alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Kalsel Kedodoran Kejar Target Vaksinasi

BANJARMASIN – Tinggal hitungan pekan, tahun 2021 berakhir. Vaksinasi Covid-19 sampai akhir tahun nanti ditarget harus mencapai 70 persen. Bisakah Kalsel memenuhi target tersebut?

Berbagai upaya percepatan vaksinasi saat ini gencar dilakukan Pemprov Kalsel. Dari pelaksanaan vaksinasi massal yang melibatkan semua elemen. Hingga yang terbaru program vaksinansi bergerak dengan menyasar 13 kabupaten dan kota se Kalsel.

Bahkan, vaksinasi bergerak ini dilakukan selama dua kali. Dipimpin langsung oleh gubernur yang diikuti jajaran pemprov. “Kami tak berdiam diri,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim kemarin.

Meski saat ini capaian vaksinasi di Kalsel belum 50 persen, Muslim menyatakan pihaknya tetap optimis sampai akhir tahun nanti capaiannya bisa 70 persen. “Capaian vaksin pertama baru 44 persen. Tak hanya pemprov yang lebih giat. Kabupaten dan kota juga harus aktif,” cetusnya.

Muslim menyampaikan, capaian tinggi hanya terjadi di beberapa daerah. Seperti Banjarbaru, Banjarmasin dan Tanah Bumbu. Selebihnya masih harus dilakukan percepatan. “Memang ada yang sudah diatas 40 persen. Tapi ini belum cukup besar disaat target kita 70 persen,” ucapnya.

Lalu daerah mana yang masih terbilang rendah? Dia mengungkapkan capaian vaksinasi di Kabupaten Banjar. Dalam datanya, capaian di daerah ini hanya sekitar 23 persen. Boleh dikatakan sangat rendah. “Kabupaten Banjar satu-satunya daerah yang capainnya masih di bawah 30 persen,” bebernya.

Selain komitmen bupati dan wali kota, kesadaran masyarakat adalah yang paling utama. Tak bisa dipungkiri. Tantangan menyadarkan masyarakat arti penting vaksinasi tak hanya di Kalsel. Tapi hampir seluruh daerah. “Kita (pemprov) sudah sangat maksimal, contohnya melalui program vaksinasi bergerak lalu,” imbuhnya.

Muslim mengungkapkan, stok vaksin yang ada saat ini jumlahnya pun terbilang besar. Yakni sekitar 600 ribu dosis. Itu pun tiap pekan kiriman dari Kemenkes akan datang. “Dalam sehari rata-rata 34-44 ribu disuntikkan. Paling rendah sekitar 22 ribu dosis,” sebutnya.

Untuk menacapai target vaksinasi 70 persen, Muslim sangat berharap masyarakat turut mendukung. Tanpa meragukan dampak vaksinasi. “Banyak yang sudah divaksin, dan tak ada masalah. Tercapainya target ini tentu peran besar mayarakat sendiri,” tandasnya. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Tinggal hitungan pekan, tahun 2021 berakhir. Vaksinasi Covid-19 sampai akhir tahun nanti ditarget harus mencapai 70 persen. Bisakah Kalsel memenuhi target tersebut?

Berbagai upaya percepatan vaksinasi saat ini gencar dilakukan Pemprov Kalsel. Dari pelaksanaan vaksinasi massal yang melibatkan semua elemen. Hingga yang terbaru program vaksinansi bergerak dengan menyasar 13 kabupaten dan kota se Kalsel.

Bahkan, vaksinasi bergerak ini dilakukan selama dua kali. Dipimpin langsung oleh gubernur yang diikuti jajaran pemprov. “Kami tak berdiam diri,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim kemarin.

Meski saat ini capaian vaksinasi di Kalsel belum 50 persen, Muslim menyatakan pihaknya tetap optimis sampai akhir tahun nanti capaiannya bisa 70 persen. “Capaian vaksin pertama baru 44 persen. Tak hanya pemprov yang lebih giat. Kabupaten dan kota juga harus aktif,” cetusnya.

Muslim menyampaikan, capaian tinggi hanya terjadi di beberapa daerah. Seperti Banjarbaru, Banjarmasin dan Tanah Bumbu. Selebihnya masih harus dilakukan percepatan. “Memang ada yang sudah diatas 40 persen. Tapi ini belum cukup besar disaat target kita 70 persen,” ucapnya.

Lalu daerah mana yang masih terbilang rendah? Dia mengungkapkan capaian vaksinasi di Kabupaten Banjar. Dalam datanya, capaian di daerah ini hanya sekitar 23 persen. Boleh dikatakan sangat rendah. “Kabupaten Banjar satu-satunya daerah yang capainnya masih di bawah 30 persen,” bebernya.

Selain komitmen bupati dan wali kota, kesadaran masyarakat adalah yang paling utama. Tak bisa dipungkiri. Tantangan menyadarkan masyarakat arti penting vaksinasi tak hanya di Kalsel. Tapi hampir seluruh daerah. “Kita (pemprov) sudah sangat maksimal, contohnya melalui program vaksinasi bergerak lalu,” imbuhnya.

Muslim mengungkapkan, stok vaksin yang ada saat ini jumlahnya pun terbilang besar. Yakni sekitar 600 ribu dosis. Itu pun tiap pekan kiriman dari Kemenkes akan datang. “Dalam sehari rata-rata 34-44 ribu disuntikkan. Paling rendah sekitar 22 ribu dosis,” sebutnya.

Untuk menacapai target vaksinasi 70 persen, Muslim sangat berharap masyarakat turut mendukung. Tanpa meragukan dampak vaksinasi. “Banyak yang sudah divaksin, dan tak ada masalah. Tercapainya target ini tentu peran besar mayarakat sendiri,” tandasnya. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/