alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Siring Ditutup Selama Nataru

BANJARMASIN – Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy menerapkan PPKM level 3 antara 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Tujuannya, mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 akibat masa liburan Natal dan tahun baru (Nataru).

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ikhsan Alhak menyatakan objek wisata Siring Pierre Tendean bakal ditutup.

Demi menghindari kerumunan massa, terutama saat malam perayaan pergantian tahun.

“Karena tanggal 24 Desember itu hari Minggu, jadi uji coba pembukaan siring ditiadakan. Artinya, Pasar terapung pun kami liburkan sampai tanggal 2 Januari,” ujarnya kemarin (22/11).

Mengingat pengumuman saja tak cukup, Ikhsan berjanji, akan ada petugas yang berjaga di siring. Selain itu, lampu penerangan siring juga akan dimatikan.

“Nanti kami perhatikan lokasi pemadamannya. Jangan sampai pemadaman justru menyebabkan gangguan lalu lintas, keamanan, serta ketertiban. Terutama di titik-titik rawan,” tambahnya.

Terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku bisa memahami instruksi PPKM level 3 tersebut. Yakni demi menekan mobilitas penduduk selama liburan.

“Karena sudah diprediksi, akhir tahun pasti ramai. Dikhawatirkan menimbulkan kerumunan dan penularan,” ujarnya.

“Seperti tahun lalu, sebaiknya berada di rumah saja. ASN pemko pun diimbau untuk tidak bepergian ke luar daerah atau menjalani perjalanan dinas,” imbaunya.

Senada dengan Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Kolonel Infanteri Oki Andriansyah Adiwirya. “Kita perlu bersyukur karena dari PPKM level 4 turun ke level 2. Angka penyebaran kasus pun turun. Jadi jangan kendor disiplin prokes,” tekannya.

Menurut Oki, ada baiknya belajar dari pengalaman tahun sebelumnya. Sesudah liburan panjang, pasti tren kasus corona melonjak.

“Bukan berarti pemerintah tidak pro ekonomi atau pro masyarakat. Bukan berarti kemudian pemerintah seakan mengekang, tidak. Tapi semata-mata untuk mengerem laju penyebaran virus corona,” jelasnya.

Lewat satgas, dia memastikan TNI siap membantu pengawasan di lapangan. “Kami akan melaksanakan operasi gabungan. Tentu dengan persuasif,” tutupnya. (war/fud)

BANJARMASIN – Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy menerapkan PPKM level 3 antara 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Tujuannya, mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 akibat masa liburan Natal dan tahun baru (Nataru).

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ikhsan Alhak menyatakan objek wisata Siring Pierre Tendean bakal ditutup.

Demi menghindari kerumunan massa, terutama saat malam perayaan pergantian tahun.

“Karena tanggal 24 Desember itu hari Minggu, jadi uji coba pembukaan siring ditiadakan. Artinya, Pasar terapung pun kami liburkan sampai tanggal 2 Januari,” ujarnya kemarin (22/11).

Mengingat pengumuman saja tak cukup, Ikhsan berjanji, akan ada petugas yang berjaga di siring. Selain itu, lampu penerangan siring juga akan dimatikan.

“Nanti kami perhatikan lokasi pemadamannya. Jangan sampai pemadaman justru menyebabkan gangguan lalu lintas, keamanan, serta ketertiban. Terutama di titik-titik rawan,” tambahnya.

Terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku bisa memahami instruksi PPKM level 3 tersebut. Yakni demi menekan mobilitas penduduk selama liburan.

“Karena sudah diprediksi, akhir tahun pasti ramai. Dikhawatirkan menimbulkan kerumunan dan penularan,” ujarnya.

“Seperti tahun lalu, sebaiknya berada di rumah saja. ASN pemko pun diimbau untuk tidak bepergian ke luar daerah atau menjalani perjalanan dinas,” imbaunya.

Senada dengan Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Kolonel Infanteri Oki Andriansyah Adiwirya. “Kita perlu bersyukur karena dari PPKM level 4 turun ke level 2. Angka penyebaran kasus pun turun. Jadi jangan kendor disiplin prokes,” tekannya.

Menurut Oki, ada baiknya belajar dari pengalaman tahun sebelumnya. Sesudah liburan panjang, pasti tren kasus corona melonjak.

“Bukan berarti pemerintah tidak pro ekonomi atau pro masyarakat. Bukan berarti kemudian pemerintah seakan mengekang, tidak. Tapi semata-mata untuk mengerem laju penyebaran virus corona,” jelasnya.

Lewat satgas, dia memastikan TNI siap membantu pengawasan di lapangan. “Kami akan melaksanakan operasi gabungan. Tentu dengan persuasif,” tutupnya. (war/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/