga diperbanyak. Ada di musala, bahkan mengetuk pintu-pintu rumah warga.

Wali kota juga mewajibkan setiap lurah dan kepala dinas membawa lansia untuk divaksin. Seorang lurah wajib membawa sebanyak 50 lansia per hari. Sedangkan seorang kepala SKDP, minimal 10 lansia per hari.

Lantas, apakah ada sanksi bagi pejabat yang tak sanggup menjalankan kewajiban itu? Ikhsan mengelak, menegaskan sudah menjadi tanggung jawab bawahan untuk mematuhi instruksi pimpinannya. “Intinya harus dilaksanakan,” jawabnya. (war/at/fud)

Baca Juga :  Liburan, Mengerem Laju Vaksinasi Anak

Most Read

Artikel Terbaru

/