alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

PDAM Tala Dibantu Bank Dunia

PELAIHARI – PDAM Tanah Laut (Tala) mendapat bantuan program National Urban Water Supply (NUWSP). Pendanaannya berasal dari Bank Dunia (World Bank) yang dikelola oleh Kementerian PUPR.

Direktur PDAM Tala, Eko Sugiharto bantuan sebesar Rp33 miliar itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Terdiri dari instalasi pengelolaan air bersih, optical power reset, dan jaringan perpipaan khusus di perkotaan (dalam kota). “Ini demi meningkatkan akses pelayanan air bersih khusus masyarakat perkotaan,” ujarnya, Kamis (18/11).

Dengan program bantuan ini, PDAM Tala diharapkan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat, baik dari segi kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Pembangunannya telah berjalan, dan sudah dilakukan pengerjaan di beberapa titik. “Di kantor PDAM ini akan dibuat optical power reset dengan kapasitas 500 kubik. Optical ini nantinya akan membagi air agar tekanan di setiap wilayah tetap sama,” tutur Eko.

Sedangkan pembuatan jaringan perpipaan seperti dikerjakan di depan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tala, termasuk di wilayah Bajuin. “Di Bajuin nanti akan dibangun instalasi pengolahan air dengan kapasitas 20 liter per detik,” jelasnya.

PDAM Tala juga mendapat dukungan dari Pemkab Tala sebesar Rp7,4 miliar. “Anggaran ini ada dua, dari APBN dan APBD,” ungkapnya.

Pengerjaannya akan dilakukan dua tahap atau multi years. “Tahap pertama di 2021 yaitu pembuatan jaringan perpipaan, dan 2022 akan membangun water treatment. Diperkirakan pengerjaan selesai di Juli 2022,” pungkasnya.(sal/by/dye)

PELAIHARI – PDAM Tanah Laut (Tala) mendapat bantuan program National Urban Water Supply (NUWSP). Pendanaannya berasal dari Bank Dunia (World Bank) yang dikelola oleh Kementerian PUPR.

Direktur PDAM Tala, Eko Sugiharto bantuan sebesar Rp33 miliar itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Terdiri dari instalasi pengelolaan air bersih, optical power reset, dan jaringan perpipaan khusus di perkotaan (dalam kota). “Ini demi meningkatkan akses pelayanan air bersih khusus masyarakat perkotaan,” ujarnya, Kamis (18/11).

Dengan program bantuan ini, PDAM Tala diharapkan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat, baik dari segi kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Pembangunannya telah berjalan, dan sudah dilakukan pengerjaan di beberapa titik. “Di kantor PDAM ini akan dibuat optical power reset dengan kapasitas 500 kubik. Optical ini nantinya akan membagi air agar tekanan di setiap wilayah tetap sama,” tutur Eko.

Sedangkan pembuatan jaringan perpipaan seperti dikerjakan di depan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tala, termasuk di wilayah Bajuin. “Di Bajuin nanti akan dibangun instalasi pengolahan air dengan kapasitas 20 liter per detik,” jelasnya.

PDAM Tala juga mendapat dukungan dari Pemkab Tala sebesar Rp7,4 miliar. “Anggaran ini ada dua, dari APBN dan APBD,” ungkapnya.

Pengerjaannya akan dilakukan dua tahap atau multi years. “Tahap pertama di 2021 yaitu pembuatan jaringan perpipaan, dan 2022 akan membangun water treatment. Diperkirakan pengerjaan selesai di Juli 2022,” pungkasnya.(sal/by/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/