alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Waspada, Akhir Tahun Intensitas Hujan di Kalsel Meninggi

KANDANGAN – Intensitas hujan yang lebat Selasa (19/10) tadi sempat mengakibatkan debit air Sungai Amandit naik. Kenaikan air mengakibatkan tergenangnya halaman rumah warga di beberapa Kecamatan di Hulu Sungai Selatan. 
 
Kepala BPBD HSS  Syamsudin mengatakan halaman rumah warga yang tergenang terjadi di Kecamatan Padang Batung, Angkinang dan Kandangan. “Beberapa jam saja tergenang,” ujarnya, Rabu (20/10).

Syamsudin mengatakan jika debit air bendungan Amandit mencapai 175 centimeter maka itu berarti siaga. Sedangkan apabila sampai 200 centimeter  berpotensi banjir di sekitar kawasan bantaran sungai dan dataran rendah.

“Kalau banjir yang terjadi di awal tahun lalu di Kabupaten HSS, debit airnya mencapai 230 centimeter. Jadi kalau debit air diatas 200 centimeter baru berpotensi banjir,” tuturnya.

Banjir di Kabupaten HSS hanya terjadi apabila Sungai Tanuhi, Malinau dan Loksado  secara bersamaan meluap karena intensitas hujannya tinggi.“Jika tidak bersamaan, tidak berpotensi banjir. Hanya calap saja,” sebutnya.

Meski demikian, saat ini Kabupaten HSS sudah menetapkan status siaga banjir dari 1 Oktober sampai 31 Desember mendatang.\ 

Dari data BPBD Kabupaten HSS, daerah rawan banjir kategori tinggi yaitu Kecamatan Daha Utara, Kecamatan Daha Selatan, Kecamatan Daha Barat dan Kecamatan Kalumpang. Kemudian daerah rawan banjir bandang yaitu Kecamatan Loskado dan Padang Batung. Sedangkan  daerah rawan longsor yaitu Kecamatan Loskado, Padang Batung dan Telaga Langsat.

Sementara itu, sebagian besar wilayah Kalsel kini memasuki musim hujan. Kondisi ini tentu perlu diwaspadai, karena Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan akan meninggi pada akhir tahun.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto mengatakan, peluang curah hujan pada Oktober 2021 ini sebenarnya mengalami penurunan dibanding September 2021. Namun, mulai meningkat pada bulan November, Desember hingga Februari 2022.

Dia mengungkapkan, kondisi umum prakiraan curah hujan di Kalsel pada Oktober 2021 diperkirakan didominasi kriteria menengah (150-200 mm). Kemudian, November 2021 didominasi kriteria menengah (200 – 300 mm), dan Desember 2021 didominasi kriteria tinggi (300-400) mm.

Terkait wilayah yang sudah memasuki musim hujan, Goeroeh menyebut, hingga kini sudah ada tujuh daerah yang memasuki musim hujan. Yakni, Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Tabalong.

Sedangkan wilayah yang belum memasuki musim hujan, Hulu Sungai Utara, Balangan bagian Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin dan Banjar bagian Utara.

Sementara itu, terkait cuaca di Kalsel terkini, Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Rimelda Yuni Hasteti menjelaskan, pada beberapa hari ke depan umumnya diprakirakan berawan hingga berpotensi hujan berintensitas ringan.

Namun kata dia, masyarakat diminta tetap waspada terhadap adanya potensi hujan disertai petir/kilat berdurasi singkat pada siang dan sore hari di sejumlah daerah.

Rizqi menyampaikan, untuk hari ini (20/10) ada potensi hujan disertai petir/kilat berdurasi singkat pada siang dan sore hari di Tabalong dan sekitarnya. “Kalau secara umum, prakiraan hujan untuk tiga hari ke depan berintensitas ringan hingga sedang,” ucapnya.

Menurutnya, cuaca Kalsel saat ini masih cenderung berawan hingga hujan ringan karena terdapat sirkulasi tertutup (eddy) di utara Kalsel. Serta, adanya labilitas lokal yang kuat, dan didukung oleh faktor-faktor global yang signifikan berkontribusi terhadap pertumbuhan awan-awan konvektif.

Di sisi lain, tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel bersiaga.

“Saat ini petugas kami tetap siaga sepanjang hari di Posko Induk BPBD Kalsel. Apabila ada apa-apa, maka segera meluncur,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kalsel, Abriansyah Alam.

Terkait kondisi saat ini, dia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir banjir terjadi di Tabalong. Namun, debit airnya sudah mulai menurun.

Disampaikan Abri, walaupun banjir mulai turun, namun BPBD provinsi beserta  BPBD kabupaten/kota selalu mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman bencana banjir. “Mengingat cuaca saat ini, cenderung hujan turun dengan durasi yang cukup lama,” pungkasnya. (shn/ris/by/ran)

KANDANGAN – Intensitas hujan yang lebat Selasa (19/10) tadi sempat mengakibatkan debit air Sungai Amandit naik. Kenaikan air mengakibatkan tergenangnya halaman rumah warga di beberapa Kecamatan di Hulu Sungai Selatan. 
 
Kepala BPBD HSS  Syamsudin mengatakan halaman rumah warga yang tergenang terjadi di Kecamatan Padang Batung, Angkinang dan Kandangan. “Beberapa jam saja tergenang,” ujarnya, Rabu (20/10).

Syamsudin mengatakan jika debit air bendungan Amandit mencapai 175 centimeter maka itu berarti siaga. Sedangkan apabila sampai 200 centimeter  berpotensi banjir di sekitar kawasan bantaran sungai dan dataran rendah.

“Kalau banjir yang terjadi di awal tahun lalu di Kabupaten HSS, debit airnya mencapai 230 centimeter. Jadi kalau debit air diatas 200 centimeter baru berpotensi banjir,” tuturnya.

Banjir di Kabupaten HSS hanya terjadi apabila Sungai Tanuhi, Malinau dan Loksado  secara bersamaan meluap karena intensitas hujannya tinggi.“Jika tidak bersamaan, tidak berpotensi banjir. Hanya calap saja,” sebutnya.

Meski demikian, saat ini Kabupaten HSS sudah menetapkan status siaga banjir dari 1 Oktober sampai 31 Desember mendatang.\ 

Dari data BPBD Kabupaten HSS, daerah rawan banjir kategori tinggi yaitu Kecamatan Daha Utara, Kecamatan Daha Selatan, Kecamatan Daha Barat dan Kecamatan Kalumpang. Kemudian daerah rawan banjir bandang yaitu Kecamatan Loskado dan Padang Batung. Sedangkan  daerah rawan longsor yaitu Kecamatan Loskado, Padang Batung dan Telaga Langsat.

Sementara itu, sebagian besar wilayah Kalsel kini memasuki musim hujan. Kondisi ini tentu perlu diwaspadai, karena Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan akan meninggi pada akhir tahun.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto mengatakan, peluang curah hujan pada Oktober 2021 ini sebenarnya mengalami penurunan dibanding September 2021. Namun, mulai meningkat pada bulan November, Desember hingga Februari 2022.

Dia mengungkapkan, kondisi umum prakiraan curah hujan di Kalsel pada Oktober 2021 diperkirakan didominasi kriteria menengah (150-200 mm). Kemudian, November 2021 didominasi kriteria menengah (200 – 300 mm), dan Desember 2021 didominasi kriteria tinggi (300-400) mm.

Terkait wilayah yang sudah memasuki musim hujan, Goeroeh menyebut, hingga kini sudah ada tujuh daerah yang memasuki musim hujan. Yakni, Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Tabalong.

Sedangkan wilayah yang belum memasuki musim hujan, Hulu Sungai Utara, Balangan bagian Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin dan Banjar bagian Utara.

Sementara itu, terkait cuaca di Kalsel terkini, Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Rimelda Yuni Hasteti menjelaskan, pada beberapa hari ke depan umumnya diprakirakan berawan hingga berpotensi hujan berintensitas ringan.

Namun kata dia, masyarakat diminta tetap waspada terhadap adanya potensi hujan disertai petir/kilat berdurasi singkat pada siang dan sore hari di sejumlah daerah.

Rizqi menyampaikan, untuk hari ini (20/10) ada potensi hujan disertai petir/kilat berdurasi singkat pada siang dan sore hari di Tabalong dan sekitarnya. “Kalau secara umum, prakiraan hujan untuk tiga hari ke depan berintensitas ringan hingga sedang,” ucapnya.

Menurutnya, cuaca Kalsel saat ini masih cenderung berawan hingga hujan ringan karena terdapat sirkulasi tertutup (eddy) di utara Kalsel. Serta, adanya labilitas lokal yang kuat, dan didukung oleh faktor-faktor global yang signifikan berkontribusi terhadap pertumbuhan awan-awan konvektif.

Di sisi lain, tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel bersiaga.

“Saat ini petugas kami tetap siaga sepanjang hari di Posko Induk BPBD Kalsel. Apabila ada apa-apa, maka segera meluncur,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kalsel, Abriansyah Alam.

Terkait kondisi saat ini, dia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir banjir terjadi di Tabalong. Namun, debit airnya sudah mulai menurun.

Disampaikan Abri, walaupun banjir mulai turun, namun BPBD provinsi beserta  BPBD kabupaten/kota selalu mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman bencana banjir. “Mengingat cuaca saat ini, cenderung hujan turun dengan durasi yang cukup lama,” pungkasnya. (shn/ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/