alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Program RT Mandiri di Banjarbaru: Satu RT Rp75 Juta

BANJARBARU – Sempat ditunggu-tunggu nyaris satu tahun. Program RT Mandiri yang diproklamirkan dalam visi misi Wali Kota & Wakil Wali Kota Banjarbaru akhirnya menemui titik terang.

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin mengklaim jika program ini bakal berjalan tahun depan. Namun untuk bulan kapan pastinya, hal ini masih belum diumbar secara rinci.

“Tahun depan kita akan luncurkan program RT Mandiri di Banjarbaru. Insya Allah tak akan lama lagi,” ujar Wali Kota.

Secara teknis, Aditya membeberkan jika RT yang masuk program ini akan dapat suntikan dana. Totalnya cukup besar, yakni sekitar 75 juta rupiah untuk setiap RT.

“Satu RT yang masuk program ini akan mendapat dana 75 juta rupiah. Dana ini diperuntukkan untuk peningkatan sarpras di lingkungan RT itu, termasuk juga fokusnya pengembangan UMKM nya,” katanya.

Semua RT kata Aditya berpotensi besar untuk mendapat bantuan dana tersebut. Namun Aditya menegaskan bahwa ada syarat awal yang harus bisa dipenuhi oleh RT yang akan masuk program tersebut.

Syarat yang sangat ditekankan ujarnya adalah di RT tersebut sudah harus berdiri atau terbentuk UMKM. Kategorinya baik perorangan maupun berkelompok oleh warga setempat.

“Sekali lagi, dana pada program ini memang difokuskan untuk membangun UMKM di tingkat RT. Kita juga mengetahui bersama, bahwa Kota Banjarbaru ini bukan penghasil SDM, makanya akan kita kuatkan di sektor UMKM,” katanya.

Dengan tumbuh serta berkembangnya UMKM di level RT, maka sesuai tujuan program, masalah-masalah seperti penganggutan dan kemiskinan menurut Aditya secara bertahap bisa teratasi.

“Kita juga berkeinginan bisa membina UMKM yang berdaya saing hingga tembus pasar internasional langsung. Kita bersama DPRD juga sudah sepakat untuk hal ini,” urainya.

Rupanya, Pemko dan DPRD Banjarbaru cerita Aditya sudah sepakat menganggarkan dana untuk bisa memberangkatkan UMKM ke luar negeri. Dengan harapan produk asal Banjarbaru bisa dikenal dan dilirik oleh mata internasional.

“Tetapi ini untuk UMKM yang sudah lolos kurasi atau penilaian. Nanti akan ada teknis detilnya dari dinas,” pungkasnya. (rvn/ij/bin) 

BANJARBARU – Sempat ditunggu-tunggu nyaris satu tahun. Program RT Mandiri yang diproklamirkan dalam visi misi Wali Kota & Wakil Wali Kota Banjarbaru akhirnya menemui titik terang.

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin mengklaim jika program ini bakal berjalan tahun depan. Namun untuk bulan kapan pastinya, hal ini masih belum diumbar secara rinci.

“Tahun depan kita akan luncurkan program RT Mandiri di Banjarbaru. Insya Allah tak akan lama lagi,” ujar Wali Kota.

Secara teknis, Aditya membeberkan jika RT yang masuk program ini akan dapat suntikan dana. Totalnya cukup besar, yakni sekitar 75 juta rupiah untuk setiap RT.

“Satu RT yang masuk program ini akan mendapat dana 75 juta rupiah. Dana ini diperuntukkan untuk peningkatan sarpras di lingkungan RT itu, termasuk juga fokusnya pengembangan UMKM nya,” katanya.

Semua RT kata Aditya berpotensi besar untuk mendapat bantuan dana tersebut. Namun Aditya menegaskan bahwa ada syarat awal yang harus bisa dipenuhi oleh RT yang akan masuk program tersebut.

Syarat yang sangat ditekankan ujarnya adalah di RT tersebut sudah harus berdiri atau terbentuk UMKM. Kategorinya baik perorangan maupun berkelompok oleh warga setempat.

“Sekali lagi, dana pada program ini memang difokuskan untuk membangun UMKM di tingkat RT. Kita juga mengetahui bersama, bahwa Kota Banjarbaru ini bukan penghasil SDM, makanya akan kita kuatkan di sektor UMKM,” katanya.

Dengan tumbuh serta berkembangnya UMKM di level RT, maka sesuai tujuan program, masalah-masalah seperti penganggutan dan kemiskinan menurut Aditya secara bertahap bisa teratasi.

“Kita juga berkeinginan bisa membina UMKM yang berdaya saing hingga tembus pasar internasional langsung. Kita bersama DPRD juga sudah sepakat untuk hal ini,” urainya.

Rupanya, Pemko dan DPRD Banjarbaru cerita Aditya sudah sepakat menganggarkan dana untuk bisa memberangkatkan UMKM ke luar negeri. Dengan harapan produk asal Banjarbaru bisa dikenal dan dilirik oleh mata internasional.

“Tetapi ini untuk UMKM yang sudah lolos kurasi atau penilaian. Nanti akan ada teknis detilnya dari dinas,” pungkasnya. (rvn/ij/bin) 

Most Read

Artikel Terbaru

/