alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Job Fair Daring, Tersedia 562 Lowongan Kerja

BANJARMASIN – Sempat tertunda selama 10 bulan gara-gara pandemi, akhirnya Job Fair Kalsel 2021 bisa digelar.

Tapi karena COVID-19 masih mengancam, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel menggelarnya secara daring.

Menggandeng 51 perusahaan nasional dan multinasional, 562 lowongan disediakan. Dibuka selama sepekan, cukup klik jobfair.kalselprov.go.id.

“Semoga para pencari kerja Banua bisa tertampung,” kata Kepala Disnakertrans Kalsel, Siswansyah saat membukanya secara daring, kemarin (23/11).

Diakuinya, jumlah lowongan yang tersedia memang belum sebanding dengan angka pengangguran.

Sejak pandemi, angka pengangguran di provinsi ini naik dari 3,8 persen menjadi 4,3 persen pada tahun 2021. “Tapi paling tidak bisa mengurangi,” tambahnya.

Dari penduduk 4,2 juta jiwa, angkatan kerjanya mencapai 2,2 juta.

Selain bursa pencari kerja, lewat Balai Latihan Kerja (BLK), juga dibuka program pelatihan dan permagangan.
Tahun ini saja, ada 270 orang yang sedang magang di 25 perusahaan. Mereka magang selama bulan, dimulai sejak Juni lalu.

“250 orang ini dibantu APBN dan sisanya 20 orang dari APBD,” jelasnya.

Siswansyah pun mengusulkan, agar pemprov bisa mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk membantu program ini.

Menanggapi usulan itu, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan akan mengupayakan, sekalipun tak bisa menjanjikan angkanya. “Semoga menjadi prioritas,” harapnya.

Ditambahkannya, anggaran di dinas-dinas mengalami banyak pemotongan lantaran refocusing untuk menangani pandemi dan bencana banjir. (gmp/fud)

BANJARMASIN – Sempat tertunda selama 10 bulan gara-gara pandemi, akhirnya Job Fair Kalsel 2021 bisa digelar.

Tapi karena COVID-19 masih mengancam, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel menggelarnya secara daring.

Menggandeng 51 perusahaan nasional dan multinasional, 562 lowongan disediakan. Dibuka selama sepekan, cukup klik jobfair.kalselprov.go.id.

“Semoga para pencari kerja Banua bisa tertampung,” kata Kepala Disnakertrans Kalsel, Siswansyah saat membukanya secara daring, kemarin (23/11).

Diakuinya, jumlah lowongan yang tersedia memang belum sebanding dengan angka pengangguran.

Sejak pandemi, angka pengangguran di provinsi ini naik dari 3,8 persen menjadi 4,3 persen pada tahun 2021. “Tapi paling tidak bisa mengurangi,” tambahnya.

Dari penduduk 4,2 juta jiwa, angkatan kerjanya mencapai 2,2 juta.

Selain bursa pencari kerja, lewat Balai Latihan Kerja (BLK), juga dibuka program pelatihan dan permagangan.
Tahun ini saja, ada 270 orang yang sedang magang di 25 perusahaan. Mereka magang selama bulan, dimulai sejak Juni lalu.

“250 orang ini dibantu APBN dan sisanya 20 orang dari APBD,” jelasnya.

Siswansyah pun mengusulkan, agar pemprov bisa mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk membantu program ini.

Menanggapi usulan itu, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan akan mengupayakan, sekalipun tak bisa menjanjikan angkanya. “Semoga menjadi prioritas,” harapnya.

Ditambahkannya, anggaran di dinas-dinas mengalami banyak pemotongan lantaran refocusing untuk menangani pandemi dan bencana banjir. (gmp/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/