alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Berlomba Tuntaskan Kerja Jelang Tutup Tahun

BANJARMASIN – Tinggal beberapa pekan lagi tahun 2020 berakhir. Proyek pekerjaan dengan kontrak kerja satu tahun anggaran pun dikebut. Sampai akhir November tadi realisasi pekerjaan fisik di Bidang Bina Marga PUPR Kalsel sudah terealisasi 85,25 persen.

Pagu pekerjaan tahun ini sendiri nilanya mencapai Rp430 miliar. Jika dipresentasikan jelang akhir tahun ini serapan anggaran untuk proyek baru mencapai Rp367 miliar.

Meski demikian, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kalsel Yasin Toyib mengklaim sisa pekerjaan tidak banyak lagi dan bisa terkejar sebelum tutup tahun. “Paling mendasar hanya pengaspalan yang bisa tuntas hitungan jam,” kata

Yasin mencontohkan, seperi pekerjaan Jembatan Mali-Mali di Kabupaten Banjar, progresnya tinggal pengaspalan, begitu juga Jembatan Mundam yang menghubungkan Mataraman-Sungai Ulin dipastikan tuntas tepat waktu.

Khusus Jembatan Mali-Mali, sempat terhambat di awal proyek lalu karena belum beresnya pembebasan lahan. “Alhamdulillah bisa diselesaikan,” tukasnya.

Pekerjaan jembatan lain yang hampir tuntas sebelum kontrak kerja berakhir diungkapkannya adalah, Jembatan Muara Uya di Kabupaten Tabalong. “Progres jembatan ini sudah 94 persen per akhir November tadi, tinggal dilakukan pengaspalan,” bebernya.

Lalu bagaimana dengan jalan? Yasin menyampaikan, rata-rata pekerjaan jalan pun progresnya sudah di atas 90 persen, bahkan ada yang sudah tuntas sebelum kontrak. “Kalau jalan bahkan lebih cepat, karena kendalanya tak seperti membangun jembatan yang lokasi terdampak harus clear and clean,” imbuhnya.

Disebutkannya, seperti pekerjaan Jalan Lingkar Dalam Selatan, Jalan Trikora dan ruas Jalan Liang Anggang-Bati-Bati. “Pekerjaan di APBD Perubahan pun, seperti di Jalan Awang Bangkal dan Gunung Batu, Sungai Luar progresnya tinggal pengaspalan,” bebernya.

Jika proyek fisik jalan dan jembatan yang ditangani pemprov terlihat maksimal, berbeda dengan proyek fisik dengan pembiayaan APBN yang ditangani Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin. Contohnya di Jalan A. Yani, ruas Liang Anggang-Batas Kota Pelaihari.

Cuaca yang akhir-akhir ini turun hujan cukup deras bahkan sampai menggenangi jalan, membuat pekerjaan terhambat. Padahal sesuai kontrak pekerjaan harus tuntas di akhir tahun ini.

Penanganan ruas jalan ini terbagi dua paket pekerjaan. Paket pertama adalah, pekerjaan rehabilitasi Jalan Simpang Liang Anggang sampai Batas Kota Pelaihari dengan panjang mencapai 3,52 Km. Paket kedua adalah pekerjaan rehabilitasi Jalan Simpang Liang Anggang sampai Batas Kota Pelaihari dan Batas Pelaihari sampai pertigaan Bati-Bati hingga Jalan Benua Raya, Bati-Bati. Panjang jalan yang ditangani mencapai 2,7 Km.

Ruas jalan ini merupakan jalan yang mengalami kerusakan berat saat banjir lalu. Kondisi aspalnya pun rendah hingga membuat mudah tergenang. Seperti diketahui, saat banjir lalu, pengendara roda empat hampir tak bisa melintas. Saking tingginya air, perahu pun sempat melintas di jalan.

Bagaimana dengan ruas Jalan Gubernur Syarkawi yang mengalami rusak parah akibat banjir awal tahun lalu? PPK Satker PJN jalan ini, Bambang Rahmadi mengungkapkan, progresnya sudah 54 persen. Sisanya akan tuntas tahun depan. Proyek ini dirancang dengan kontrak tahun jamak.

Saleh mengatakan, ada satu segmen sepanjang 2,1 Km yang dikontrakkan satu tahun anggaran. “Ini sudah tuntas. Dan sudah diaspal. Tersisa kontrak tahun jamak yang progresnya sekitar 46 persen yang harus tuntas tahun depan,” ujar Saleh. (mof/by/ran/ema)

BANJARMASIN – Tinggal beberapa pekan lagi tahun 2020 berakhir. Proyek pekerjaan dengan kontrak kerja satu tahun anggaran pun dikebut. Sampai akhir November tadi realisasi pekerjaan fisik di Bidang Bina Marga PUPR Kalsel sudah terealisasi 85,25 persen.

Pagu pekerjaan tahun ini sendiri nilanya mencapai Rp430 miliar. Jika dipresentasikan jelang akhir tahun ini serapan anggaran untuk proyek baru mencapai Rp367 miliar.

Meski demikian, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kalsel Yasin Toyib mengklaim sisa pekerjaan tidak banyak lagi dan bisa terkejar sebelum tutup tahun. “Paling mendasar hanya pengaspalan yang bisa tuntas hitungan jam,” kata

Yasin mencontohkan, seperi pekerjaan Jembatan Mali-Mali di Kabupaten Banjar, progresnya tinggal pengaspalan, begitu juga Jembatan Mundam yang menghubungkan Mataraman-Sungai Ulin dipastikan tuntas tepat waktu.

Khusus Jembatan Mali-Mali, sempat terhambat di awal proyek lalu karena belum beresnya pembebasan lahan. “Alhamdulillah bisa diselesaikan,” tukasnya.

Pekerjaan jembatan lain yang hampir tuntas sebelum kontrak kerja berakhir diungkapkannya adalah, Jembatan Muara Uya di Kabupaten Tabalong. “Progres jembatan ini sudah 94 persen per akhir November tadi, tinggal dilakukan pengaspalan,” bebernya.

Lalu bagaimana dengan jalan? Yasin menyampaikan, rata-rata pekerjaan jalan pun progresnya sudah di atas 90 persen, bahkan ada yang sudah tuntas sebelum kontrak. “Kalau jalan bahkan lebih cepat, karena kendalanya tak seperti membangun jembatan yang lokasi terdampak harus clear and clean,” imbuhnya.

Disebutkannya, seperti pekerjaan Jalan Lingkar Dalam Selatan, Jalan Trikora dan ruas Jalan Liang Anggang-Bati-Bati. “Pekerjaan di APBD Perubahan pun, seperti di Jalan Awang Bangkal dan Gunung Batu, Sungai Luar progresnya tinggal pengaspalan,” bebernya.

Jika proyek fisik jalan dan jembatan yang ditangani pemprov terlihat maksimal, berbeda dengan proyek fisik dengan pembiayaan APBN yang ditangani Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin. Contohnya di Jalan A. Yani, ruas Liang Anggang-Batas Kota Pelaihari.

Cuaca yang akhir-akhir ini turun hujan cukup deras bahkan sampai menggenangi jalan, membuat pekerjaan terhambat. Padahal sesuai kontrak pekerjaan harus tuntas di akhir tahun ini.

Penanganan ruas jalan ini terbagi dua paket pekerjaan. Paket pertama adalah, pekerjaan rehabilitasi Jalan Simpang Liang Anggang sampai Batas Kota Pelaihari dengan panjang mencapai 3,52 Km. Paket kedua adalah pekerjaan rehabilitasi Jalan Simpang Liang Anggang sampai Batas Kota Pelaihari dan Batas Pelaihari sampai pertigaan Bati-Bati hingga Jalan Benua Raya, Bati-Bati. Panjang jalan yang ditangani mencapai 2,7 Km.

Ruas jalan ini merupakan jalan yang mengalami kerusakan berat saat banjir lalu. Kondisi aspalnya pun rendah hingga membuat mudah tergenang. Seperti diketahui, saat banjir lalu, pengendara roda empat hampir tak bisa melintas. Saking tingginya air, perahu pun sempat melintas di jalan.

Bagaimana dengan ruas Jalan Gubernur Syarkawi yang mengalami rusak parah akibat banjir awal tahun lalu? PPK Satker PJN jalan ini, Bambang Rahmadi mengungkapkan, progresnya sudah 54 persen. Sisanya akan tuntas tahun depan. Proyek ini dirancang dengan kontrak tahun jamak.

Saleh mengatakan, ada satu segmen sepanjang 2,1 Km yang dikontrakkan satu tahun anggaran. “Ini sudah tuntas. Dan sudah diaspal. Tersisa kontrak tahun jamak yang progresnya sekitar 46 persen yang harus tuntas tahun depan,” ujar Saleh. (mof/by/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/