alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Banjar-Tala Masih Berstatus Level 3 Karena Minim Vaksinasi

MARTAPURA – Meski relatif tidak mengalami pembatasan yang ketat pada PPKM, Kabupaten Banjar rupanya masih bermasalah dengan capaian vaksinasi. Hingga kemarin, baru 27.99 persen warga yang divaksin di Kabupaten Banjar.

Minimnya vaksinasi ini membuat parameter PPKM bagi Kabupaten Banjar naik. Dari level 2 yang stabil, kini menjadi level 3. Capaian vaksinasi memang menjadi parameter baru dalam PPKM.

Di antara 13 kabupaten/kota di Kalsel, Banjar paling jeblok. Padahal pemerintah setempat padahal cukup rajin melakukan vaksinasi gratis secara massal. Mulai puskesmas, masjid, tempat umum lainnya, Perkantoran pemerintah daerah, halaman Kodim, Polres Banjar, di DPRD Banjar. Bahkan di rumah jabatan bupati Banjar. Antusias warga sangat tinggi dengan daftar tunggu lebih 7 ribu orang. Kendala utama hanya ketersediaan vaksin.

“Jumlah warga kita yang divaksin terbanyak kedua setelah Kota Banjarmasin. Kita sama-sama memiliki penduduk yang banyak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banjar dr Diauddin.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur menegaskan Kabupaten Banjar naik ke level Level 3 walaupun secara tren kasus mulai menurun. Bahkan beberapa hari terakhir tidak ada lagi kasus positif di fasilitas kesehatan. Dirinya terus berusaha mengejar vaksin massal hingga akhir tahun ini.

Jika dihitung-hitung, untuk mengejar 70 persen vaksinasi di akhir tahun, maka Kabupaten Banjar harus menvaksinasi 3.096 setiap hari. Sementara stok vaksin saat ini hanya 7.000 vial, dan sudah terpakai 3688 dosis untuk vaksinasi masal, pelajar dan santri pondok pesantren serta madrasah.

“Target tersebut tentu tidak akan mencukupi, maka dari itu kami akan bersurat ke Kemenkes melalui provinsi minta penambahan vaksin, dan terus berkoordinasi dengan TNI/polri untuk percepatan vaksinasi di Kabupaten Banjar di akhir tahun 2021 nanti akan tercukupi sesuai yang dikatakan Presiden RI Joko Widodo, ” ujarnya.

Daerah lain yang juga memiliki capaian vaksinasi rendah adalah Kabupaten Tanah Laut. Hingga saat ini Tala belum melewat 40 persen untuk dosis pertama. Seperti Kabupaten Banjar, mereka juga distatusi level tiga PPKM.

Kepala Dinas Kesehatan Tala Nina Sandra mengatakan rendahnya capaian vaksinasi karena vaksin masih dalam proses pengiriman.”Vaksin yang dikirim minggu lalu sebanyak 29 ribu jenis Pfizer,” ucapnya.

Sahid warga Tala yang hendak melakukan vaksinasi mengatakan, saat sangat mudah untuk mendapatkan vaksinasi covid-19. Karena banyak tempat-tempat atau gerai vaksinasi, seperti di Polres atau Polsek dan sentra vaksinasi di Eks RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. (mam/sal/yn/ran)

MARTAPURA – Meski relatif tidak mengalami pembatasan yang ketat pada PPKM, Kabupaten Banjar rupanya masih bermasalah dengan capaian vaksinasi. Hingga kemarin, baru 27.99 persen warga yang divaksin di Kabupaten Banjar.

Minimnya vaksinasi ini membuat parameter PPKM bagi Kabupaten Banjar naik. Dari level 2 yang stabil, kini menjadi level 3. Capaian vaksinasi memang menjadi parameter baru dalam PPKM.

Di antara 13 kabupaten/kota di Kalsel, Banjar paling jeblok. Padahal pemerintah setempat padahal cukup rajin melakukan vaksinasi gratis secara massal. Mulai puskesmas, masjid, tempat umum lainnya, Perkantoran pemerintah daerah, halaman Kodim, Polres Banjar, di DPRD Banjar. Bahkan di rumah jabatan bupati Banjar. Antusias warga sangat tinggi dengan daftar tunggu lebih 7 ribu orang. Kendala utama hanya ketersediaan vaksin.

“Jumlah warga kita yang divaksin terbanyak kedua setelah Kota Banjarmasin. Kita sama-sama memiliki penduduk yang banyak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banjar dr Diauddin.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur menegaskan Kabupaten Banjar naik ke level Level 3 walaupun secara tren kasus mulai menurun. Bahkan beberapa hari terakhir tidak ada lagi kasus positif di fasilitas kesehatan. Dirinya terus berusaha mengejar vaksin massal hingga akhir tahun ini.

Jika dihitung-hitung, untuk mengejar 70 persen vaksinasi di akhir tahun, maka Kabupaten Banjar harus menvaksinasi 3.096 setiap hari. Sementara stok vaksin saat ini hanya 7.000 vial, dan sudah terpakai 3688 dosis untuk vaksinasi masal, pelajar dan santri pondok pesantren serta madrasah.

“Target tersebut tentu tidak akan mencukupi, maka dari itu kami akan bersurat ke Kemenkes melalui provinsi minta penambahan vaksin, dan terus berkoordinasi dengan TNI/polri untuk percepatan vaksinasi di Kabupaten Banjar di akhir tahun 2021 nanti akan tercukupi sesuai yang dikatakan Presiden RI Joko Widodo, ” ujarnya.

Daerah lain yang juga memiliki capaian vaksinasi rendah adalah Kabupaten Tanah Laut. Hingga saat ini Tala belum melewat 40 persen untuk dosis pertama. Seperti Kabupaten Banjar, mereka juga distatusi level tiga PPKM.

Kepala Dinas Kesehatan Tala Nina Sandra mengatakan rendahnya capaian vaksinasi karena vaksin masih dalam proses pengiriman.”Vaksin yang dikirim minggu lalu sebanyak 29 ribu jenis Pfizer,” ucapnya.

Sahid warga Tala yang hendak melakukan vaksinasi mengatakan, saat sangat mudah untuk mendapatkan vaksinasi covid-19. Karena banyak tempat-tempat atau gerai vaksinasi, seperti di Polres atau Polsek dan sentra vaksinasi di Eks RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. (mam/sal/yn/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/