alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Utamakan Peran Jadi Istri dan Ibu

Menjadi istri Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar M Hilman, membuat aktivitas Tantri Verawati semakin padat dari biasanya. Namun dia lebih mengutamakan perannya sebagai seorang istri dan ibu.

****

Ditemui di kediamannya di Jalan SMA Martapura, Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Tantri Verawati bersama suaminya: M Hilman menyambut wartawan Radar Banjarmasin dengan ramah.

Wanita berusia 38 tahun tersebut dengan senang hati menceritakan bagaimana aktivitasnya menjadi istri seorang Sekda Banjar.

Dia mengungkapkan, sekarang dirinya berusaha menjalani aktivitas secara seimbang. Antara di rumah dan di luar rumah. “Berusaha balance, tidak meninggalkan semua yang dulu. Tapi kegiatan di luar dikurangi untuk suami dan anak,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan yang paling utama adalah mendampingi suami dan anak. Sehingga, dia tidak ingin aktivitas lain menggeser perannya itu. “Itu juga yang saya tekankan di ibu-ibu anggota DWP (Dharma Wanita Persatuan),” ujarnya.

Salah satu aktivitas yang dia jalankan menjadi seorang istri Sekda ialah menjadi Ketua DWP Banjar dan menggerakkan serta mengaktifkan organisasi ini. “Baik DWP di unit dinas hingga BUMD,” papar wanita kelahiran Yogyakarta tersebut.

DWP sendiri merupakan sebuah organisasi yang beranggotakan istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tantri menyebut, ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan DWP guna mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas anggota. “Kegiatannya berupa pelatihan, kunjungan dan sosial,” sebutnya.

Baca Juga :  Bangga Jadi Cucu Perancang Kota Banjarbaru

Di samping itu, dia menyampaikan, DWP Banjar juga biasanya melaksanakan beberapa kegiatan bekerjasama dengan dinas-dinas. “Misal dengan Dinas Pendidikan melaksanakan lomba penulisan. Lalu dengan Dinas Sosial menyambangi panti jompo,” ucapnya.

DWP Banjar juga ujar Tantri terus membangun hubungan dengan DWP Kalsel melalui pertemuan-pertemuan. “Setiap bulan ada pertemuan, tujuan utama mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Melalui DWP juga, dia menyampaikan, para istri ASN dapat mendukung para suami yang bekerja melayani masyarakat. Karena dukungan istri menurutnya mempengaruhi kinerja suami. “Di DWP kita juga saling sharing terkait etika menjadi istri ASN. Apa saja yang tidak boleh dilakukan,” ucapnya.

Di luar kegiatan DWP, Tantri menyampaikan, dirinya banyak meluangkan waktu untuk anak-anak. “Karena ada tiga anak yang masih harus diperhatikan,” ucapnya.

Ketiga anaknya ujar dia masih bersekolah, sehingga perlu banyak bimbingan ketika mengikuti pembelajaran secara daring selama pandemi Covid-19. “Anak pertama kelas 3 SMA, lalu anak kedua kelas 6 SD dan yang kecil masih TK,” papar Tantri.

Baca Juga :  Mengenang Perintis Jalan di Kalsel

Terkait pendidikan ketiga anaknya tersebut, menurutnya harus dirinya yang lebih banyak meluangkan waktu. Agar suaminya dapat fokus melayani masyarakat menjadi seorang Sekda. “Jadi masalah tugas sekolah, berdiskusi dengan guru dan lain-lain saya yang melakukan,” ujarnya.

Tantri menuturkan, selama belajar masih secara online, anak-anak harus tetap didampingi. Karena memegang internet tanpa diawasi bahaya bagi anak-anak.

Di luar itu, meski lebih banyak meluangkan waktu untuk suami dan anak, Tantri ternyata masih menyisihkan waktu mengajar sebagai seorang dosen tidak tetap di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. “Sekarang belajarnya masih online, jadi masih bisa ngajar,” paparnya.

Dia memutuskan masih mengajar, agar bisa berbagi ilmu dan pengalaman ke banyak orang. “Saya senang sharing dan ngajar, karena berbagi pengalaman dan ilmu bisa mengobati kita,” kata Tantri.

Di samping itu, dirinya juga masih meluangkan waktu menjadi pemateri di sejumlah pelatihan yang digelar oleh beberapa lembaga.

Terakhir dirinya memberi materi terkait membangun personal branding di Polda Kalsel. “Saya jelaskan bagaimana pentingnya menjaga branding kepolisian. Karena lembaga ini disorot publik dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Tantri. (ris/by/ran)

Menjadi istri Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar M Hilman, membuat aktivitas Tantri Verawati semakin padat dari biasanya. Namun dia lebih mengutamakan perannya sebagai seorang istri dan ibu.

****

Ditemui di kediamannya di Jalan SMA Martapura, Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Tantri Verawati bersama suaminya: M Hilman menyambut wartawan Radar Banjarmasin dengan ramah.

Wanita berusia 38 tahun tersebut dengan senang hati menceritakan bagaimana aktivitasnya menjadi istri seorang Sekda Banjar.

Dia mengungkapkan, sekarang dirinya berusaha menjalani aktivitas secara seimbang. Antara di rumah dan di luar rumah. “Berusaha balance, tidak meninggalkan semua yang dulu. Tapi kegiatan di luar dikurangi untuk suami dan anak,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan yang paling utama adalah mendampingi suami dan anak. Sehingga, dia tidak ingin aktivitas lain menggeser perannya itu. “Itu juga yang saya tekankan di ibu-ibu anggota DWP (Dharma Wanita Persatuan),” ujarnya.

Salah satu aktivitas yang dia jalankan menjadi seorang istri Sekda ialah menjadi Ketua DWP Banjar dan menggerakkan serta mengaktifkan organisasi ini. “Baik DWP di unit dinas hingga BUMD,” papar wanita kelahiran Yogyakarta tersebut.

DWP sendiri merupakan sebuah organisasi yang beranggotakan istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tantri menyebut, ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan DWP guna mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas anggota. “Kegiatannya berupa pelatihan, kunjungan dan sosial,” sebutnya.

Baca Juga :  Kangen Berat ke Kampus

Di samping itu, dia menyampaikan, DWP Banjar juga biasanya melaksanakan beberapa kegiatan bekerjasama dengan dinas-dinas. “Misal dengan Dinas Pendidikan melaksanakan lomba penulisan. Lalu dengan Dinas Sosial menyambangi panti jompo,” ucapnya.

DWP Banjar juga ujar Tantri terus membangun hubungan dengan DWP Kalsel melalui pertemuan-pertemuan. “Setiap bulan ada pertemuan, tujuan utama mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Melalui DWP juga, dia menyampaikan, para istri ASN dapat mendukung para suami yang bekerja melayani masyarakat. Karena dukungan istri menurutnya mempengaruhi kinerja suami. “Di DWP kita juga saling sharing terkait etika menjadi istri ASN. Apa saja yang tidak boleh dilakukan,” ucapnya.

Di luar kegiatan DWP, Tantri menyampaikan, dirinya banyak meluangkan waktu untuk anak-anak. “Karena ada tiga anak yang masih harus diperhatikan,” ucapnya.

Ketiga anaknya ujar dia masih bersekolah, sehingga perlu banyak bimbingan ketika mengikuti pembelajaran secara daring selama pandemi Covid-19. “Anak pertama kelas 3 SMA, lalu anak kedua kelas 6 SD dan yang kecil masih TK,” papar Tantri.

Baca Juga :  Sebelum Berpulang, H Abidin Sempat Telpon Rudy Ariffin Tanya Kabar

Terkait pendidikan ketiga anaknya tersebut, menurutnya harus dirinya yang lebih banyak meluangkan waktu. Agar suaminya dapat fokus melayani masyarakat menjadi seorang Sekda. “Jadi masalah tugas sekolah, berdiskusi dengan guru dan lain-lain saya yang melakukan,” ujarnya.

Tantri menuturkan, selama belajar masih secara online, anak-anak harus tetap didampingi. Karena memegang internet tanpa diawasi bahaya bagi anak-anak.

Di luar itu, meski lebih banyak meluangkan waktu untuk suami dan anak, Tantri ternyata masih menyisihkan waktu mengajar sebagai seorang dosen tidak tetap di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. “Sekarang belajarnya masih online, jadi masih bisa ngajar,” paparnya.

Dia memutuskan masih mengajar, agar bisa berbagi ilmu dan pengalaman ke banyak orang. “Saya senang sharing dan ngajar, karena berbagi pengalaman dan ilmu bisa mengobati kita,” kata Tantri.

Di samping itu, dirinya juga masih meluangkan waktu menjadi pemateri di sejumlah pelatihan yang digelar oleh beberapa lembaga.

Terakhir dirinya memberi materi terkait membangun personal branding di Polda Kalsel. “Saya jelaskan bagaimana pentingnya menjaga branding kepolisian. Karena lembaga ini disorot publik dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Tantri. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/