alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Air Pasang, Warga Mulai Dihantui Banjir

BANJARMASIN – Hujan yang turun di pengujung tahun ini membuat kawasan Banjarmasin mulai digenangi air. Khususnya yang berada dekat dengan aliran Sungai Barito. Tingginya intensitas hujan menambah tingginya genangan dan menambah kekhawatiran warga. Mereka takut banjir seperti di awal tahun tadi kembali terulang.

Warga berhak khawatir. Pasalnya normalisasi sungai yang dilakukan Pemko Banjarmasin lalu dengan membongkar jembatan di muka bangunan yang menghambat arus air–tak terlihat lagi. Hanya pengerukan yang aktif dilaksanakan.

Satgas Sungai lalu yang begitu aktif melakukan pembongkaran saat ini tak terlihat aktifitasnya. Padahal, titik jembatan yang akan dibongkar sudah ditandai.

Kabid Sungai Dinas PUPR Banjarmasin Hizbulwathoni berdalih ada kekeliruan. Jembatan-jembatan yang awalnya dinilai menghambat arus sungai tersebut, ternyata tidak berpengaruh besar. “Ada banyak yang awalnya harus dibongkar. Tapi setelah ditelaah, ternyata dinilai masih tinggi dan berada di atas badan jalan,” ujarnya.

Sejauh ini sudah 20 jembatan yang dibongkar di Jalan A Yani. Semua yang dibongkar adalah yang benar-benar menghambat arus sungai. “Kalau di Jalan Veteran ada 8 seingat saya,” terangnya.

Dia menegaskan, untuk mengantisipasi banjir seperti awal tahun lalu, bukan hanya pembongkaran jembatan yang dilakukan. Namun pengerukan dan pembukaan aliran sungai yang bersinggungan langsung dengan Kabupaten Banjar.

Toni mengungkapkan, saat banjir lalu, aliran air dari daerah tetangga memang tak mengalir optimal. Kondisi dataran Banjarmasin yang flat atau rata, membuat air tergenang dan lambat turun ke Sungai Barito. “Semoga saja kiriman air dari hulu tak seperti lalu, tapi dengan sudah dilakukan penanganan, kami yakin air akan cepat turun ke Sungai Barito,” imbuhnya.

Soal genangan air akhir-akhir ini, dia mengatakan hanya faktor air laut yang pasang. Fenomena ini sebutnya memang terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun. “Pun hanya di wilayah Banjarmasin Barat dan Selatan yang memang berdekatan dengan Sungai Barito,” sebutnya.

Berbeda dengan banjir awal tahun lalu. Di kawasan Banjarmasin Barat, seperti di Jalan Sutoyo S yang saat ini air naik, kala itu tak terpapar banjir. “Ini bedanya. Kalau dulu memang selain air pasang, kiriman dari hulu begitu banyak, akhirnya banjir pun terjadi,” paparnya.

Meski demikian, warga di kawasan yang dekat dengan aliran Sungai Barito harap terus waspada. Pasalnya, diprediksi pihaknya, air pasang sekarang akan terus terjadi hingga awal tahun. “Namun puncaknya kami prediksi Sabtu mendatang,” katanya.

Sementara, Kasi Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin Damayanti mengatakan, untuk mengantisipasi banjir seperti awal tahun lalu, jembatan di Jalan A Yani Banjarmasin yang merupakan akses ke permukiman, bakal dibangun lagi.

Lima jembatan dibangun dengan tinggi yang tak lagi menghambat aliran sungai. “Kalau jembatan bangunan ruko milik swasta, kami tak turut campur. Kami khusus yang akses ke permukiman,” jelasnya kemarin.

Doyo Pudjadi, anggota satgas normalisasi sungai mengaku tengah berobat dan tak bisa memberi keterangan terkait lanjutan pembongkaran jembatan bangunan. “Saya lagi di dokter, mohon maaf belum bisa memberi penjelasan,” ucapnya. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Hujan yang turun di pengujung tahun ini membuat kawasan Banjarmasin mulai digenangi air. Khususnya yang berada dekat dengan aliran Sungai Barito. Tingginya intensitas hujan menambah tingginya genangan dan menambah kekhawatiran warga. Mereka takut banjir seperti di awal tahun tadi kembali terulang.

Warga berhak khawatir. Pasalnya normalisasi sungai yang dilakukan Pemko Banjarmasin lalu dengan membongkar jembatan di muka bangunan yang menghambat arus air–tak terlihat lagi. Hanya pengerukan yang aktif dilaksanakan.

Satgas Sungai lalu yang begitu aktif melakukan pembongkaran saat ini tak terlihat aktifitasnya. Padahal, titik jembatan yang akan dibongkar sudah ditandai.

Kabid Sungai Dinas PUPR Banjarmasin Hizbulwathoni berdalih ada kekeliruan. Jembatan-jembatan yang awalnya dinilai menghambat arus sungai tersebut, ternyata tidak berpengaruh besar. “Ada banyak yang awalnya harus dibongkar. Tapi setelah ditelaah, ternyata dinilai masih tinggi dan berada di atas badan jalan,” ujarnya.

Sejauh ini sudah 20 jembatan yang dibongkar di Jalan A Yani. Semua yang dibongkar adalah yang benar-benar menghambat arus sungai. “Kalau di Jalan Veteran ada 8 seingat saya,” terangnya.

Dia menegaskan, untuk mengantisipasi banjir seperti awal tahun lalu, bukan hanya pembongkaran jembatan yang dilakukan. Namun pengerukan dan pembukaan aliran sungai yang bersinggungan langsung dengan Kabupaten Banjar.

Toni mengungkapkan, saat banjir lalu, aliran air dari daerah tetangga memang tak mengalir optimal. Kondisi dataran Banjarmasin yang flat atau rata, membuat air tergenang dan lambat turun ke Sungai Barito. “Semoga saja kiriman air dari hulu tak seperti lalu, tapi dengan sudah dilakukan penanganan, kami yakin air akan cepat turun ke Sungai Barito,” imbuhnya.

Soal genangan air akhir-akhir ini, dia mengatakan hanya faktor air laut yang pasang. Fenomena ini sebutnya memang terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun. “Pun hanya di wilayah Banjarmasin Barat dan Selatan yang memang berdekatan dengan Sungai Barito,” sebutnya.

Berbeda dengan banjir awal tahun lalu. Di kawasan Banjarmasin Barat, seperti di Jalan Sutoyo S yang saat ini air naik, kala itu tak terpapar banjir. “Ini bedanya. Kalau dulu memang selain air pasang, kiriman dari hulu begitu banyak, akhirnya banjir pun terjadi,” paparnya.

Meski demikian, warga di kawasan yang dekat dengan aliran Sungai Barito harap terus waspada. Pasalnya, diprediksi pihaknya, air pasang sekarang akan terus terjadi hingga awal tahun. “Namun puncaknya kami prediksi Sabtu mendatang,” katanya.

Sementara, Kasi Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin Damayanti mengatakan, untuk mengantisipasi banjir seperti awal tahun lalu, jembatan di Jalan A Yani Banjarmasin yang merupakan akses ke permukiman, bakal dibangun lagi.

Lima jembatan dibangun dengan tinggi yang tak lagi menghambat aliran sungai. “Kalau jembatan bangunan ruko milik swasta, kami tak turut campur. Kami khusus yang akses ke permukiman,” jelasnya kemarin.

Doyo Pudjadi, anggota satgas normalisasi sungai mengaku tengah berobat dan tak bisa memberi keterangan terkait lanjutan pembongkaran jembatan bangunan. “Saya lagi di dokter, mohon maaf belum bisa memberi penjelasan,” ucapnya. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/