alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Monitor Bersama Pembangunan Fasilitas Publik

PELAIHARI – Komisi III DPRD Tanah Laut (Tala) dan Bupati Tala HM Sukamta bersama dinas terkait melakukan monitoring pembangunan fasilitas publik yang berada di kawasan Kota Pelaihari, Kamis (25/11).

Monitoring dimulai dari pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) eks Pasar Lawas. Dilanjutkan ke Ruang Terbuka Hijau (RTH) Al Manar, dan diakhiri memonitor pembuatan jalur pejalan kaki pada ruas Jalan KH Mansyur.

“Ini adalah tindak lanjut dari rapat di DPRD kemarin. Kami mendapat laporan progres pembangunan RTP esk Pasar Lama sudah mencapai 93 persen. Kami perlu bukti, dan ternyata benar saat dicek di lapangan,” ucap Ketua Komisi III DPRD Tala, Arkani.

Namun, Arkani menyebut masih ada yang perlu dibenahi terkait kekeliruan nama tokoh-tokoh pendiri Tala. “Ini perlu dibetulkan,” pesannya. Selain itu, sistem serapan air di RTP tersebut juga diminta dibenahi karena tidak berjalan dengan baik.

Sukamta meminta pengerjaan proyek tersebut bisa dipercepat, mengingat kontraknya akan berakhir tiga minggu lagi. “Untuk pembangunan Pasar Lawas, Al Manar dan pedestrian sudah di atas 90 persen. Kami yakin pengerjaan akan selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Sukamta mengungkapkan pedestrian jalan KH Masyur akan dibangun kiri-kanan. Bahkan demi penataan kota tahun depan, RTH Hasan Basri juga akan diselesaikan. “Mari kita jaga bersama-sama hasil pembangunan ini, jangan dirusak. Saya lihat di Al Manar tadi ada yang dipecah,” pesannya.

Kabid Tata Kota pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tala, Gusti Dwi Ersandi Kusuma mengatakan akan melakukan perbaikan terkait nama-nama tokoh pendiri Tala yang salah. “Nanti kami review dan sandingkan dengan data di Perpustakaan,” ucap Ersan.

Terkait resapan air yang kurang berfungsi, Ersan mengatakan itu masih dalam tahap pengerjaan. “Insya Allah nanti bisa tertangani,” tuntasnya.(sal/by/dye)

PELAIHARI – Komisi III DPRD Tanah Laut (Tala) dan Bupati Tala HM Sukamta bersama dinas terkait melakukan monitoring pembangunan fasilitas publik yang berada di kawasan Kota Pelaihari, Kamis (25/11).

Monitoring dimulai dari pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) eks Pasar Lawas. Dilanjutkan ke Ruang Terbuka Hijau (RTH) Al Manar, dan diakhiri memonitor pembuatan jalur pejalan kaki pada ruas Jalan KH Mansyur.

“Ini adalah tindak lanjut dari rapat di DPRD kemarin. Kami mendapat laporan progres pembangunan RTP esk Pasar Lama sudah mencapai 93 persen. Kami perlu bukti, dan ternyata benar saat dicek di lapangan,” ucap Ketua Komisi III DPRD Tala, Arkani.

Namun, Arkani menyebut masih ada yang perlu dibenahi terkait kekeliruan nama tokoh-tokoh pendiri Tala. “Ini perlu dibetulkan,” pesannya. Selain itu, sistem serapan air di RTP tersebut juga diminta dibenahi karena tidak berjalan dengan baik.

Sukamta meminta pengerjaan proyek tersebut bisa dipercepat, mengingat kontraknya akan berakhir tiga minggu lagi. “Untuk pembangunan Pasar Lawas, Al Manar dan pedestrian sudah di atas 90 persen. Kami yakin pengerjaan akan selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Sukamta mengungkapkan pedestrian jalan KH Masyur akan dibangun kiri-kanan. Bahkan demi penataan kota tahun depan, RTH Hasan Basri juga akan diselesaikan. “Mari kita jaga bersama-sama hasil pembangunan ini, jangan dirusak. Saya lihat di Al Manar tadi ada yang dipecah,” pesannya.

Kabid Tata Kota pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tala, Gusti Dwi Ersandi Kusuma mengatakan akan melakukan perbaikan terkait nama-nama tokoh pendiri Tala yang salah. “Nanti kami review dan sandingkan dengan data di Perpustakaan,” ucap Ersan.

Terkait resapan air yang kurang berfungsi, Ersan mengatakan itu masih dalam tahap pengerjaan. “Insya Allah nanti bisa tertangani,” tuntasnya.(sal/by/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/