alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Bangun Bendungan Kusan, 122 KK Direlokasi

BANJARBARU – Pemerintah pusat akhirnya menyetujui pembangunan Bendungan Kusan di Kabupaten Tanah Bumbu. Pemkab setempat sedang menyiapkan lahan untuk proyek tersebut.

Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar mengatakan, disetujuinya pembangunan Bendungan Kusan diketahui setelah mereka berdiskusi dengan Bappenas dan Direktur Bendungan pada Kementerian PUPR.

“Dalam diskusi itu, rencana pembangunan Bendungan sangat direspons oleh pemerintah pusat,” katanya di sela acara Musrenbang Pemprov Kalsel di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel, kemarin.

Dia mengungkapkan, untuk membangun bendungan Pemkab Tanah Bumbu punya tanggungjawab membebaskan lahannya. “Ketika lahan siap, maka pembangunan bendungan langsung menjadi program prioritas nasional,” ungkapnya.

Saat ini ujar Zairullah, pembebasan lahan sedang dilakukan. Luasnya mencapai 22 ribu hektare untuk menampung 2,3 juta kubik air. “Jadi nanti lahan yang dibebaskan digenangi air, seperti Waduk Riam Kanan,” ujarnya.

Dia menuturkan, lokasi rencana waduk berada di Kecamatan Teluk Kepayang. Ada enam desa yang terdampak dengan pembangunan. “Sedangkan rumahnya, ada 122 KK yang kena dampak. Itu sudah disiapkan rumah pengganti untuk relokasi,” tuturnya.

Dirinya berharap, pembebasan lahan berjalan lancar. Sehingga pembangunan waduk dapat segera dilaksanakan. “Kalau waduk selesai dibangun, maka pengairan untuk pertanian dan perikanan akan lebih baik,” ujarnya.

Di samping itu, Zairullah menyebut, di waduk nantinya akan dibangun tenaga listrik berkapasitas 42 MW yang bisa menyuplai kelistrikan di ibu kota negara baru di Penajam Paser Utara, Kaltim.

Pembangunan bendungan baru sendiri menjadi prioritas Pemprov Kalsel untuk penanganan banjir di Kalsel.

Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira mengatakan, selain Bendungan Kusan, juga ada bendungan Riam Kiwa yang kini dalam proses pembebasan lahan dan telah disetujui pusat untuk dilakukan pengerjaan fisik pada 2022.

Untuk Bendungan Kusan, ujar Fajar pihaknya bersama Bupati Tanah Bumbu telah mengajukan pengusulan ke pemerintah pusat agar bisa menjadi program prioritas nasional.”Sekarang masih dalam tahap pembebasan lahan dan kita di Pemprov Kalsel juga akan bantu pembebasan itu,” katanya.

Selain bendungan Kusan, Bendungan Pancur Hanau di HST terang Fajar juga akan dikawal hingga dapat dibangun oleh pemerintah pusat seperti bendungan Tapin sebelumnya.

Bendungan Pancur Hanau yang direncanakan dibangun pemerintah berada di empat desa yaitu Desa Alat, Datar Ajab, Hinas Kanan dan Murung B. Dengan pembangunan dua bendungan tersebut maka pengurangan dampak banjir di Tanah Bumbu dan HST harapnya dapat terealisasi. (ris/by/ran)

BANJARBARU – Pemerintah pusat akhirnya menyetujui pembangunan Bendungan Kusan di Kabupaten Tanah Bumbu. Pemkab setempat sedang menyiapkan lahan untuk proyek tersebut.

Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar mengatakan, disetujuinya pembangunan Bendungan Kusan diketahui setelah mereka berdiskusi dengan Bappenas dan Direktur Bendungan pada Kementerian PUPR.

“Dalam diskusi itu, rencana pembangunan Bendungan sangat direspons oleh pemerintah pusat,” katanya di sela acara Musrenbang Pemprov Kalsel di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel, kemarin.

Dia mengungkapkan, untuk membangun bendungan Pemkab Tanah Bumbu punya tanggungjawab membebaskan lahannya. “Ketika lahan siap, maka pembangunan bendungan langsung menjadi program prioritas nasional,” ungkapnya.

Saat ini ujar Zairullah, pembebasan lahan sedang dilakukan. Luasnya mencapai 22 ribu hektare untuk menampung 2,3 juta kubik air. “Jadi nanti lahan yang dibebaskan digenangi air, seperti Waduk Riam Kanan,” ujarnya.

Dia menuturkan, lokasi rencana waduk berada di Kecamatan Teluk Kepayang. Ada enam desa yang terdampak dengan pembangunan. “Sedangkan rumahnya, ada 122 KK yang kena dampak. Itu sudah disiapkan rumah pengganti untuk relokasi,” tuturnya.

Dirinya berharap, pembebasan lahan berjalan lancar. Sehingga pembangunan waduk dapat segera dilaksanakan. “Kalau waduk selesai dibangun, maka pengairan untuk pertanian dan perikanan akan lebih baik,” ujarnya.

Di samping itu, Zairullah menyebut, di waduk nantinya akan dibangun tenaga listrik berkapasitas 42 MW yang bisa menyuplai kelistrikan di ibu kota negara baru di Penajam Paser Utara, Kaltim.

Pembangunan bendungan baru sendiri menjadi prioritas Pemprov Kalsel untuk penanganan banjir di Kalsel.

Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira mengatakan, selain Bendungan Kusan, juga ada bendungan Riam Kiwa yang kini dalam proses pembebasan lahan dan telah disetujui pusat untuk dilakukan pengerjaan fisik pada 2022.

Untuk Bendungan Kusan, ujar Fajar pihaknya bersama Bupati Tanah Bumbu telah mengajukan pengusulan ke pemerintah pusat agar bisa menjadi program prioritas nasional.”Sekarang masih dalam tahap pembebasan lahan dan kita di Pemprov Kalsel juga akan bantu pembebasan itu,” katanya.

Selain bendungan Kusan, Bendungan Pancur Hanau di HST terang Fajar juga akan dikawal hingga dapat dibangun oleh pemerintah pusat seperti bendungan Tapin sebelumnya.

Bendungan Pancur Hanau yang direncanakan dibangun pemerintah berada di empat desa yaitu Desa Alat, Datar Ajab, Hinas Kanan dan Murung B. Dengan pembangunan dua bendungan tersebut maka pengurangan dampak banjir di Tanah Bumbu dan HST harapnya dapat terealisasi. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/