alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Janda Cantik Bunuh Diri, Semasa Hidup Sering Mendengar Ini

BATULICIN – Usai salat Subuh, Salasiah mengetuk pintu kamar anaknya, Kurniawati. Tapi, pintu kamar janda muda beranak satu itu tertutup rapat.

Dipanggil berulang tidak ada sahutan. Salasiah mengintip dari lubang kunci. Di dalam kamar pemandangan mengerikan terlihat: Kurniawati tergantung di leher oleh tali berwarna biru.

Salasiah menjerit. Sekeluarga di rumah beralamat Komplek Cipta Kampung Baru, Pagatan, sontak memburu. Polisi dikabari.

“Polisi datang sekitar pukul 06.09. Korban sudah tak bernyawa,” kata Kapolres Tanah Bumbu AKBP Sutanto H Saragih melalui Kasi Humas AKP Ibrahim Made, Senin (25/10) siang.

Korban dimakamkan hari ini juga. Keluarga menolak autopsi.

Kata Made, yang mendengar penuturan ibu korban. Janda kelahiran 19 Februari 1997 itu sudah pernah dirawat di Samban Lihum empat tahun silam. Dirawat selama beberapa bulan.

Setahun silam dia menikah. Dikaruniai seorang anak. Ketika suaminya meningalkannya, kelainan jiwanya sering kumat. Juni tadi dia diperksa psikiater di RS Sari Mulya Banjarmasin. Diberi obat penenang yang haru dimakan rutin.

“Kalau lupa minum obat. Dia kambuh. Tetangganya juga bilang begitu,” jelas Made.

Potensi bunuh diri sudah lama terlihat. Kata Made, korban pernah cerita ke ibunya. Telah mendengar dua bisikan. Satu bisikan memintanya bunuh diri. Satu bisikan meminta sebaliknya.

Malang, janda bertato di lengan atas itu rupanya telah mengambil keputusan dini hari tadi. (zal)

BATULICIN – Usai salat Subuh, Salasiah mengetuk pintu kamar anaknya, Kurniawati. Tapi, pintu kamar janda muda beranak satu itu tertutup rapat.

Dipanggil berulang tidak ada sahutan. Salasiah mengintip dari lubang kunci. Di dalam kamar pemandangan mengerikan terlihat: Kurniawati tergantung di leher oleh tali berwarna biru.

Salasiah menjerit. Sekeluarga di rumah beralamat Komplek Cipta Kampung Baru, Pagatan, sontak memburu. Polisi dikabari.

“Polisi datang sekitar pukul 06.09. Korban sudah tak bernyawa,” kata Kapolres Tanah Bumbu AKBP Sutanto H Saragih melalui Kasi Humas AKP Ibrahim Made, Senin (25/10) siang.

Korban dimakamkan hari ini juga. Keluarga menolak autopsi.

Kata Made, yang mendengar penuturan ibu korban. Janda kelahiran 19 Februari 1997 itu sudah pernah dirawat di Samban Lihum empat tahun silam. Dirawat selama beberapa bulan.

Setahun silam dia menikah. Dikaruniai seorang anak. Ketika suaminya meningalkannya, kelainan jiwanya sering kumat. Juni tadi dia diperksa psikiater di RS Sari Mulya Banjarmasin. Diberi obat penenang yang haru dimakan rutin.

“Kalau lupa minum obat. Dia kambuh. Tetangganya juga bilang begitu,” jelas Made.

Potensi bunuh diri sudah lama terlihat. Kata Made, korban pernah cerita ke ibunya. Telah mendengar dua bisikan. Satu bisikan memintanya bunuh diri. Satu bisikan meminta sebaliknya.

Malang, janda bertato di lengan atas itu rupanya telah mengambil keputusan dini hari tadi. (zal)

Most Read

Artikel Terbaru

/