alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Relokasi Pipa Terkendala Pelebaran Jalan, Ratusan Pelanggan Harus Bersabar

MARABAHAN – Banyaknya keluhan pelanggan PDAM di Cabang Alalak, mercerminkan rendahnya pelayanan di sana. Hal ini diakui Kepala Cabang PDAM Alalak Sarwiji. Namun demikian, Ia terus mengupayakan pendistribusian air merata ke seluruh pelanggan di sana.

“Pelayanan di Cabang Alalak, saat ini posisinya terendah. Banyak keluhan warga atau pelanggan terkait kelancaran distribusi air,” ujar Sarwiji.

Masih belum lancarnnya debit air di beberapa tempat, sebut Sarwiji, diakibatkan banyaknya pembangunan atau pelebaran jalan di Alalak. Sehingga proses distribusi air terkendala akibat pipa yang masih direlokasi. Pemindahan pipa yang dilakukan oleh PUPR Batola masih belum rampung. Baru mencapai 80 persen. Dan direncanakan baru rampung pada akhir tahun nanti.

Walaupun demikian, Sarwiji mengungkapkan, hasil relokasi pipa yang sudah terkoneksi, berhasil membuat distribusi air menjadi maksimal kepada ribuan pelanggan yang sebelumnya distribusi air tidak maksimal. “Setelah pipa baru yang sudah dikoneksikan bisa digunakan, dari 5.000 pelanggan yang airnya belum mengalir maksimal, kini hanya tersisa sekitar 500 saja. Air sudah mengalir dengan maksimal,” ujarnya.

Sarwiji mengungkapkan, bebera tempat yang masih belum maksimal distribusi air, seperti di Desa Semangat Dalam, masih ada beberapa tempat. Diantaranya, kompleks Mitra Bhakti, Sei Mesi bagian ujung, dan lainnya.

Untuk kelancaran proses distribusi air di sana, pihaknya sudah melakukan pemasangan pipa baru dari Jalan Lingkar Utara menuju Desa Semangat Karya. “Dengan pipa baru ini, akan membuat distribusi air menjadi lancar di kompleks Mitra Bhakti dan sekitarnya,” jelasnya.

Kendala lain, pendistribusian air di wilayah PDAM Cabang Alalak, sebut Sarwiji, juga dikarenakan kekurangan distribusi air. Pipa yang ada di Jalan Lingkar Utara masih kecil. Sehingga walaupun produksi air bisa maksimal, pendistribusian tidak bias maksimal.

“Produksi bisa sampai 200 liter per detik, hanya saja yang bisa dialirkan hanya 170 liter per detik. Bila dipaksakan, pipa bisa pecah,” ujarnya.

Salah seorang pelanggan yang sempat mengalami kendala distribusi air beberapa waktu lalu, Lana mengatakan, saat ini air PDAM di rumahnya sudah lancar dan tidak kotor lagi di Kompleks Persada Permai Baru 2. “Sejak pipa baru dikoneksikan, distribusi air lancer, air tidak lagi kotor lagi,” katanya.(bar)

MARABAHAN – Banyaknya keluhan pelanggan PDAM di Cabang Alalak, mercerminkan rendahnya pelayanan di sana. Hal ini diakui Kepala Cabang PDAM Alalak Sarwiji. Namun demikian, Ia terus mengupayakan pendistribusian air merata ke seluruh pelanggan di sana.

“Pelayanan di Cabang Alalak, saat ini posisinya terendah. Banyak keluhan warga atau pelanggan terkait kelancaran distribusi air,” ujar Sarwiji.

Masih belum lancarnnya debit air di beberapa tempat, sebut Sarwiji, diakibatkan banyaknya pembangunan atau pelebaran jalan di Alalak. Sehingga proses distribusi air terkendala akibat pipa yang masih direlokasi. Pemindahan pipa yang dilakukan oleh PUPR Batola masih belum rampung. Baru mencapai 80 persen. Dan direncanakan baru rampung pada akhir tahun nanti.

Walaupun demikian, Sarwiji mengungkapkan, hasil relokasi pipa yang sudah terkoneksi, berhasil membuat distribusi air menjadi maksimal kepada ribuan pelanggan yang sebelumnya distribusi air tidak maksimal. “Setelah pipa baru yang sudah dikoneksikan bisa digunakan, dari 5.000 pelanggan yang airnya belum mengalir maksimal, kini hanya tersisa sekitar 500 saja. Air sudah mengalir dengan maksimal,” ujarnya.

Sarwiji mengungkapkan, bebera tempat yang masih belum maksimal distribusi air, seperti di Desa Semangat Dalam, masih ada beberapa tempat. Diantaranya, kompleks Mitra Bhakti, Sei Mesi bagian ujung, dan lainnya.

Untuk kelancaran proses distribusi air di sana, pihaknya sudah melakukan pemasangan pipa baru dari Jalan Lingkar Utara menuju Desa Semangat Karya. “Dengan pipa baru ini, akan membuat distribusi air menjadi lancar di kompleks Mitra Bhakti dan sekitarnya,” jelasnya.

Kendala lain, pendistribusian air di wilayah PDAM Cabang Alalak, sebut Sarwiji, juga dikarenakan kekurangan distribusi air. Pipa yang ada di Jalan Lingkar Utara masih kecil. Sehingga walaupun produksi air bisa maksimal, pendistribusian tidak bias maksimal.

“Produksi bisa sampai 200 liter per detik, hanya saja yang bisa dialirkan hanya 170 liter per detik. Bila dipaksakan, pipa bisa pecah,” ujarnya.

Salah seorang pelanggan yang sempat mengalami kendala distribusi air beberapa waktu lalu, Lana mengatakan, saat ini air PDAM di rumahnya sudah lancar dan tidak kotor lagi di Kompleks Persada Permai Baru 2. “Sejak pipa baru dikoneksikan, distribusi air lancer, air tidak lagi kotor lagi,” katanya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/