alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Belajar Daring Tak Efektif, Ibnu SIna Beri Lampu Hijau untuk PTM Penuh

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina memberikan lampu hijau untuk membuka sekolah secara penuh.

***

BANJARMASIN – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penuh itu berlaku untuk semua jenjang pendidikan. Dari PAUD, SD dan SMP di Banjarmasin.

“Sudah kami izinkan. Saya rasa, hari ini semestinya sudah bisa dimulai,” kata Ibnu di Balai Kota, kemarin (3/1).

PTM penuh penting untuk mengejar ketertinggalan pelajaran anak-anak. Menurutnya, belajar dan mengajar akan efektif bila ada interaksi antara guru dan murid.

“Ketika serba daring, jujur, harus diakui bahwa yang didapatkan tak seperti belajar pada umumnya,” imbuhnya.

Ditekankannya, keputusan diambil setelah melihat hasil evaluasi Dinas Pendidikan Banjarmasin.

“Agar PTM disegerakan, mumpung awal tahun. Para murid, insyaallah senang. Guru pun demikian,” ujarnya.

Dia berpesan agar para guru menerapkan kebiasaan baru terhadap anak-anak. Contoh mengenakan masker dan mencuci tangan sebelum memasuki kelas.

“Ada kebiasaan-kebiasaan baru yang dulu tidak dilakukan, sekarang dilakukan. Kemudian, guru-guru harus terbiasa memberikan pelajaran yang mengandung wawasan pasca pandemi,” tutupnya.

Selama Jumlah Kasus Tak Mencapai 5 Persen

Terpisah, Disdik telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh pengawas dan kepala sekolah. Baik negeri maupun swasta.

Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menjelaskan, PTM penuh diartikan sekolah dibuka 100 persen dan dibuka setiap hari.

“Durasi belajar maksimal enam jam sehari. Disesuaikan dengan jenjang dan kelas siswa,” terangnya.

“Jadi, tidak ada lagi opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kecuali bagi murid yang terkonfirmasi positif covid, sakit dengan gejala mirip covid, atau kontak erat dengan pasien covid,” sambungnya.

Baca Juga :  Kurang Siswa, 2 Sekolah di HST Akan Ditutup

Selain menerapkan prokes ketat, sekolah juga diminta membuat jadwal kedatangan dan kepulangan murid. Tujuannya menghindari kerumunan pada saat pengantaran dan penjemputan.

Jika muncul penularan di sekolah dengan angka kasus mencapai lima persen dari jumlah siswa, maka PTM di sekolah tersebut bakal dihentikan disdik.

“Kami mengimbau murid untuk membawa bekal makan sendiri. Tak saling meminjamkan alat tulis. Dan melapor kepada guru jika merasa sakit,” tutup Totok. (war/at/fud)

Baru Kelar Pembagian Rapor

Meski Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin sudah memberlakukan PTM penuh sejak kemarin (3/1), bukan berarti seluruh sekolah telah melaksanakannya.

Seperti di SDN Karang Mekar 5 dan SDN Karang Mekar 1. Kedua sekolah yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari itu baru membagikan rapor siswa.

Sekolah pun tampak ramai dengan kedatangan para orang tua murid. Ada yang datang sendirian, ada pula yang memboyong anaknya. Seperti Ummihani yang datang bersama putranya, Hafiz.

Hafiz tampak tak sabar. Siswa kelas V SDN Karang Mekar 5 itu mondar-mandir tak keruan di depan kelas. Menanti guru yang bakal menyerahkan rapornya.

“Pembagian rapornya dijadwal. Jadi tidak berbarengan. Anak saya kena giliran jam 9 pagi,” tutur Ummihani.

Warga Kelurahan Pekapuran Raya itu mengaku bersyukur, sebentar lagi anaknya bisa kembali ke sekolah. Menurutnya, dengan begini pendidikan anaknya bisa lebih terjamin.

Baca Juga :  Tahun ini, Ujian Nasional Kembali Ditiadakan

Maklum, ketika pandemi mengganas, Hafiz dan anak-anak lainnya hanya belajar di rumah secara daring.

“Kakaknya, dari naik ke kelas II SMA sampai lulus tak pernah masuk kelas lagi. Sampai sekarang masih belajar daring ketika sudah kuliah,” keluh Ummihani.

Senada dengan Siti Novita Sari. Orang tua dari M Naufal Sidqi Alfahri yang duduk di kelas I di SDN Karang Mekar 1. Dia menyambut baik PTM penuh.

“Saya sangat setuju. Proses belajar anak bisa lebih terawasi. Tinggal orang tua yang membantu menekankan kepada anak tentang prokes,” tekan warga Kelurahan Sungai Lulut itu.

Terpisah, Kepala SDN Karang Mekar 1, Siti Atini mengakui pihaknya belum menerapkan PTM secara penuh.

Selain adanya pembagian rapor, juga perlu persiapan. Contoh, menata kembali ruang kelas. Lalu menyiapkan sarana untuk mendukung prokes.

“Mungkin perlu dua hari, baru kami menggelar PTM penuh,” ungkap perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala SDN Karang Mekar 5 itu.

Sembari persiapan, PTM masih digelar secara bergiliran. Untuk kelas I-III mulai belajar sejak pukul 07.30 sampai 10.00. Dilanjutkan pukul 10.00 sampai 12.00 untuk kelas IV-VI.

Senada dengan yang diungkapkan Kepala SMPN 33, Syaiful. Di sekolahnya, PTM penuh belum dimulai karena baru menuntaskan pembagian rapor.

“Insyaallah mulai besok (hari ini) sudah turun 100 persen,” tutupnya. (war/at/fud)

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina memberikan lampu hijau untuk membuka sekolah secara penuh.

***

BANJARMASIN – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penuh itu berlaku untuk semua jenjang pendidikan. Dari PAUD, SD dan SMP di Banjarmasin.

“Sudah kami izinkan. Saya rasa, hari ini semestinya sudah bisa dimulai,” kata Ibnu di Balai Kota, kemarin (3/1).

PTM penuh penting untuk mengejar ketertinggalan pelajaran anak-anak. Menurutnya, belajar dan mengajar akan efektif bila ada interaksi antara guru dan murid.

“Ketika serba daring, jujur, harus diakui bahwa yang didapatkan tak seperti belajar pada umumnya,” imbuhnya.

Ditekankannya, keputusan diambil setelah melihat hasil evaluasi Dinas Pendidikan Banjarmasin.

“Agar PTM disegerakan, mumpung awal tahun. Para murid, insyaallah senang. Guru pun demikian,” ujarnya.

Dia berpesan agar para guru menerapkan kebiasaan baru terhadap anak-anak. Contoh mengenakan masker dan mencuci tangan sebelum memasuki kelas.

“Ada kebiasaan-kebiasaan baru yang dulu tidak dilakukan, sekarang dilakukan. Kemudian, guru-guru harus terbiasa memberikan pelajaran yang mengandung wawasan pasca pandemi,” tutupnya.

Selama Jumlah Kasus Tak Mencapai 5 Persen

Terpisah, Disdik telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh pengawas dan kepala sekolah. Baik negeri maupun swasta.

Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menjelaskan, PTM penuh diartikan sekolah dibuka 100 persen dan dibuka setiap hari.

“Durasi belajar maksimal enam jam sehari. Disesuaikan dengan jenjang dan kelas siswa,” terangnya.

“Jadi, tidak ada lagi opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kecuali bagi murid yang terkonfirmasi positif covid, sakit dengan gejala mirip covid, atau kontak erat dengan pasien covid,” sambungnya.

Baca Juga :  Angka Putus Sekolah Tembus 24 Persen di Banjarmasin

Selain menerapkan prokes ketat, sekolah juga diminta membuat jadwal kedatangan dan kepulangan murid. Tujuannya menghindari kerumunan pada saat pengantaran dan penjemputan.

Jika muncul penularan di sekolah dengan angka kasus mencapai lima persen dari jumlah siswa, maka PTM di sekolah tersebut bakal dihentikan disdik.

“Kami mengimbau murid untuk membawa bekal makan sendiri. Tak saling meminjamkan alat tulis. Dan melapor kepada guru jika merasa sakit,” tutup Totok. (war/at/fud)

Baru Kelar Pembagian Rapor

Meski Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin sudah memberlakukan PTM penuh sejak kemarin (3/1), bukan berarti seluruh sekolah telah melaksanakannya.

Seperti di SDN Karang Mekar 5 dan SDN Karang Mekar 1. Kedua sekolah yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari itu baru membagikan rapor siswa.

Sekolah pun tampak ramai dengan kedatangan para orang tua murid. Ada yang datang sendirian, ada pula yang memboyong anaknya. Seperti Ummihani yang datang bersama putranya, Hafiz.

Hafiz tampak tak sabar. Siswa kelas V SDN Karang Mekar 5 itu mondar-mandir tak keruan di depan kelas. Menanti guru yang bakal menyerahkan rapornya.

“Pembagian rapornya dijadwal. Jadi tidak berbarengan. Anak saya kena giliran jam 9 pagi,” tutur Ummihani.

Warga Kelurahan Pekapuran Raya itu mengaku bersyukur, sebentar lagi anaknya bisa kembali ke sekolah. Menurutnya, dengan begini pendidikan anaknya bisa lebih terjamin.

Baca Juga :  Tahun ini, Ujian Nasional Kembali Ditiadakan

Maklum, ketika pandemi mengganas, Hafiz dan anak-anak lainnya hanya belajar di rumah secara daring.

“Kakaknya, dari naik ke kelas II SMA sampai lulus tak pernah masuk kelas lagi. Sampai sekarang masih belajar daring ketika sudah kuliah,” keluh Ummihani.

Senada dengan Siti Novita Sari. Orang tua dari M Naufal Sidqi Alfahri yang duduk di kelas I di SDN Karang Mekar 1. Dia menyambut baik PTM penuh.

“Saya sangat setuju. Proses belajar anak bisa lebih terawasi. Tinggal orang tua yang membantu menekankan kepada anak tentang prokes,” tekan warga Kelurahan Sungai Lulut itu.

Terpisah, Kepala SDN Karang Mekar 1, Siti Atini mengakui pihaknya belum menerapkan PTM secara penuh.

Selain adanya pembagian rapor, juga perlu persiapan. Contoh, menata kembali ruang kelas. Lalu menyiapkan sarana untuk mendukung prokes.

“Mungkin perlu dua hari, baru kami menggelar PTM penuh,” ungkap perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala SDN Karang Mekar 5 itu.

Sembari persiapan, PTM masih digelar secara bergiliran. Untuk kelas I-III mulai belajar sejak pukul 07.30 sampai 10.00. Dilanjutkan pukul 10.00 sampai 12.00 untuk kelas IV-VI.

Senada dengan yang diungkapkan Kepala SMPN 33, Syaiful. Di sekolahnya, PTM penuh belum dimulai karena baru menuntaskan pembagian rapor.

“Insyaallah mulai besok (hari ini) sudah turun 100 persen,” tutupnya. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/