alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Tahun 2022 Sungai Desa Ranggang-Batilai di Normalisasi

PELAIHARI – Banjir yang sering terjadi di Desa Ranggang dan Batilai menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Tanah Laut (Tala). Pasalnya, sungai yang berada didekat pemukiman warga tidak mampu lagi menampung debit air, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga air sungai meluap dan menyebabkan banjir kepemukiman warga.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada DPUPRP Tala Paimun mengatakan, pihaknya bersama Kepala Desa sudah melakukan monitoring ke sungai yang berada di dua desa tersebut untuk nantinya dilakukan normalisasi. Karena menurut informasi dari warga ada sumbatan di sepanjang sungai tersebut.

“Dari posisi nol Ranggang hingga ke Batilai,” sebutnya, Minggu (5/12).

Lebih lanjut Paimun mengatakan sungai yang akan dinormalisasi kurang lebih 8 km, dari Desa Ranggang, Batilai dan berakhir di Desa Guntung Besar.

“Anggaran yang digunakan sebesar Rp 800 juta untuk kegiatan fisik, menggunakan APBD tahun 2022,” terang Paimun.

Menurut Paimun, pihaknya sudah melakukan normalisasi di sungai tersebut pada 2010. Saat ini yang menjadi masalah di Desa Ranggang adalah alat tidak dapat berpijak ditanggul sungai, karena pemukiman warga berada di tanggul sungai.

“Cara kerjanya alat wajib cebur ke sungai dari Desa Ranggang hingga Desa Batilai, jika dikerjakan saat ini tidak bisa karena tidak ada tempat untuk alat berpijak,” tuturnya.

Lebih lanjut dia meminta kepada warga didua desa tersebut agar bisa melakukan koordinasi dengan Kepala Desa, perangkat desa dan RT setempat, agar jalur-jalur untuk rehabilitasi sungai bisa dilaksanakan dengan baik dan tidak ada ganti rugi atas tanah yang terkena dampak rehabilitasi sungai.

Terpisah, Kepala Desa Batilai Muhdi menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala melalui Dinas PUPRP Tala untuk melakukan normalisasi sungai yang berada di Desanya. Dirinya bersama aparat desa dan RT akan melakukan sosialisasi serta koordinasi dengan warga yang tanahnya terdampak normalisasi sungai.

“Mudah-mudahan warga yang sebagian tanahnya terkena normalisasi dapat menghibahkan untuk kelancaran kegiatan tersebut,” harapnya. (sal)

PELAIHARI – Banjir yang sering terjadi di Desa Ranggang dan Batilai menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Tanah Laut (Tala). Pasalnya, sungai yang berada didekat pemukiman warga tidak mampu lagi menampung debit air, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga air sungai meluap dan menyebabkan banjir kepemukiman warga.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada DPUPRP Tala Paimun mengatakan, pihaknya bersama Kepala Desa sudah melakukan monitoring ke sungai yang berada di dua desa tersebut untuk nantinya dilakukan normalisasi. Karena menurut informasi dari warga ada sumbatan di sepanjang sungai tersebut.

“Dari posisi nol Ranggang hingga ke Batilai,” sebutnya, Minggu (5/12).

Lebih lanjut Paimun mengatakan sungai yang akan dinormalisasi kurang lebih 8 km, dari Desa Ranggang, Batilai dan berakhir di Desa Guntung Besar.

“Anggaran yang digunakan sebesar Rp 800 juta untuk kegiatan fisik, menggunakan APBD tahun 2022,” terang Paimun.

Menurut Paimun, pihaknya sudah melakukan normalisasi di sungai tersebut pada 2010. Saat ini yang menjadi masalah di Desa Ranggang adalah alat tidak dapat berpijak ditanggul sungai, karena pemukiman warga berada di tanggul sungai.

“Cara kerjanya alat wajib cebur ke sungai dari Desa Ranggang hingga Desa Batilai, jika dikerjakan saat ini tidak bisa karena tidak ada tempat untuk alat berpijak,” tuturnya.

Lebih lanjut dia meminta kepada warga didua desa tersebut agar bisa melakukan koordinasi dengan Kepala Desa, perangkat desa dan RT setempat, agar jalur-jalur untuk rehabilitasi sungai bisa dilaksanakan dengan baik dan tidak ada ganti rugi atas tanah yang terkena dampak rehabilitasi sungai.

Terpisah, Kepala Desa Batilai Muhdi menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala melalui Dinas PUPRP Tala untuk melakukan normalisasi sungai yang berada di Desanya. Dirinya bersama aparat desa dan RT akan melakukan sosialisasi serta koordinasi dengan warga yang tanahnya terdampak normalisasi sungai.

“Mudah-mudahan warga yang sebagian tanahnya terkena normalisasi dapat menghibahkan untuk kelancaran kegiatan tersebut,” harapnya. (sal)

Most Read

Artikel Terbaru

/