alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Ingin Modifikasi Anggrek Bulan Tala

PELAIHARI – Bupati Tanah Laut HM Sukamta meyakini anggrek bulan khas Tala dapat dimodifikasi seperti anggrek khas Papua. Hal tersebut disampaikan saat membuka acara National Borneo Orchid Show (NBOS) ke-13 Tahun 2021 Kabupaten Tala di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Permai, Minggu (21/11).

Sukamta mengatakan modifikasi tersebut dapat memunculkan varietas anggrek baru khas Tala. “Dengan adanya sentuhan teknologi dan modifikasi anggrek bulan maka kita dapat mengembangkan dan mencegah punahnya tanaman khas Tala ini,” tuturnya.

NBOS yang sudah menjadi agenda tahunan diharapkan menumbuhkan rasa cinta dan minat masyarakat untuk membudidayakan anggrek. “Supaya semakin banyak muncul penggiat anggrek khususnya anggrek bulan khas Tala,” harapnya.

Orang nomor satu di Tala itu meminta Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Tala terus berkoordinasi dengan SKPD terkait dan lembaga penelitian tanaman agar pengembangan anggrek lokal khas Tala dapat terealisasi.
NBOS diikuti peserta dari berbagai daerah seperti Magelang, Kediri, Pasuruan, Sulawesi, Palangka Raya, Banjarmasin, Balangan dan Kotabaru. Lomba ini terdiri dari 13 kategori yakni Arrangement, The Best, Open Class, Bulbophyllum, Dendrobium Hybrid, Dendrobium Spesies, Phalaenopsis Hybrid, Phalaenopsis Spesies, Vanda, Catlya, Keladi Hias, Aglonema, dan Landscape.

NBOS dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-56 Kabupaten Tala. Kegiatan ini digelar pada 17-21 November 2021 di RTH Kijang Mas Permai. (prokopim/sal/az/dye)

PELAIHARI – Bupati Tanah Laut HM Sukamta meyakini anggrek bulan khas Tala dapat dimodifikasi seperti anggrek khas Papua. Hal tersebut disampaikan saat membuka acara National Borneo Orchid Show (NBOS) ke-13 Tahun 2021 Kabupaten Tala di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Permai, Minggu (21/11).

Sukamta mengatakan modifikasi tersebut dapat memunculkan varietas anggrek baru khas Tala. “Dengan adanya sentuhan teknologi dan modifikasi anggrek bulan maka kita dapat mengembangkan dan mencegah punahnya tanaman khas Tala ini,” tuturnya.

NBOS yang sudah menjadi agenda tahunan diharapkan menumbuhkan rasa cinta dan minat masyarakat untuk membudidayakan anggrek. “Supaya semakin banyak muncul penggiat anggrek khususnya anggrek bulan khas Tala,” harapnya.

Orang nomor satu di Tala itu meminta Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Tala terus berkoordinasi dengan SKPD terkait dan lembaga penelitian tanaman agar pengembangan anggrek lokal khas Tala dapat terealisasi.
NBOS diikuti peserta dari berbagai daerah seperti Magelang, Kediri, Pasuruan, Sulawesi, Palangka Raya, Banjarmasin, Balangan dan Kotabaru. Lomba ini terdiri dari 13 kategori yakni Arrangement, The Best, Open Class, Bulbophyllum, Dendrobium Hybrid, Dendrobium Spesies, Phalaenopsis Hybrid, Phalaenopsis Spesies, Vanda, Catlya, Keladi Hias, Aglonema, dan Landscape.

NBOS dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-56 Kabupaten Tala. Kegiatan ini digelar pada 17-21 November 2021 di RTH Kijang Mas Permai. (prokopim/sal/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/