alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Dijuluki Monster dari Cemara, Tangkapan Terbesar Tim Animal Rescue BPBD

Ini tangkapan besar yang bakal membuat semua pawang ular level pro bergidik.

– Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

Dibantu warga, Tim Animal Rescue BPBD Banjarmasin mengevakuasi seekor ular sanca kembang di Jalan Cemara Raya, Kamis (18/11) malam.

Petang itu, ponsel anggota tim, M Hanafi berdering. Ia menerima informasi, seekor sanca memasuki permukiman di Kelurahan Sungai Miai.

Informasi tambahan, ular itu sedang melilit seekor kucing.

Hanafi dan rekan-rekannya pun bergegas menuju lokasi. Tapi setiba di sana, ternyata ularnya sudah kabur.

“Kabur karena diburu warga. Meninggalkan kucing yang sudah tewas,” kisah Hanafi kemarin (19/11).

Warga khawatir ular itu bakal kembali. Apalagi, beberapa hari sebelumnya beberapa kucing dan ayam peliharaan di sana mendadak raib. Diduga, ular itulah pelakunya.

Tak ada pilihan, meski hari beranjak malam, perburuan pun dimulai.

Strategi disusun dan jebakan dipasang. Bangkai kucing yang sudah diikat tali diletakkan di lokasi terbuka. Tak lama, ular itu muncul dari kolong salah satu rumah.

“Kami langsung meringkusnya. Setidaknya perlu tenaga tujuh orang untuk menariknya,” serunya.

“Karung dan boks kami bawa dari markas tak ada yang pas. Semuanya kekecilan. Untung ada warga yang punya karung ekstra besar,” lanjutnya.

“Sebenarnya sudah sering mengevakuasi sanca. Tapi yang satu ini memang membuat bergidik,” aku Hanafi.

Di mako BPBD, ular itu ditahan dalam boks besar berkelir oranye. Di dalamnya ada empat ekor sanca kecil.

Di samping anak-anak ular itu ada sebuah karung besar. Ketika ikatannya dibuka, ukurannya memang bukan main.

Panjangnya hampir lima meter. Gemuk, seperti galon air ukuran sedang. “Melihat tubuhnya, sanca ini sepertinya rakus,” komentar Hanafi seraya tergelak.

Ketika bobotnya hendak ditimbang, ia sempat memasang ancang-ancang untuk menyerang. Masih tampak beringas. Hingga lima orang turun tangan untuk membantu.

“Warga dan tim sepakat memberi gelar padanya: Monster Cemara. Karena ditemukan di Jalan Cemara,” timpal Andy Putra, anggota Tim Animal Rescue.

Biasanya, satwa yang dievakuasi akan dilepasliarkan. Apakah perlakuan serupa juga berlaku untuk si monster? Hanafi tampak gamang.

Melihat ukurannya, ia agak ngeri jika sanca itu kembali memasuki permukiman penduduk.

“Kami karantina dulu di sini. Kalau tak dilepaskan, mungkin ditampung di kebun satwa mini di Jalan Jahri Saleh,” tuntasnya. (az/fud)

Ini tangkapan besar yang bakal membuat semua pawang ular level pro bergidik.

– Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

Dibantu warga, Tim Animal Rescue BPBD Banjarmasin mengevakuasi seekor ular sanca kembang di Jalan Cemara Raya, Kamis (18/11) malam.

Petang itu, ponsel anggota tim, M Hanafi berdering. Ia menerima informasi, seekor sanca memasuki permukiman di Kelurahan Sungai Miai.

Informasi tambahan, ular itu sedang melilit seekor kucing.

Hanafi dan rekan-rekannya pun bergegas menuju lokasi. Tapi setiba di sana, ternyata ularnya sudah kabur.

“Kabur karena diburu warga. Meninggalkan kucing yang sudah tewas,” kisah Hanafi kemarin (19/11).

Warga khawatir ular itu bakal kembali. Apalagi, beberapa hari sebelumnya beberapa kucing dan ayam peliharaan di sana mendadak raib. Diduga, ular itulah pelakunya.

Tak ada pilihan, meski hari beranjak malam, perburuan pun dimulai.

Strategi disusun dan jebakan dipasang. Bangkai kucing yang sudah diikat tali diletakkan di lokasi terbuka. Tak lama, ular itu muncul dari kolong salah satu rumah.

“Kami langsung meringkusnya. Setidaknya perlu tenaga tujuh orang untuk menariknya,” serunya.

“Karung dan boks kami bawa dari markas tak ada yang pas. Semuanya kekecilan. Untung ada warga yang punya karung ekstra besar,” lanjutnya.

“Sebenarnya sudah sering mengevakuasi sanca. Tapi yang satu ini memang membuat bergidik,” aku Hanafi.

Di mako BPBD, ular itu ditahan dalam boks besar berkelir oranye. Di dalamnya ada empat ekor sanca kecil.

Di samping anak-anak ular itu ada sebuah karung besar. Ketika ikatannya dibuka, ukurannya memang bukan main.

Panjangnya hampir lima meter. Gemuk, seperti galon air ukuran sedang. “Melihat tubuhnya, sanca ini sepertinya rakus,” komentar Hanafi seraya tergelak.

Ketika bobotnya hendak ditimbang, ia sempat memasang ancang-ancang untuk menyerang. Masih tampak beringas. Hingga lima orang turun tangan untuk membantu.

“Warga dan tim sepakat memberi gelar padanya: Monster Cemara. Karena ditemukan di Jalan Cemara,” timpal Andy Putra, anggota Tim Animal Rescue.

Biasanya, satwa yang dievakuasi akan dilepasliarkan. Apakah perlakuan serupa juga berlaku untuk si monster? Hanafi tampak gamang.

Melihat ukurannya, ia agak ngeri jika sanca itu kembali memasuki permukiman penduduk.

“Kami karantina dulu di sini. Kalau tak dilepaskan, mungkin ditampung di kebun satwa mini di Jalan Jahri Saleh,” tuntasnya. (az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/