alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

PTM Bisa Dihentikan Kalau Kasus Naik, Sekolah Diminta Disiplin Prokes

Kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus bertambah. Melihat kondisi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel meminta agar sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

****

“Dalam upaya menyikapi adanya varian baru Covid-19 yakni Omicron, maka kami minta perhatian Kepala Satuan Pendidikan SMA, SMK, SLB agar disiplin menerapkan prokes secara ketat,” kata Kepala Disdikbud Kalsel, M Yusuf Effendi, kemarin.

Selain itu, dia meminta supaya kapasitas ruang belajar hanya 50 persen. Meski sesuai SKB 4 Menteri dan SOP kapasitas bisa lebih, jika jumlah peserta didik yang sudah divaksin di atas 80 persen. “Agar anak-anak masih bisa jaga jarak,” paparnya.

Seandainya ke depan kasus Covid-19 di Kalsel meningkat, maka Yusuf menegaskan Disdikbud Kalsel siap menyesuaikan dengan kebijakan Satgas Covid-19 nasional terkait ketentuan PTM. “Bahkan siap menunda PTM atau menghentikan PTM dan menggantinya dengan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) atau secara daring kembali,” tegasnya.

Saat ini ujar dia, seluruh satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB di Kalsel telah menggelar PTM setelah keluarnya rekomendasi Satgas Covid-19 serta persetujuan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.

Baca Juga :  Satu Bayi Dirawat Karena Covid-19, Ruang Isolasi RSDI Terisi Lagi

Sekolah yang buka juga sudah memenuhi syarat yang ditentukan, yakni mengisi daftar periksa melalui aplikasi Kemendikbudristek, menyertakan surat persetujuan orang tua/wali siswa tentang PTM, serta menyiapkan dan melengkapi protokol kesehatan.

“Kemudian kapasitas ruangan untuk peserta didik dalam pembelajaran hanya 50 persen. Serta seluruh guru dan siswa sudah divaksin,” beber Yusuf.

Selain dalam rangka menjamin ketaatan sekolah atas ketentuan tersebut, dia menyebut telah ditugaskan koordinator pengawas bersama pengawas pembina untuk memonitor serta membina satuan pendidikan agar taat pada ketentuan yang ada. “Utamanya menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” sebutnya.

Terkait kasus Covid-19 varian Omicron, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sedang mengantisipasi menghadapi kemungkinan masuknya virus corona varian baru tersebut.

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar mengaku telah meminta dinas terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. “Saya ingin Dinas Kesehatan dan pihak terkait segera merumuskan langkah yang tepat menghadapi penyebaran virus varian Omicron ini,” katanya.

Baca Juga :  Anggaran Covid Pemprov Kalsel Belum Melandai

Langkah-langkah tersebut misalnya, ujar dia, kembali menyiagakan seluruh rumah sakit di provinsi maupun kabupaten serta tim medis di masing-masing daerah. “Lalu mengecek ketersediaan oksigen dan peralatan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Roy menambahkan, bila diperlukan Pemprov Kalsel siap membuka kembali gedung isolasi terpusat yang kini sudah ditutup. “Kebijakan lain yang perlu dikaji yaitu melakukan tes PCR bagi penumpang di pelabuhan maupun di bandara,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel M Muslim menuturkan, pihaknya segera mengkaji terkait antisipasi masuknya varian Omicorn di Kalsel, mengingat virus varian baru ini sudah masuk di beberapa daerah di Indonesia. “Apa yang disampaikan Pak Sekda penting untuk segera dikaji kembali untuk menetapkan kebijakan selanjutnya,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya akan kembali mengaktifkan testing untuk mengantisipasi masuknya varian baru tersebut. (ris/by/ran)

Kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus bertambah. Melihat kondisi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel meminta agar sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

****

“Dalam upaya menyikapi adanya varian baru Covid-19 yakni Omicron, maka kami minta perhatian Kepala Satuan Pendidikan SMA, SMK, SLB agar disiplin menerapkan prokes secara ketat,” kata Kepala Disdikbud Kalsel, M Yusuf Effendi, kemarin.

Selain itu, dia meminta supaya kapasitas ruang belajar hanya 50 persen. Meski sesuai SKB 4 Menteri dan SOP kapasitas bisa lebih, jika jumlah peserta didik yang sudah divaksin di atas 80 persen. “Agar anak-anak masih bisa jaga jarak,” paparnya.

Seandainya ke depan kasus Covid-19 di Kalsel meningkat, maka Yusuf menegaskan Disdikbud Kalsel siap menyesuaikan dengan kebijakan Satgas Covid-19 nasional terkait ketentuan PTM. “Bahkan siap menunda PTM atau menghentikan PTM dan menggantinya dengan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) atau secara daring kembali,” tegasnya.

Saat ini ujar dia, seluruh satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB di Kalsel telah menggelar PTM setelah keluarnya rekomendasi Satgas Covid-19 serta persetujuan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.

Baca Juga :  BIN Kalsel Fasilitasi Vaksin Booster untuk Warga HST

Sekolah yang buka juga sudah memenuhi syarat yang ditentukan, yakni mengisi daftar periksa melalui aplikasi Kemendikbudristek, menyertakan surat persetujuan orang tua/wali siswa tentang PTM, serta menyiapkan dan melengkapi protokol kesehatan.

“Kemudian kapasitas ruangan untuk peserta didik dalam pembelajaran hanya 50 persen. Serta seluruh guru dan siswa sudah divaksin,” beber Yusuf.

Selain dalam rangka menjamin ketaatan sekolah atas ketentuan tersebut, dia menyebut telah ditugaskan koordinator pengawas bersama pengawas pembina untuk memonitor serta membina satuan pendidikan agar taat pada ketentuan yang ada. “Utamanya menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” sebutnya.

Terkait kasus Covid-19 varian Omicron, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sedang mengantisipasi menghadapi kemungkinan masuknya virus corona varian baru tersebut.

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar mengaku telah meminta dinas terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. “Saya ingin Dinas Kesehatan dan pihak terkait segera merumuskan langkah yang tepat menghadapi penyebaran virus varian Omicron ini,” katanya.

Baca Juga :  Omicron Diduga Sudah Masuki Kalsel, Satgas: Keterisian Bed Masih Sangat Aman

Langkah-langkah tersebut misalnya, ujar dia, kembali menyiagakan seluruh rumah sakit di provinsi maupun kabupaten serta tim medis di masing-masing daerah. “Lalu mengecek ketersediaan oksigen dan peralatan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Roy menambahkan, bila diperlukan Pemprov Kalsel siap membuka kembali gedung isolasi terpusat yang kini sudah ditutup. “Kebijakan lain yang perlu dikaji yaitu melakukan tes PCR bagi penumpang di pelabuhan maupun di bandara,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel M Muslim menuturkan, pihaknya segera mengkaji terkait antisipasi masuknya varian Omicorn di Kalsel, mengingat virus varian baru ini sudah masuk di beberapa daerah di Indonesia. “Apa yang disampaikan Pak Sekda penting untuk segera dikaji kembali untuk menetapkan kebijakan selanjutnya,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya akan kembali mengaktifkan testing untuk mengantisipasi masuknya varian baru tersebut. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/