alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

BANJARMASIN – Meski belum terdengar masuk ke Indonesia, Covid-19 varian Omnicorn menjadi perhatian serius Satgas Covid-19 Kalsel. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sudah mengeluarkan instruksi untuk mengantisipasi varian baru ini.

Dalam instruksi gubernur Nomor 28 tahun 2021 yang dikeluarkan pada 22 November tadi, ditegaskan selama periode Natal dan Tahun Baru pada periode 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022, fungsi Satgas Covid-19 di masing-masing lingkungan diaktifkan lagi dari tingkat provinsi hingga RT. 

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim menjelaskan, instruksi ini merupakan tindak lanjut surat edaran pemerintah pusat. Yakni untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 terutama antisipasi penularan varian Omnicorn. “Pemprov sudah mengantisipasi sejak dini. Khususnya pengetatan kegiatan saat momen Natal dan Tahun Baru,” terang Muslim kemarin.

Dijelaskan Muslim, dalam instruksi gubernur itu tegas disampaikan, peniadaan mudik Nataru kepada warga masyarakat dan masyarakat perantau yang berada di wilayahnya. Apabila terdapat pelanggaran maka dilakukan pemberian sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang.

Dalam instruksi itu juga mengimbau bagi masyarakat untuk tidak berpergian, tidak pulang kampung dengan tujuan yang tidak mendesak. “Dilakukan pula pengetatan arus pelaku perjalanan masuk dari luar negeri termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai antisipasi tradisi mudik Nataru,” terang Muslim.

Dia menambahkan, tempat ibadah pada saat perayaan Natal Tahun 2021 akan dilakukan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan. “Semuanya dengan memberlakukan kebijakan sesuai pada Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3,” tekannya.

Sementara khusus untuk pelaksanaan Perayaan Tahun Baru 2022 dan tempat perbelanjaan/mall juga diatur. Dimana perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin warga untuk tetap tinggal di rumah berkumpul bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing- masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan.“Pawai dan arak-arakan tahun baru serta acara Old and New Year baik terbuka maupun menimbulkan kerumunan dilarang,” tegasnya. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Meski belum terdengar masuk ke Indonesia, Covid-19 varian Omnicorn menjadi perhatian serius Satgas Covid-19 Kalsel. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sudah mengeluarkan instruksi untuk mengantisipasi varian baru ini.

Dalam instruksi gubernur Nomor 28 tahun 2021 yang dikeluarkan pada 22 November tadi, ditegaskan selama periode Natal dan Tahun Baru pada periode 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022, fungsi Satgas Covid-19 di masing-masing lingkungan diaktifkan lagi dari tingkat provinsi hingga RT. 

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim menjelaskan, instruksi ini merupakan tindak lanjut surat edaran pemerintah pusat. Yakni untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 terutama antisipasi penularan varian Omnicorn. “Pemprov sudah mengantisipasi sejak dini. Khususnya pengetatan kegiatan saat momen Natal dan Tahun Baru,” terang Muslim kemarin.

Dijelaskan Muslim, dalam instruksi gubernur itu tegas disampaikan, peniadaan mudik Nataru kepada warga masyarakat dan masyarakat perantau yang berada di wilayahnya. Apabila terdapat pelanggaran maka dilakukan pemberian sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang.

Dalam instruksi itu juga mengimbau bagi masyarakat untuk tidak berpergian, tidak pulang kampung dengan tujuan yang tidak mendesak. “Dilakukan pula pengetatan arus pelaku perjalanan masuk dari luar negeri termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai antisipasi tradisi mudik Nataru,” terang Muslim.

Dia menambahkan, tempat ibadah pada saat perayaan Natal Tahun 2021 akan dilakukan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan. “Semuanya dengan memberlakukan kebijakan sesuai pada Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3,” tekannya.

Sementara khusus untuk pelaksanaan Perayaan Tahun Baru 2022 dan tempat perbelanjaan/mall juga diatur. Dimana perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin warga untuk tetap tinggal di rumah berkumpul bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing- masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan.“Pawai dan arak-arakan tahun baru serta acara Old and New Year baik terbuka maupun menimbulkan kerumunan dilarang,” tegasnya. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/