alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

PUPR Bantah Programnya Merusak Jalan

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin memberikan klarifikasi atas pengerukan sungai yang berakibat pada kerusakan Jalan Ahmad Yani.

Kepala Bidang Sungai PUPR, Hizbul Wathony menepis tuduhan warganet bahwa penggunaan ekskavator merusak permukaan aspal.

“Kalau ada aspal yang rusak, pekerja proyek normalisasi sungai siap berbenah,” ujarnya kemarin (25/10).

Thony melanjutkan, sudah diletakkan bantalan di roda elastis alat berat. Bahkan sejak awal pengerjaan.

“Saat viral, sebelum dikritik warganet, sebenarnya kami sudah melapisi roda ekskavator. Hanya memang lapisannya tidak terlalu banyak. Hingga akhirnya kami tambah dengan papan,” jelasnya.

“Kami pun sudah menyusuri trek yang dilalui ekskavator, tak tampak adanya kerusakan aspal jalan,” klaimnya.

“Ekskavator juga tidak pernah naik ke trotoar. Makanya diparkir di pinggir jalan,” tambahnya.

Dia juga membantah kritik bahwa program normalisasi sungai itu lebih banyak liburnya. “Kami bekerja pada malam hari. Di atas jam 10 hingga dini hari. Karena tak memungkinkan bila di siang hari,” tekannya.

Lebih teknis lagi, dijelaskannya, kontrak pengerukan bukan diukur dari panjang sungai. Melainkan berapa kubik lumpur atau endapan sungai yang dikeruk.

“Di saluran terbuka Ahmad Yani, khususnya arah keluar kota, volume yang diambil sebesar 1.700 meter kubik. Kontraknya, senilai Rp199 juta. Tak termasuk pembangunan ulang jembatan,” jelasnya.

“Sudah diangkut sebanyak 1.500 meter kubik. Dalam semalam ada puluhan truk bolak-balik mengangkutnya,” tambahnya.

Disinggung mengenai mengapa hanya arah keluar kota yang dikeruk, Thony mengatakan, berkaca dari peristiwa banjir awal tahun tadi, kawasan itulah yang cukup lama terendam.

“Sementara di arah keluar kota dulu. Pengerjaannya berbarengan dengan pengerukan Sungai Veteran. Di Jalan Veteran, lumpur yang dikeruk ditargetkan 1.800 meter kubik. Anggarannya Rp196 juta,”sebutnya.

Perlu diketahui, untuk normalisasi sungai ini, sejumlah jembatan yang konstruksinya terlalu rendah hingga mengganggu arus sungai juga dibongkar.

Yakni jembatan untuk akses Jalan Pandu, akses SD Muhammadiyah 9, Gang Permata, Gang TVRI, dan Gang Andin Rama. Semuanya berada di Jalan Ahmad Yani.

Diwartakan sebelumnya, kritik warganet itu sempat dijawab Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Ia mengakui telah terjadi kesalahan teknis di lapangan. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin memberikan klarifikasi atas pengerukan sungai yang berakibat pada kerusakan Jalan Ahmad Yani.

Kepala Bidang Sungai PUPR, Hizbul Wathony menepis tuduhan warganet bahwa penggunaan ekskavator merusak permukaan aspal.

“Kalau ada aspal yang rusak, pekerja proyek normalisasi sungai siap berbenah,” ujarnya kemarin (25/10).

Thony melanjutkan, sudah diletakkan bantalan di roda elastis alat berat. Bahkan sejak awal pengerjaan.

“Saat viral, sebelum dikritik warganet, sebenarnya kami sudah melapisi roda ekskavator. Hanya memang lapisannya tidak terlalu banyak. Hingga akhirnya kami tambah dengan papan,” jelasnya.

“Kami pun sudah menyusuri trek yang dilalui ekskavator, tak tampak adanya kerusakan aspal jalan,” klaimnya.

“Ekskavator juga tidak pernah naik ke trotoar. Makanya diparkir di pinggir jalan,” tambahnya.

Dia juga membantah kritik bahwa program normalisasi sungai itu lebih banyak liburnya. “Kami bekerja pada malam hari. Di atas jam 10 hingga dini hari. Karena tak memungkinkan bila di siang hari,” tekannya.

Lebih teknis lagi, dijelaskannya, kontrak pengerukan bukan diukur dari panjang sungai. Melainkan berapa kubik lumpur atau endapan sungai yang dikeruk.

“Di saluran terbuka Ahmad Yani, khususnya arah keluar kota, volume yang diambil sebesar 1.700 meter kubik. Kontraknya, senilai Rp199 juta. Tak termasuk pembangunan ulang jembatan,” jelasnya.

“Sudah diangkut sebanyak 1.500 meter kubik. Dalam semalam ada puluhan truk bolak-balik mengangkutnya,” tambahnya.

Disinggung mengenai mengapa hanya arah keluar kota yang dikeruk, Thony mengatakan, berkaca dari peristiwa banjir awal tahun tadi, kawasan itulah yang cukup lama terendam.

“Sementara di arah keluar kota dulu. Pengerjaannya berbarengan dengan pengerukan Sungai Veteran. Di Jalan Veteran, lumpur yang dikeruk ditargetkan 1.800 meter kubik. Anggarannya Rp196 juta,”sebutnya.

Perlu diketahui, untuk normalisasi sungai ini, sejumlah jembatan yang konstruksinya terlalu rendah hingga mengganggu arus sungai juga dibongkar.

Yakni jembatan untuk akses Jalan Pandu, akses SD Muhammadiyah 9, Gang Permata, Gang TVRI, dan Gang Andin Rama. Semuanya berada di Jalan Ahmad Yani.

Diwartakan sebelumnya, kritik warganet itu sempat dijawab Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Ia mengakui telah terjadi kesalahan teknis di lapangan. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/