alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Awas, Kasus DBD di Banjarmasin Mulai Meningkat

BANJARMASIN – Belum bebas dari pandemi COVID-19, warga Kota Banjarmasin diminta mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, sudah memasuki musim hujan. Inilah masa puncak berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti.

Kepala Seksi Keperawatan Rawat Inap di RSUD Sultan Suriansyah, Ahdiat Shobari membeberkan, sudah terjadi peningkatan kasus DBD.

Bila semula di tahun 2020 lalu hanya ada 20 kasus yang dirawat di rumah sakit pemko tersebut, tahun ini, sejak Januari hingga Oktober saja sudah 26 kasus.

“Rinciannya, 11 pasien dewasa dan 15 pasien anak-anak. Dan empat pasien di antaranya meninggal dunia,” jelasnya, (21/10). Tapi yang masih dirawat sekarang tersisa satu pasien. “Kondisinya sudah mulai membaik,” sebutnya. Lebih jauh, Ahdiat meminta masyarakat agar benar-benar memperhatikan prinsip 3M plus.

Ia juga menyarankan warga menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan guna mencegah kemunculan jentik-jentik.

Kalau perlu, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk di tempat penampungan air atau menanam tanaman pengusir nyamuk di teras.

“Jangan lupa, hindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk,” ucapnya.

“Penting pula untuk memperhatikan selalu kebersihan lingkungan. Agar nyamuk pembawa penyakit ini bisa ditanggulangi. DBD juga tak kalah berbahaya dengan corona jika tidak dicegah,” tutupnya. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Belum bebas dari pandemi COVID-19, warga Kota Banjarmasin diminta mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, sudah memasuki musim hujan. Inilah masa puncak berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti.

Kepala Seksi Keperawatan Rawat Inap di RSUD Sultan Suriansyah, Ahdiat Shobari membeberkan, sudah terjadi peningkatan kasus DBD.

Bila semula di tahun 2020 lalu hanya ada 20 kasus yang dirawat di rumah sakit pemko tersebut, tahun ini, sejak Januari hingga Oktober saja sudah 26 kasus.

“Rinciannya, 11 pasien dewasa dan 15 pasien anak-anak. Dan empat pasien di antaranya meninggal dunia,” jelasnya, (21/10). Tapi yang masih dirawat sekarang tersisa satu pasien. “Kondisinya sudah mulai membaik,” sebutnya. Lebih jauh, Ahdiat meminta masyarakat agar benar-benar memperhatikan prinsip 3M plus.

Ia juga menyarankan warga menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan guna mencegah kemunculan jentik-jentik.

Kalau perlu, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk di tempat penampungan air atau menanam tanaman pengusir nyamuk di teras.

“Jangan lupa, hindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk,” ucapnya.

“Penting pula untuk memperhatikan selalu kebersihan lingkungan. Agar nyamuk pembawa penyakit ini bisa ditanggulangi. DBD juga tak kalah berbahaya dengan corona jika tidak dicegah,” tutupnya. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/