alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Vaksin Anak Belum Ada Juknisnya

BANJARBARU – Beberapa waktu lalu, Pemerintah pusat khususnya melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac bagi anak berusia 6 sampai 11 tahun.

Kendati demikian Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru masih harus menunggu petunjuk teknisnya.

“Kita sabar saja dulu. Kemenkes RI pasti sudah menyiapkan juknisnya termasuk stok vaksinnya untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini. Kita masih menunggu instruksi pusat,” kata Kepala Dinkes Banjarbaru, Rizana Mirza.

Menurut Rizana, vaksinasi anak ini kemungkinan besar baru dimulai tahun 2022. “Januari atau Februari, tapi itu tergantung Kemenkes.”

Dinkes Banjarbaru sendiri sekarang fokus vaksinasi pada kelompok atau kategori lansia.

Sebab data cakupan vaksinasi lansia baru mencapai 36 persen atau 4.910 orang untuk dosis 1 dan 26,72 persen atau 3.645 orang dengan total target 13.639 orang.

“Vaksinasi lansia ini sangatlah penting, sebab mereka adalah kelompok dengan risiko sangat tinggi. Dari data kita, banyak korban yang meninggal adalah lansia dan sangat dipengaruhi komorbit atau penyakit penyerta,” terangnya.

Untuk menggenjotnya, dalam waktu dekat Dinkes kata Rizana akan menyuntikkan vaksin kepada kurang lebih 500 lansia di Kota Banjarbaru secara serentak. Ini dimaksudkan sebagai upaya memicu kelompok lansia lain untuk mau serta ikut divaksin.

“Rencana tanggal 9 November nanti kita akan menggelar vaksinasi yang target utamanya adalah kelompok lansia. Total ada 500 orang lansia yang bakal disuntik vaksin,” tuntasnya.

Sebagai informasi, vaksinasi di Kota Banjarbaru per tanggal 7 November 2021 sudah mencapai 62 persen dengan target akhir bulan November mencapai 70 persen masyarakat tervaksin. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Beberapa waktu lalu, Pemerintah pusat khususnya melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac bagi anak berusia 6 sampai 11 tahun.

Kendati demikian Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru masih harus menunggu petunjuk teknisnya.

“Kita sabar saja dulu. Kemenkes RI pasti sudah menyiapkan juknisnya termasuk stok vaksinnya untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini. Kita masih menunggu instruksi pusat,” kata Kepala Dinkes Banjarbaru, Rizana Mirza.

Menurut Rizana, vaksinasi anak ini kemungkinan besar baru dimulai tahun 2022. “Januari atau Februari, tapi itu tergantung Kemenkes.”

Dinkes Banjarbaru sendiri sekarang fokus vaksinasi pada kelompok atau kategori lansia.

Sebab data cakupan vaksinasi lansia baru mencapai 36 persen atau 4.910 orang untuk dosis 1 dan 26,72 persen atau 3.645 orang dengan total target 13.639 orang.

“Vaksinasi lansia ini sangatlah penting, sebab mereka adalah kelompok dengan risiko sangat tinggi. Dari data kita, banyak korban yang meninggal adalah lansia dan sangat dipengaruhi komorbit atau penyakit penyerta,” terangnya.

Untuk menggenjotnya, dalam waktu dekat Dinkes kata Rizana akan menyuntikkan vaksin kepada kurang lebih 500 lansia di Kota Banjarbaru secara serentak. Ini dimaksudkan sebagai upaya memicu kelompok lansia lain untuk mau serta ikut divaksin.

“Rencana tanggal 9 November nanti kita akan menggelar vaksinasi yang target utamanya adalah kelompok lansia. Total ada 500 orang lansia yang bakal disuntik vaksin,” tuntasnya.

Sebagai informasi, vaksinasi di Kota Banjarbaru per tanggal 7 November 2021 sudah mencapai 62 persen dengan target akhir bulan November mencapai 70 persen masyarakat tervaksin. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/