alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Generasi Milenial Diharap Dapat Mendalami Nilai-nilai Kebhinnekaan

PELAIHARI – Dalam menangkal tiga isu nasional, yakni radikalisme, terorisme dan narkoba. Para pelajar, santri, mahasiswa dan pemuda merupakan benteng masa depan masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karenanya, mereka harus dibekali pengetahuan wawasan kebangsaan agar tidak terpengaruh dampak negatif globalisasi.

Sekolah, pondok pesantren dan kampus merupakan wadah untuk menguatkan karakter dan mental anak bangsa dalam menghadapi pengaruh negatif dari derasnya arus globalisasi dan digitalisasi di era milenial sekarang ini,” Sebut Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tanah Laut (Tala) Safarin, ketika membuka Seminar Wawasan Kebangsaan, Selasa (6/12) di Aula Kampus Politeknik Negeri Tala dengan tema “Pancasila Ditengah Era Globalisasi dan Milenial”.

Safarin melanjutkan, pemuda Tala merupakan gambaran sebuah miniatur dari bangsa Indonesia yang dipenuhi oleh keberagaman. Oleh karena itu, dia berharap agar seluruh komponen pemuda dapat mendalami nilai-nilai dari Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan di sekolah, pondok pesantren, kampus maupun di masyarakat.

“Tak lupa, saya juga mengajak seluruh peserta seminar ini untuk menyatukan tekad dan langkah, bersama-sama menebarkan kedamayan, kapanpun dimanapun kepada siapa pun. Mari kita jadi pioner di lingkungan kita dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa,” ajaknya.

Seminar dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 7 dan 8 Desember 2021 dengan narasumber yakni Mariatur Kiptiah dan DR Masran Noor. Diikuti oleh para peserta dari perwakilan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Tala, Majelis Ta’lim, perwakilan beberapa pondok pesantren dan Mahasiswa Politeknik Negeri Tala. (prokopim/sal/az/tof)

PELAIHARI – Dalam menangkal tiga isu nasional, yakni radikalisme, terorisme dan narkoba. Para pelajar, santri, mahasiswa dan pemuda merupakan benteng masa depan masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karenanya, mereka harus dibekali pengetahuan wawasan kebangsaan agar tidak terpengaruh dampak negatif globalisasi.

Sekolah, pondok pesantren dan kampus merupakan wadah untuk menguatkan karakter dan mental anak bangsa dalam menghadapi pengaruh negatif dari derasnya arus globalisasi dan digitalisasi di era milenial sekarang ini,” Sebut Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tanah Laut (Tala) Safarin, ketika membuka Seminar Wawasan Kebangsaan, Selasa (6/12) di Aula Kampus Politeknik Negeri Tala dengan tema “Pancasila Ditengah Era Globalisasi dan Milenial”.

Safarin melanjutkan, pemuda Tala merupakan gambaran sebuah miniatur dari bangsa Indonesia yang dipenuhi oleh keberagaman. Oleh karena itu, dia berharap agar seluruh komponen pemuda dapat mendalami nilai-nilai dari Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan di sekolah, pondok pesantren, kampus maupun di masyarakat.

“Tak lupa, saya juga mengajak seluruh peserta seminar ini untuk menyatukan tekad dan langkah, bersama-sama menebarkan kedamayan, kapanpun dimanapun kepada siapa pun. Mari kita jadi pioner di lingkungan kita dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa,” ajaknya.

Seminar dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 7 dan 8 Desember 2021 dengan narasumber yakni Mariatur Kiptiah dan DR Masran Noor. Diikuti oleh para peserta dari perwakilan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Tala, Majelis Ta’lim, perwakilan beberapa pondok pesantren dan Mahasiswa Politeknik Negeri Tala. (prokopim/sal/az/tof)

Most Read

Artikel Terbaru

/