alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Resmikan Alat Perekam Data Transaksi

PELAIHARI – Bupati Tanah Laut (Tala) HM Sukamta meresmikan penggunaan alat perekam data transaksi pembayaran pajak secara online untuk perhotelan dan restoran di Tala. Pemberlakuan kebijakan diresmikan secara simbolis oleh Bupati Tala dengan menyerahkan alat perekam data transaksi kepada pengelola restoran Rumah Makan (RM) Lisa, Jl Parit Mas Pelaihari, Senin (1/11).

Sukamta optimis pendapatan pajak daerah akan bertambah sesuai peraturan yang berlaku. “Mulai 1 November ini, kita berlakukan penggunaan alat perekam data transaksi pembayaran pajak secara online,” ucapnya.

Menurutnya, pemberlakuan alat ini akan semakin mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.

“Sebelumnya kan self assessment (hitung manual, Red) kalau mau bayar pajak. Dengan alat ini justru membantu dan mempermudah pelaku usaha untuk melakukan penyetoran pajak daerah. Ada transparansi antara wajib pajak dengan pemerintah daerah. Masyarakat juga bisa tahu berapa kewajiban nominal pajak yang harus dibayar,” tambahnya.

Orang nomor satu di Tala ini berharap alat tersebut dapat diterapkan pada bidang-bidang usaha lain yang memiliki potensi pajak daerah besar. “Masih banyak potensi pajak yang bisa kita kumpulkan seperti parkir, karcis pasar, dan usaha-usaha besar lainnya di Tala. Segera kita upayakan bidang usaha lainnya juga menerapkan alat ini,” tuturnya.

Sukamta menjamin tidak ada pelaku usaha yang dirugikan dengan pemberlakuan alat tersebut. “Yang bayar pajak kan sebenarnya konsumen. Pelaku usaha justru membantu pemerintah dalam pemungutan pajak. Jadi tidak ada kerugian bagi pelaku usaha. Inilah gotong royong kita bersama dalam membangun daerah melalui pajak yang kita kumpulkan,” tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Tala, Arkani berharap kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tala melakukan inventarisir objek-objek wajib pajak selain restoran, perhotelan, air bawah tanah, parkir, alat ukur, dan lain sebagainya. “Terpenting adalah regulasi yang mengatur, apakah itu perbub dan sebagainya dari pemerintah daerah. Supaya pelaksanaannya benar-benar tertib,” pintanya.

Kepala Bapenda Tala, Surya Arifani menjelaskan pemasangan alat perekam data transaksi dilakukan di 10 titik lokasi. Sinar Hotel Pelaihari, RM Lisa, RM Wong Solo, dan tujuh restoran Rocket Chicken yang tersebar di Tala. “Ke depannya dengan bantuan Bank Kalsel akan terus dilakukan penambahan alat,” ucapnya.

Turut berhadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Tala Dahnial Kifli, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tala Suharyo, serta dari Bank Kalsel dan Bimasakti Alterra selaku penyedia jasa layanan sistem aplikasi terintegrasi.(sal/az/dye)

PELAIHARI – Bupati Tanah Laut (Tala) HM Sukamta meresmikan penggunaan alat perekam data transaksi pembayaran pajak secara online untuk perhotelan dan restoran di Tala. Pemberlakuan kebijakan diresmikan secara simbolis oleh Bupati Tala dengan menyerahkan alat perekam data transaksi kepada pengelola restoran Rumah Makan (RM) Lisa, Jl Parit Mas Pelaihari, Senin (1/11).

Sukamta optimis pendapatan pajak daerah akan bertambah sesuai peraturan yang berlaku. “Mulai 1 November ini, kita berlakukan penggunaan alat perekam data transaksi pembayaran pajak secara online,” ucapnya.

Menurutnya, pemberlakuan alat ini akan semakin mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.

“Sebelumnya kan self assessment (hitung manual, Red) kalau mau bayar pajak. Dengan alat ini justru membantu dan mempermudah pelaku usaha untuk melakukan penyetoran pajak daerah. Ada transparansi antara wajib pajak dengan pemerintah daerah. Masyarakat juga bisa tahu berapa kewajiban nominal pajak yang harus dibayar,” tambahnya.

Orang nomor satu di Tala ini berharap alat tersebut dapat diterapkan pada bidang-bidang usaha lain yang memiliki potensi pajak daerah besar. “Masih banyak potensi pajak yang bisa kita kumpulkan seperti parkir, karcis pasar, dan usaha-usaha besar lainnya di Tala. Segera kita upayakan bidang usaha lainnya juga menerapkan alat ini,” tuturnya.

Sukamta menjamin tidak ada pelaku usaha yang dirugikan dengan pemberlakuan alat tersebut. “Yang bayar pajak kan sebenarnya konsumen. Pelaku usaha justru membantu pemerintah dalam pemungutan pajak. Jadi tidak ada kerugian bagi pelaku usaha. Inilah gotong royong kita bersama dalam membangun daerah melalui pajak yang kita kumpulkan,” tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Tala, Arkani berharap kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tala melakukan inventarisir objek-objek wajib pajak selain restoran, perhotelan, air bawah tanah, parkir, alat ukur, dan lain sebagainya. “Terpenting adalah regulasi yang mengatur, apakah itu perbub dan sebagainya dari pemerintah daerah. Supaya pelaksanaannya benar-benar tertib,” pintanya.

Kepala Bapenda Tala, Surya Arifani menjelaskan pemasangan alat perekam data transaksi dilakukan di 10 titik lokasi. Sinar Hotel Pelaihari, RM Lisa, RM Wong Solo, dan tujuh restoran Rocket Chicken yang tersebar di Tala. “Ke depannya dengan bantuan Bank Kalsel akan terus dilakukan penambahan alat,” ucapnya.

Turut berhadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Tala Dahnial Kifli, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tala Suharyo, serta dari Bank Kalsel dan Bimasakti Alterra selaku penyedia jasa layanan sistem aplikasi terintegrasi.(sal/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/