alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Desa Ketapang Jadi Kampung Keluarga Berkualitas

BAJUIN – Peresmian Desa Ketapang Kecamatan Bajuin sebagai Kampung Keluarga Berkualitas berlangsung Selasa (9/11) tadi. Ditandai pemotongan pita oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda Tala) Akhmad Hairin bersama Sekretaris Utama Badan Kepen dudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN RI) Tavip Agus Rayanto.

Tavip menjelaskan terjadi perubahan nomenklatur Kampung Keluarga Berencana menjadi Kampung Keluarga Berkualitas. “Selama ini pengelolaan Kampung KB dikira hanya dari BKKBN saja, dan orientasinya hanya soal KB saja. Padahal yang harus dilakukan di situ adalah intervensi dari semua sektor, baik ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan,” ujarnya.

“Perlu sinergi bersama untuk merancang program pembangunan dari tingkat bawah yaitu kampung. Jadi, ini tanggung jawab semua pihak,” tegasnya.

Akhmad Hairin mewakili Bupati Tala HM Sukamta menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tala mendukung penuh program tersebut. Upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah di antaranya kerja sama lintas sektor. Salah satunya dengan Kantor Kementerian Agama Tala yaitu pencegahan pernikahan dini untuk menghindari stunting. “Kalau menikah di bawah umur, kami minta Kantor Kementerian Agama mengedukasi dulu. Kalau bisa ditunda, tunda dulu,” ujarnya.

Pemkab Tala juga sedang mempersiapkan aplikasi untuk memantau perkembangan anak sejak dalam kandungan agar tidak terlahir dalam kondisi kekurangan gizi atau dikenal dengan istilah stunting. “Kawan-kawan Kominfo akan membuat aplikasi. Kalau orang hamil akan terdeteksi. Kalau ada masalah, sudah diketahui,” pungkasnya. (diskominfo/sal/az/dye)

BAJUIN – Peresmian Desa Ketapang Kecamatan Bajuin sebagai Kampung Keluarga Berkualitas berlangsung Selasa (9/11) tadi. Ditandai pemotongan pita oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda Tala) Akhmad Hairin bersama Sekretaris Utama Badan Kepen dudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN RI) Tavip Agus Rayanto.

Tavip menjelaskan terjadi perubahan nomenklatur Kampung Keluarga Berencana menjadi Kampung Keluarga Berkualitas. “Selama ini pengelolaan Kampung KB dikira hanya dari BKKBN saja, dan orientasinya hanya soal KB saja. Padahal yang harus dilakukan di situ adalah intervensi dari semua sektor, baik ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan,” ujarnya.

“Perlu sinergi bersama untuk merancang program pembangunan dari tingkat bawah yaitu kampung. Jadi, ini tanggung jawab semua pihak,” tegasnya.

Akhmad Hairin mewakili Bupati Tala HM Sukamta menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tala mendukung penuh program tersebut. Upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah di antaranya kerja sama lintas sektor. Salah satunya dengan Kantor Kementerian Agama Tala yaitu pencegahan pernikahan dini untuk menghindari stunting. “Kalau menikah di bawah umur, kami minta Kantor Kementerian Agama mengedukasi dulu. Kalau bisa ditunda, tunda dulu,” ujarnya.

Pemkab Tala juga sedang mempersiapkan aplikasi untuk memantau perkembangan anak sejak dalam kandungan agar tidak terlahir dalam kondisi kekurangan gizi atau dikenal dengan istilah stunting. “Kawan-kawan Kominfo akan membuat aplikasi. Kalau orang hamil akan terdeteksi. Kalau ada masalah, sudah diketahui,” pungkasnya. (diskominfo/sal/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/