alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Cuaca Ekstrem, PLN Pastikan Listrik Aman

BANJARBARU – Setiap kali musim hujan, ditambah dengan cuaca ekstrem biasanya listrik terjadi gangguan. Namun, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) memastikan kondisi kelistrikan saat ini aman.

Manager Komunikasi PLN UIW Kalselteng, Suhadi mengatakan, listrik dipastikan aman karena sistem kelistrikan Kalsel dan Kalteng sekarang sudah interkoneksi dengan sistem Kaltim (Sistem Barito – Mahakam). “Dengan interkoneksi ini menjadikan kelistrikan lebih andal,” katanya.

Selain itu, dia menuturkan, tercatat daya mampu sistem interkoneksi sekarang lebih melimpah yakni mencapai 2.132 Megawatt (MW). Sehingga, tidak mengalami defisit daya. “Beban puncak 1.302 MW, jadi reserve margin (surplus) sekitar 800 MW atau 38,9 persen,” tuturnya.

Meski begitu, Suhadi menuturkan, mitigasi risiko cuaca ekstrem tetap dilakukan PLN untuk mencegah terjadinya gangguan. Salah satunya dengan melakukan upaya predictive maintenance.

“Yakni dengan melaksanakan perintisan pohon dan pemeriksaan jaringan, khususnya di titik rawan yang berpotensi sebagai penyebab gangguan,” tuturnya.

Di samping itu, dia menyebut, PLN juga melakukan upaya corrective maintenance, yakni percepatan penyelesaian gangguan yang bisa terjadi akibat faktor alam. Seperti hujan, sambaran petir dan kerobohan pohon.

Cuaca di Kalsel sendiri akhir-akhir ini cukup ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang beberapa kali terjadi, hingga mengakibatkan jalan tergenang dan pohon bertumbangan.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto menuturkan, cuaca cukup ekstrem lantaran wilayah Kalsel sudah mulai memasuki La Nina sejak Oktober 2021. “Diprakirakan akan terus berlangsung hingga pertengahan tahun 2022,” tuturnya.

La Nina sendiri merupakan fenomena yang berkebalikan dengan El Nino. Diketahui El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya. Sementara, La Nina merupakan fenomena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

Pendinginan Suhu Muka Laut (SML) ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

La Nina juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya.

Goeroeh menjelaskan, La Nina di Kalsel untuk tiga bulan ke depan diprakirakan sifatnya akan didominasi normal hingga di atas normal.

Sedangkan curah hujan pada November 2021 ini didominasi kriteria menengah (200 – 300 mm). “Kemudian curah hujan Desember 2021 dan Januari 2022 didominasi kriteria tinggi (300-400 mm),” jelas Goeroeh. (ris/by/ran)

BANJARBARU – Setiap kali musim hujan, ditambah dengan cuaca ekstrem biasanya listrik terjadi gangguan. Namun, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) memastikan kondisi kelistrikan saat ini aman.

Manager Komunikasi PLN UIW Kalselteng, Suhadi mengatakan, listrik dipastikan aman karena sistem kelistrikan Kalsel dan Kalteng sekarang sudah interkoneksi dengan sistem Kaltim (Sistem Barito – Mahakam). “Dengan interkoneksi ini menjadikan kelistrikan lebih andal,” katanya.

Selain itu, dia menuturkan, tercatat daya mampu sistem interkoneksi sekarang lebih melimpah yakni mencapai 2.132 Megawatt (MW). Sehingga, tidak mengalami defisit daya. “Beban puncak 1.302 MW, jadi reserve margin (surplus) sekitar 800 MW atau 38,9 persen,” tuturnya.

Meski begitu, Suhadi menuturkan, mitigasi risiko cuaca ekstrem tetap dilakukan PLN untuk mencegah terjadinya gangguan. Salah satunya dengan melakukan upaya predictive maintenance.

“Yakni dengan melaksanakan perintisan pohon dan pemeriksaan jaringan, khususnya di titik rawan yang berpotensi sebagai penyebab gangguan,” tuturnya.

Di samping itu, dia menyebut, PLN juga melakukan upaya corrective maintenance, yakni percepatan penyelesaian gangguan yang bisa terjadi akibat faktor alam. Seperti hujan, sambaran petir dan kerobohan pohon.

Cuaca di Kalsel sendiri akhir-akhir ini cukup ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang beberapa kali terjadi, hingga mengakibatkan jalan tergenang dan pohon bertumbangan.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto menuturkan, cuaca cukup ekstrem lantaran wilayah Kalsel sudah mulai memasuki La Nina sejak Oktober 2021. “Diprakirakan akan terus berlangsung hingga pertengahan tahun 2022,” tuturnya.

La Nina sendiri merupakan fenomena yang berkebalikan dengan El Nino. Diketahui El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya. Sementara, La Nina merupakan fenomena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

Pendinginan Suhu Muka Laut (SML) ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

La Nina juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya.

Goeroeh menjelaskan, La Nina di Kalsel untuk tiga bulan ke depan diprakirakan sifatnya akan didominasi normal hingga di atas normal.

Sedangkan curah hujan pada November 2021 ini didominasi kriteria menengah (200 – 300 mm). “Kemudian curah hujan Desember 2021 dan Januari 2022 didominasi kriteria tinggi (300-400 mm),” jelas Goeroeh. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/