alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Beruntung Berhasil Digagalkan, Sudah 2 Kali Percobaan Penculikan di Banjarmasin

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Banjarmasin meminta sekolah memperketat pengawasan terhadap siswa. Menyusul percobaan penculikan pelajar yang gagal di Banjarmasin Utara, sepekan lewat.

“Baik guru piket maupun satpam sekolah. Kami meminta sekolah memiliki kewaspadaan tinggi,” kata Kepala Bidang Bina SD Disdik Banjarmasin, Nuryadi, kemarin (14/12).

Ditekankannya, Disdik menyikapi dengan serius kasus tersebut. Menghindari kejadian serupa terulang, dalam waktu dekat, Disdik akan mengeluarkan surat edaran. Isinya, meminta sekolah untuk meningkatkan keamanan sekolah.

Selanjutnya, meminta dukungan orang tua, agar lebih disiplin dalam mengantar dan menjemput putra dan putrinya di sekolah.

“Selama masa pembelajaran tatap muka (PTM), waktu siswa masuk dan pulang itu sudah jelas. Untuk SD, pembelajaran hanya diperkenankan hingga jam 12 siang,” tekannya.

“Dengan menjemput anak tepat waktu, anak-anak bisa merasa lebih aman,” tambahnya.

Sisi lain, Nuryadi juga mengingatkan, kasus yang terjadi beberapa waktu lalu dipicu adanya kelalaian orang tua siswa. “Saat kasus itu mencuat, kami sudah meminta klarifikasi dari si anak, orang tua hingga saksi di lapangan,” jelasnya.

“Di situ, saat mengantar anaknya ke sekolah ternyata si orang tua malah mampir berbelanja. Lalu, tahu-tahu anaknya berjalan sendirian. Di situlah terjadinya. Jadi saya rasa ada unsur keteledoran,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, percobaan penculikan itu terjadi Senin (6/12) lalu. Korbannya bocah sembilan tahun berinisial M. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Banjarmasin Utara.

Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, percobaan penculikan pelajar SD ini ternyata sudah terjadi dua kali dalam sepekan terakhir. Bahkan yang kedua juga terjadi di Banjarmasin Utara.

Lantas, bagaimana tanggapan Kepala SD di kecamatan lainnya terkait peristiwa yang terjadi itu?

Kepala SDN Teluk Dalam 1, Retno Lestari mengatakan, mereka kini memberikan kelonggaran kepada orang tua murid untuk menunggu di sekolah. Bahkan boleh menjemput hingga ke depan kelas.

“Dibijaksanai, bagi orang tua murid yang khawatir, boleh menunggu di sekitar sekolah selama tidak mengganggu pembelajaran. Kami juga menoleransi orang tua yang langsung menjemput anaknya di depan kelas. Dengan catatan, yang bersangkutan sudah dikenal petugas sekolah,” pungkasnya. (war/fud)  

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Banjarmasin meminta sekolah memperketat pengawasan terhadap siswa. Menyusul percobaan penculikan pelajar yang gagal di Banjarmasin Utara, sepekan lewat.

“Baik guru piket maupun satpam sekolah. Kami meminta sekolah memiliki kewaspadaan tinggi,” kata Kepala Bidang Bina SD Disdik Banjarmasin, Nuryadi, kemarin (14/12).

Ditekankannya, Disdik menyikapi dengan serius kasus tersebut. Menghindari kejadian serupa terulang, dalam waktu dekat, Disdik akan mengeluarkan surat edaran. Isinya, meminta sekolah untuk meningkatkan keamanan sekolah.

Selanjutnya, meminta dukungan orang tua, agar lebih disiplin dalam mengantar dan menjemput putra dan putrinya di sekolah.

“Selama masa pembelajaran tatap muka (PTM), waktu siswa masuk dan pulang itu sudah jelas. Untuk SD, pembelajaran hanya diperkenankan hingga jam 12 siang,” tekannya.

“Dengan menjemput anak tepat waktu, anak-anak bisa merasa lebih aman,” tambahnya.

Sisi lain, Nuryadi juga mengingatkan, kasus yang terjadi beberapa waktu lalu dipicu adanya kelalaian orang tua siswa. “Saat kasus itu mencuat, kami sudah meminta klarifikasi dari si anak, orang tua hingga saksi di lapangan,” jelasnya.

“Di situ, saat mengantar anaknya ke sekolah ternyata si orang tua malah mampir berbelanja. Lalu, tahu-tahu anaknya berjalan sendirian. Di situlah terjadinya. Jadi saya rasa ada unsur keteledoran,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, percobaan penculikan itu terjadi Senin (6/12) lalu. Korbannya bocah sembilan tahun berinisial M. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Banjarmasin Utara.

Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, percobaan penculikan pelajar SD ini ternyata sudah terjadi dua kali dalam sepekan terakhir. Bahkan yang kedua juga terjadi di Banjarmasin Utara.

Lantas, bagaimana tanggapan Kepala SD di kecamatan lainnya terkait peristiwa yang terjadi itu?

Kepala SDN Teluk Dalam 1, Retno Lestari mengatakan, mereka kini memberikan kelonggaran kepada orang tua murid untuk menunggu di sekolah. Bahkan boleh menjemput hingga ke depan kelas.

“Dibijaksanai, bagi orang tua murid yang khawatir, boleh menunggu di sekitar sekolah selama tidak mengganggu pembelajaran. Kami juga menoleransi orang tua yang langsung menjemput anaknya di depan kelas. Dengan catatan, yang bersangkutan sudah dikenal petugas sekolah,” pungkasnya. (war/fud)  

Most Read

Artikel Terbaru

/