alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

15 Kawasan Sudah Terendam, Puncak Banjir Rob 6-7 Januari

BANJARMASIN – Permukiman dan jalan raya di Kota Banjarmasin kembali diterjang banjir rob. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), setidaknya ada 15 lokasi yang terdampak peningkatan permukaan air sungai itu.

Koordinator lapangan monitoring banjir rob di BPBD, Andy Putra mengatakan, ketinggian air berkisar dari 10 hingga 50 sentimeter.

“Wilayah yang terdampak rob kali ini masih sama seperti yang terjadi pada awal Desember lalu. Tapi kali ini dalam intensitas sedang,” jelasnya, kemarin (4/1).

Kawasan yang terdampak antara lain, di Banjarmasin Timur meliputi Jalan Banua Anyar, Jalan Keramat Raya, dan Sungai Bilu dengan ketinggian air 5-10 sentimeter.

Kemudian di Banjarmasin Selatan meliputi Jalan Kelayan B, Jalan Prona I, II dan III dengan ketinggian air 10-15 sentimeter.

Selanjutnya di Banjarmasin Tengah mencakup Jalan Jafri Zamzam dengan ketinggian air 10-15 sentimeter. Sementara di Jalan Sungai Mesa alias Kampung Sasirangan, sudah mencapai 20-25 sentimeter.

Lalu untuk Banjarmasin Utara terjadi di Sungai Jingah, Simpang Tiga Surgi Mufti, Sungai Miai, Jalan Pangeran dan Kompleks Purnama Permai. Rata-rata ketinggian genangan 10-15 sentimeter.

Terakhir di Banjarmasin Barat, limpasan air merendam kawasan Simpang Anem setinggi 10-20 sentimeter. Di Jalan Cendrawasih, muncul genangan 15-25 sentimeter. Dan di Jalan Pembangunan Ujung setinggi 30-40 sentimeter.

Baca Juga :  2 Desa di Kecamatan Takisung Terendam

“Paling parah di Jalan Bandarmasih, ketinggian airnya sudah mencapai setengah meter,” sebut Andy.

Paling parah adalah Banjarmasin Barat. 55 persen wilayahnya terendam. Untungnya tak separah rob yang terakhir. “Karena tidak dibarengi hujan. Seandainya tadi malam Banjarmasin diguyur hujan, bisa jadi genangan bakal lebih dalam,” tekannya.

Ditekankannya, banjir saat ini murni karena fenomena pasang air laut dan sungai. Bukan banjir kiriman dari daerah tetangga. Sebab, banjir yang menimpa Pekauman Ulu dan Martapura di Kabupaten Banjar sudah mulai surut.

“Di daerah Sungai Berangas (Kabupaten Banjar), sungainya terpecah lagi. Ada yang menuju arah Kabupaten Barito Kuala. Jadi dampaknya hanya terasa di sana (Batola) saja,” jelasnya.

Mengacu prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), permukaan air di Banjarmasin mencapai 2,4 MDPL (meter di atas permukaan air laut).

Tapi dari pantauan di pintu air samping markas BPBD, ketinggian permukaan Sungai Martapura saat ini mencapai 1,55 MDPL.

Baca Juga :  Desa Mangunang Seberang Terendam

“Pantauan sekitar jam 11 malam. Pasang sejak mulai jam 8 malam dan baru mulai turun melewati jam 12 malam,” ujarnya.

Diprediksi, puncak pasang akan terjadi pada Kamis (6/1) dan Jumat (7/1).

BPBD meminta warga yang tinggal di bantaran sungai untuk lebih berhati-hati. Terutama, perhatikan colokan listrik dan barang elektronik untuk dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi.

Termasuk juga ancaman binatang, seperti biawak atau ular yang memasuki rumah warga. “Tim Animal Rescue siap membantu sewaktu-waktu diperlukan,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Fahrurrazi menekankan banjir kali ini tak ada sangkut pautnya dengan banjir kiriman. “Murni pasang surut air laut,” ujarnya.

Saat ini, BPBD terus menghimpun dan memverifikasi laporan dari kelurahan dan kecamatan. Data ini akan menentukan, daerah mana yang membutuhkan pendirikan posko bencana. Yang dilengkapi dapur umum dan tenda pengungsi.

“Tak bisa sembarangan, terutama untuk mendirikan tempat pengungsian. Karena harus melihat fasilitas MCK-nya,” jelasnya.

Sekarang, tinggal berharap daerah terdekat tak kebanjiran. “Kalau Banjar tidak kebanjiran, maka Banjarmasin aman-aman saja. Tapi status kebencanaan belum berubah, masih di posisi siaga darurat,” pungkasnya. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Permukiman dan jalan raya di Kota Banjarmasin kembali diterjang banjir rob. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), setidaknya ada 15 lokasi yang terdampak peningkatan permukaan air sungai itu.

Koordinator lapangan monitoring banjir rob di BPBD, Andy Putra mengatakan, ketinggian air berkisar dari 10 hingga 50 sentimeter.

“Wilayah yang terdampak rob kali ini masih sama seperti yang terjadi pada awal Desember lalu. Tapi kali ini dalam intensitas sedang,” jelasnya, kemarin (4/1).

Kawasan yang terdampak antara lain, di Banjarmasin Timur meliputi Jalan Banua Anyar, Jalan Keramat Raya, dan Sungai Bilu dengan ketinggian air 5-10 sentimeter.

Kemudian di Banjarmasin Selatan meliputi Jalan Kelayan B, Jalan Prona I, II dan III dengan ketinggian air 10-15 sentimeter.

Selanjutnya di Banjarmasin Tengah mencakup Jalan Jafri Zamzam dengan ketinggian air 10-15 sentimeter. Sementara di Jalan Sungai Mesa alias Kampung Sasirangan, sudah mencapai 20-25 sentimeter.

Lalu untuk Banjarmasin Utara terjadi di Sungai Jingah, Simpang Tiga Surgi Mufti, Sungai Miai, Jalan Pangeran dan Kompleks Purnama Permai. Rata-rata ketinggian genangan 10-15 sentimeter.

Terakhir di Banjarmasin Barat, limpasan air merendam kawasan Simpang Anem setinggi 10-20 sentimeter. Di Jalan Cendrawasih, muncul genangan 15-25 sentimeter. Dan di Jalan Pembangunan Ujung setinggi 30-40 sentimeter.

Baca Juga :  Jalan Tergenang, Lubang Tak Terlihat

“Paling parah di Jalan Bandarmasih, ketinggian airnya sudah mencapai setengah meter,” sebut Andy.

Paling parah adalah Banjarmasin Barat. 55 persen wilayahnya terendam. Untungnya tak separah rob yang terakhir. “Karena tidak dibarengi hujan. Seandainya tadi malam Banjarmasin diguyur hujan, bisa jadi genangan bakal lebih dalam,” tekannya.

Ditekankannya, banjir saat ini murni karena fenomena pasang air laut dan sungai. Bukan banjir kiriman dari daerah tetangga. Sebab, banjir yang menimpa Pekauman Ulu dan Martapura di Kabupaten Banjar sudah mulai surut.

“Di daerah Sungai Berangas (Kabupaten Banjar), sungainya terpecah lagi. Ada yang menuju arah Kabupaten Barito Kuala. Jadi dampaknya hanya terasa di sana (Batola) saja,” jelasnya.

Mengacu prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), permukaan air di Banjarmasin mencapai 2,4 MDPL (meter di atas permukaan air laut).

Tapi dari pantauan di pintu air samping markas BPBD, ketinggian permukaan Sungai Martapura saat ini mencapai 1,55 MDPL.

Baca Juga :  Kelas Terendam, Tetap Belajar

“Pantauan sekitar jam 11 malam. Pasang sejak mulai jam 8 malam dan baru mulai turun melewati jam 12 malam,” ujarnya.

Diprediksi, puncak pasang akan terjadi pada Kamis (6/1) dan Jumat (7/1).

BPBD meminta warga yang tinggal di bantaran sungai untuk lebih berhati-hati. Terutama, perhatikan colokan listrik dan barang elektronik untuk dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi.

Termasuk juga ancaman binatang, seperti biawak atau ular yang memasuki rumah warga. “Tim Animal Rescue siap membantu sewaktu-waktu diperlukan,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Fahrurrazi menekankan banjir kali ini tak ada sangkut pautnya dengan banjir kiriman. “Murni pasang surut air laut,” ujarnya.

Saat ini, BPBD terus menghimpun dan memverifikasi laporan dari kelurahan dan kecamatan. Data ini akan menentukan, daerah mana yang membutuhkan pendirikan posko bencana. Yang dilengkapi dapur umum dan tenda pengungsi.

“Tak bisa sembarangan, terutama untuk mendirikan tempat pengungsian. Karena harus melihat fasilitas MCK-nya,” jelasnya.

Sekarang, tinggal berharap daerah terdekat tak kebanjiran. “Kalau Banjar tidak kebanjiran, maka Banjarmasin aman-aman saja. Tapi status kebencanaan belum berubah, masih di posisi siaga darurat,” pungkasnya. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/