alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Personel Kurang, BPBD Andalkan Relawan

BANJARBARU – Musibah banjir masih jadi ancaman di Kota Banjarbaru. Selain berkaca pada banjir besar tahun silam, intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini juga jadi kewaspadaan tersendiri akan kembalinya luapan.

Bicara banjir dan kebencanaan lainnya, tentu selain upaya mitigasi sebelum bencana datang. Upaya dan kemampuan evakuasi juga sangat penting dilakukan. Terlebih jika bencana memberikan dampak terhadap penyintas.

Jika membuka ingatan soal banjir besar satu tahun silam. Panggilan atau permintaan untuk proses evakuasi silih berganti. Maklum, saat itu banjir menyebar di banyak titik di Banjarbaru.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru selaku leading sector di bidang kebencanaan mengaku sudah pasang badan jauh-jauh hari untuk menghadapi potensi banjir.

Kendati menyatakan siap sedia, soal kuantitas personel Zaini tak mau mengelak. Diakuinya bahwa jika bicara ideal maka jumlah personel yang ada masih kurang.

“Harus diakui, kita keterbatasan personel. Total personel kita ada 34 yang siaga. Tapi meski terbatas, kita mengatasinya dengan berkoordinasi dengan pihak lain, termasuk relawan-relawan yang ada,” katanya.

Dilanjutnya, selain ada masyarakat peduli bencana yang merupakan binaan BPBD. Jumlah relawan swasta di Banjarbaru sebut Zaini juga banyak. Belum lagi katanya bantuan dari unsur TNI-Polri.

“Sejauh ini meski personel kita kurang tapi kita bersyukur bahwa masyarakat Banjarbaru ini punya jiwa sosial dan tolong menolong yang sangat luar biasa. Makanya, kuncinya adalah komunikasi dan saling koordinasi,” paparnya.

Terakhir, Menurut data kebencanaan di BPBD Banjarbaru, saat ini ada tiga wilayah yang jadi perhatian penuh petugas. Khususnya terkait potensi banjir. Ketiga wilayah ini yakni di Cempaka, Landasan Ulin dan Liang Anggang.

“Untuk potensi rawan banjir itu hampir di seluruh kecamatan Cempaka, lalu ada wilayah Tambak Buluh Landasan Ulin dan sebagian lagi di Liang Anggang,” tutntasnya seraya mengimbau warga untuk terus waspada terhadap ancaman banjir.

Sementara itu,mengenai fasilitas penyelamatan, BPBD mendapat tambahan dua perahu karet bermotor.

” Sebelumnya ada tiga perahu karet portable (tanpa motor). Jadi sekarang total ada lima perahu karet yang siap digunakan,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie.

Sekarang status kebencanaan di Banjarbaru info Zaini masih siaga waspada. Belum level darurat.

Pertimbangannya karena bencana seperti banjir belum berskala besar atau fatal.

“Belum tanggap darurat. Sekarang masih siaga waspada. Tapi kita sudah siap 1×24 jam siaga, bahkan stand by di posko kebencanaan. Tugasnya memantau dan termasuk menindaklanjuti jika ada laporan banjir misalnya atau bencana lainnya,” tandasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Musibah banjir masih jadi ancaman di Kota Banjarbaru. Selain berkaca pada banjir besar tahun silam, intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini juga jadi kewaspadaan tersendiri akan kembalinya luapan.

Bicara banjir dan kebencanaan lainnya, tentu selain upaya mitigasi sebelum bencana datang. Upaya dan kemampuan evakuasi juga sangat penting dilakukan. Terlebih jika bencana memberikan dampak terhadap penyintas.

Jika membuka ingatan soal banjir besar satu tahun silam. Panggilan atau permintaan untuk proses evakuasi silih berganti. Maklum, saat itu banjir menyebar di banyak titik di Banjarbaru.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru selaku leading sector di bidang kebencanaan mengaku sudah pasang badan jauh-jauh hari untuk menghadapi potensi banjir.

Kendati menyatakan siap sedia, soal kuantitas personel Zaini tak mau mengelak. Diakuinya bahwa jika bicara ideal maka jumlah personel yang ada masih kurang.

“Harus diakui, kita keterbatasan personel. Total personel kita ada 34 yang siaga. Tapi meski terbatas, kita mengatasinya dengan berkoordinasi dengan pihak lain, termasuk relawan-relawan yang ada,” katanya.

Dilanjutnya, selain ada masyarakat peduli bencana yang merupakan binaan BPBD. Jumlah relawan swasta di Banjarbaru sebut Zaini juga banyak. Belum lagi katanya bantuan dari unsur TNI-Polri.

“Sejauh ini meski personel kita kurang tapi kita bersyukur bahwa masyarakat Banjarbaru ini punya jiwa sosial dan tolong menolong yang sangat luar biasa. Makanya, kuncinya adalah komunikasi dan saling koordinasi,” paparnya.

Terakhir, Menurut data kebencanaan di BPBD Banjarbaru, saat ini ada tiga wilayah yang jadi perhatian penuh petugas. Khususnya terkait potensi banjir. Ketiga wilayah ini yakni di Cempaka, Landasan Ulin dan Liang Anggang.

“Untuk potensi rawan banjir itu hampir di seluruh kecamatan Cempaka, lalu ada wilayah Tambak Buluh Landasan Ulin dan sebagian lagi di Liang Anggang,” tutntasnya seraya mengimbau warga untuk terus waspada terhadap ancaman banjir.

Sementara itu,mengenai fasilitas penyelamatan, BPBD mendapat tambahan dua perahu karet bermotor.

” Sebelumnya ada tiga perahu karet portable (tanpa motor). Jadi sekarang total ada lima perahu karet yang siap digunakan,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie.

Sekarang status kebencanaan di Banjarbaru info Zaini masih siaga waspada. Belum level darurat.

Pertimbangannya karena bencana seperti banjir belum berskala besar atau fatal.

“Belum tanggap darurat. Sekarang masih siaga waspada. Tapi kita sudah siap 1×24 jam siaga, bahkan stand by di posko kebencanaan. Tugasnya memantau dan termasuk menindaklanjuti jika ada laporan banjir misalnya atau bencana lainnya,” tandasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/