alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

ULM Kenalkan Konsep Biosecurity Ternak di Ponpes

BALANGAN – Melalui program Adaro Santri Sejahtera (PASS), Tim Peternakan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memberikan pelatihan terkait biosecurity ternak di sejumlah pondok pesantren (ponpes).

Salah satunya digelar di Ponpes Nurul Muhibbin, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan pada Sabtu (4/12) tadi. Selain terkait biosecurity ternak, dalam kesempatan ini juga dilaksanakan pelatihan pembuatan jamu ternak.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ULM Prof Danang Biyatmoko mengatakan, Ponpes Nurul Muhibbin dipilih sebagai lokasi pelatihan karena satu-satunya ponpes binaan Adaro yang memiliki peternakan ayam petelur.

Menurutnya, peternakan ayam rentan dengan masalah sanitasi. Seperti kotoran, bau, dan lingkungan yang tidak bersih. Oleh karena itu, jika program biosecurity berjalan dengan baik, maka peternakan ayam Ponpes Nurul Muhibbin dapat dijadikan acuan untuk peternakan ayam lainnya di kawasan Halong.

Dalam pelatihan ada beberapa kegiatan, salah satunya penyampaian materi dari drh. Asep Yusuf mengenai konsep dan penerapan biosecurity pada usaha peternakan. Konsep biosecurity adalah upaya untuk mengendalikan wabah agar dapat meminimalisir penyebaran penyakit dalam peternakan.

Biosecurity mencakup tiga kegiatan. Yang pertama isolasi, yaitu pemisahan hewan ternak yang sehat dan sakit dengan melakukan isolasi sehingga penyakit yang diderita hewan ternak lebih mudah dikontrol.

Berikutnya adalah pengaturan lalu lintas keluar masuknya hewan atau orang di peternakan. Yang terakhir ialah sanitasi kandang, yakni pembersihan dan disinfektasi peternakan.

Peternakan yang menerapkan biosecurity ujar Danang, dirancang untuk menghasilkan produk peternakan yang ASUH (aman, sehat, utuh dan halal).

Dikatakan aman, karena tidak mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan. Kemudian sehat, lantaran pemeliharaan hewan ternak yang baik. Lalu, utuh dikarenakan produk murni tanpa bahan campuran. Dan halal, sebab perawatan ternak sesuai syariat Islam. “Tiga kriteria tersebut sangat penting bagi konsumen, terutama di kalangan ponpes yang seluruh siswanya merupakan muslim,” kata Danang.

Selain pelatihan biosecurity, ULM juga memberikan pelatihan pembuatan jamu ternak. Sebab, pemerintah Indonesia telah melarang penggunaan antibiotik untuk hewan sejak tahun 2018.

Danang menyampaikan, sejak penggunaan antibiotik dilarang, perguruan tinggi di Indonesia termasuk ULM mulai menciptakan alternatif obat herbal bagi kesehatan ternak. “Jamu ternak merupakan ramuan yang telah terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan alami dan aman dikonsumsi hewan ternak,” ucapnya.

Proses pembuatan jamu ternak dipimpin langsung oleh Prof Tintin Rostini di hadapan sejumlah pengurus ponpes dan santri.

Tim dosen mengajari langkah demi langkah cara produksi jamu ternak. Bahan-bahan herbal yang digunakan dalam jamu ini seperti daun sirih, kencur, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, dan temulawak.

“Jamu ternak ini berfungsi untuk meningkatkan imun ayam petelur, apalagi sekarang sedang terjadi musim pancaroba. Selain itu, diharapkan konsumsi jamu ternak dapat menjaga tingkat produksi telur yang sudah tinggi di Ponpes Nurul Muhibbin,” ucap Danang.

Di lain sisi, local expert peternakan yang biasa disapa Pak Didi menyampaikan antusiasmenya pada pelatihan tersebut. “Kami berharap santri di Ponpes mendapat ilmu dan bekal dari pelatihan biosecurity ternak ini,” harapnya.

Selain di Ponpes Nurul Muhibbin, Tim Peternakan ULM sebelumnya juga menggelar pelatihan kesehatan dan biosecurity ternak di Ponpes Al Islam,Desa Kambitin, Tabalong, Jumat (3/12).

Kegiatan itu juga merupakan lanjutan dari Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) oleh Adaro yang bekerjasama dengan ULM melalui skema Matching Fund 2021 sejak September lalu.

Asep Yusuf selaku Anggota Tim Kesehatan Peternakan Hewan mengatakan, kesehatan ternak merupakan aspek yang sangat penting dalam keberhasilan budidaya ternak.

“Yang namanya budidaya pasti ada persiapan sampai panen dan menghasilkan keuntungan. Jika ingin menghasilkan keuntungan, kondisi ternak harus bersih dan sehat. Makanya kita perlu melakukan manajemen kesehatan ternak atau biosecurity,” jelasnya.

Adapun prinsip dari biosecurity ujar Asep, secara sederhana merupakan cara agar mencegah kuman masuk dan keluar. “Bagaimana caranya supaya tidak ada kuman dari luar yang masuk. Kemudian ketika sudah ada kuman di dalam, kita meminimalisir pencemarannya supaya tidak ada kuman yang keluar,” jelasnya.

Selain memberikan materi perihal kesehatan ternak dan biosecurity, tim peternakan juga memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa magang dan KKN ULM beserta Pokja (Kelompok Kerja) mengenai jenis obat serta vitamin untuk ternak. Mereka juga langsung membawakan contoh obat-obatan serta vitamin dan bentuk suntikan untuk ternak.

Melalui kegiatan itu, Pokja diharapkan mampu mengerti dan memahami tata cara pemberian obat maupun vitamin kepada ternak saat tim peternakan tidak lagi mendampingi mereka. “Jadi mereka sudah tahu bagaimana cara menyuntik dan berapa dosis yang sebaiknya diberikan kepada ternak,” ungkap Asep.

Kegiatan pelatihan juga disertai dengan praktik langsung ke peternakan mengenai cara menyuntik hewan ternak yang aman bagi Pokja. “Kepalanya harus dipegang supaya tidak menyeruduk, badannya di tunggang supaya tidak banyak gerak,” jelas Asep sambil menyuntik salah satu kambing di Ponpes Al Islam.

Sementara itu, Pokja sendiri mengaku bahwa mereka sangat senang dan antusias dengan pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh tim peternakan. “Kami jadi lebih paham bagaimana cara merawat ternak yang baik dan benar,” ujar Ahmad Hanafi sebagai Ketua Pokja Ponpes Al Islam.

Hanafi juga menambahkan bahwa peternakan kambing mereka mengalami perkembangan dari sebelumnya. (ris/by/ran)

BALANGAN – Melalui program Adaro Santri Sejahtera (PASS), Tim Peternakan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memberikan pelatihan terkait biosecurity ternak di sejumlah pondok pesantren (ponpes).

Salah satunya digelar di Ponpes Nurul Muhibbin, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan pada Sabtu (4/12) tadi. Selain terkait biosecurity ternak, dalam kesempatan ini juga dilaksanakan pelatihan pembuatan jamu ternak.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ULM Prof Danang Biyatmoko mengatakan, Ponpes Nurul Muhibbin dipilih sebagai lokasi pelatihan karena satu-satunya ponpes binaan Adaro yang memiliki peternakan ayam petelur.

Menurutnya, peternakan ayam rentan dengan masalah sanitasi. Seperti kotoran, bau, dan lingkungan yang tidak bersih. Oleh karena itu, jika program biosecurity berjalan dengan baik, maka peternakan ayam Ponpes Nurul Muhibbin dapat dijadikan acuan untuk peternakan ayam lainnya di kawasan Halong.

Dalam pelatihan ada beberapa kegiatan, salah satunya penyampaian materi dari drh. Asep Yusuf mengenai konsep dan penerapan biosecurity pada usaha peternakan. Konsep biosecurity adalah upaya untuk mengendalikan wabah agar dapat meminimalisir penyebaran penyakit dalam peternakan.

Biosecurity mencakup tiga kegiatan. Yang pertama isolasi, yaitu pemisahan hewan ternak yang sehat dan sakit dengan melakukan isolasi sehingga penyakit yang diderita hewan ternak lebih mudah dikontrol.

Berikutnya adalah pengaturan lalu lintas keluar masuknya hewan atau orang di peternakan. Yang terakhir ialah sanitasi kandang, yakni pembersihan dan disinfektasi peternakan.

Peternakan yang menerapkan biosecurity ujar Danang, dirancang untuk menghasilkan produk peternakan yang ASUH (aman, sehat, utuh dan halal).

Dikatakan aman, karena tidak mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan. Kemudian sehat, lantaran pemeliharaan hewan ternak yang baik. Lalu, utuh dikarenakan produk murni tanpa bahan campuran. Dan halal, sebab perawatan ternak sesuai syariat Islam. “Tiga kriteria tersebut sangat penting bagi konsumen, terutama di kalangan ponpes yang seluruh siswanya merupakan muslim,” kata Danang.

Selain pelatihan biosecurity, ULM juga memberikan pelatihan pembuatan jamu ternak. Sebab, pemerintah Indonesia telah melarang penggunaan antibiotik untuk hewan sejak tahun 2018.

Danang menyampaikan, sejak penggunaan antibiotik dilarang, perguruan tinggi di Indonesia termasuk ULM mulai menciptakan alternatif obat herbal bagi kesehatan ternak. “Jamu ternak merupakan ramuan yang telah terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan alami dan aman dikonsumsi hewan ternak,” ucapnya.

Proses pembuatan jamu ternak dipimpin langsung oleh Prof Tintin Rostini di hadapan sejumlah pengurus ponpes dan santri.

Tim dosen mengajari langkah demi langkah cara produksi jamu ternak. Bahan-bahan herbal yang digunakan dalam jamu ini seperti daun sirih, kencur, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, dan temulawak.

“Jamu ternak ini berfungsi untuk meningkatkan imun ayam petelur, apalagi sekarang sedang terjadi musim pancaroba. Selain itu, diharapkan konsumsi jamu ternak dapat menjaga tingkat produksi telur yang sudah tinggi di Ponpes Nurul Muhibbin,” ucap Danang.

Di lain sisi, local expert peternakan yang biasa disapa Pak Didi menyampaikan antusiasmenya pada pelatihan tersebut. “Kami berharap santri di Ponpes mendapat ilmu dan bekal dari pelatihan biosecurity ternak ini,” harapnya.

Selain di Ponpes Nurul Muhibbin, Tim Peternakan ULM sebelumnya juga menggelar pelatihan kesehatan dan biosecurity ternak di Ponpes Al Islam,Desa Kambitin, Tabalong, Jumat (3/12).

Kegiatan itu juga merupakan lanjutan dari Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) oleh Adaro yang bekerjasama dengan ULM melalui skema Matching Fund 2021 sejak September lalu.

Asep Yusuf selaku Anggota Tim Kesehatan Peternakan Hewan mengatakan, kesehatan ternak merupakan aspek yang sangat penting dalam keberhasilan budidaya ternak.

“Yang namanya budidaya pasti ada persiapan sampai panen dan menghasilkan keuntungan. Jika ingin menghasilkan keuntungan, kondisi ternak harus bersih dan sehat. Makanya kita perlu melakukan manajemen kesehatan ternak atau biosecurity,” jelasnya.

Adapun prinsip dari biosecurity ujar Asep, secara sederhana merupakan cara agar mencegah kuman masuk dan keluar. “Bagaimana caranya supaya tidak ada kuman dari luar yang masuk. Kemudian ketika sudah ada kuman di dalam, kita meminimalisir pencemarannya supaya tidak ada kuman yang keluar,” jelasnya.

Selain memberikan materi perihal kesehatan ternak dan biosecurity, tim peternakan juga memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa magang dan KKN ULM beserta Pokja (Kelompok Kerja) mengenai jenis obat serta vitamin untuk ternak. Mereka juga langsung membawakan contoh obat-obatan serta vitamin dan bentuk suntikan untuk ternak.

Melalui kegiatan itu, Pokja diharapkan mampu mengerti dan memahami tata cara pemberian obat maupun vitamin kepada ternak saat tim peternakan tidak lagi mendampingi mereka. “Jadi mereka sudah tahu bagaimana cara menyuntik dan berapa dosis yang sebaiknya diberikan kepada ternak,” ungkap Asep.

Kegiatan pelatihan juga disertai dengan praktik langsung ke peternakan mengenai cara menyuntik hewan ternak yang aman bagi Pokja. “Kepalanya harus dipegang supaya tidak menyeruduk, badannya di tunggang supaya tidak banyak gerak,” jelas Asep sambil menyuntik salah satu kambing di Ponpes Al Islam.

Sementara itu, Pokja sendiri mengaku bahwa mereka sangat senang dan antusias dengan pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh tim peternakan. “Kami jadi lebih paham bagaimana cara merawat ternak yang baik dan benar,” ujar Ahmad Hanafi sebagai Ketua Pokja Ponpes Al Islam.

Hanafi juga menambahkan bahwa peternakan kambing mereka mengalami perkembangan dari sebelumnya. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/