alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Minta Libatkan EO Lokal dalam Peresmian Jembatan “Basit” Alalak

BANJARMASIN – Dua hari lagi, Jembatan Sungai Alalak bakal diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Pemerintah daerah pun telah sibuk melakukan persiapan.

Namun, persiapan itu belakangan menuai tanya. Sebab, beredar kabar jika acara tersebut malah menggunakan jasa event organizer (EO) dari luar Kalsel. Padahal, EO lokal dianggap tidak kalah hebat serta mumpuni untuk menangani kegiatan berskala nasional.

“Ada kekecewaan, wajar lah. Kalau ada yang mampu menangani dari sumber daya lokal, mengapa harus EO luar,” tutur Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, setelah menerima keluhan dari EO lokal, kemarin (19/10).

Sebelumnya, beberapa kali Presiden Jokowi bertandang ke Kalsel, selalu menggunakan EO local. Namun sayangnya, kali ini tidak. Maka, tidak salah jika hal itu dikeluhkan pelaku industri EO di Banua. Padahal, jika menggunakan EO lokal, sama halnya membantu geliat perekonomian daerah yang merosot lantaran dihantam pandemi Covid-19.

“Anehnya, kenapa dalam peresmian Jembatan Sungai Alalak, jembatan kebanggaan baru warga Banua ini, malah EO lokal tak dimaksimalkan,” kata politikus muda PDIP ini.

Semestinya, kalaupun memakai EO luar, tetap melibatkan EO lokal, sehingga tetap selaras dengan keinginan Presiden RI Jokowi yang ingin meningkatkan sektor industri kreatif di tanah air.

“Jika tidak, ini kan tak sesuai dengan semangat Presiden RI untuk meningkatkan industri kreatif lokal,” ujarnya.

Ia memahami, pembangunan jembatan tersebut memang program dan proyek pusat. Termasuk anggarannya. Namun, mestinya juga harus melibatkan peran serta daerah. “Sehingga kesan sentralitas-nya menjadi hilang,” tegasnya. (gmp)

BANJARMASIN – Dua hari lagi, Jembatan Sungai Alalak bakal diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Pemerintah daerah pun telah sibuk melakukan persiapan.

Namun, persiapan itu belakangan menuai tanya. Sebab, beredar kabar jika acara tersebut malah menggunakan jasa event organizer (EO) dari luar Kalsel. Padahal, EO lokal dianggap tidak kalah hebat serta mumpuni untuk menangani kegiatan berskala nasional.

“Ada kekecewaan, wajar lah. Kalau ada yang mampu menangani dari sumber daya lokal, mengapa harus EO luar,” tutur Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, setelah menerima keluhan dari EO lokal, kemarin (19/10).

Sebelumnya, beberapa kali Presiden Jokowi bertandang ke Kalsel, selalu menggunakan EO local. Namun sayangnya, kali ini tidak. Maka, tidak salah jika hal itu dikeluhkan pelaku industri EO di Banua. Padahal, jika menggunakan EO lokal, sama halnya membantu geliat perekonomian daerah yang merosot lantaran dihantam pandemi Covid-19.

“Anehnya, kenapa dalam peresmian Jembatan Sungai Alalak, jembatan kebanggaan baru warga Banua ini, malah EO lokal tak dimaksimalkan,” kata politikus muda PDIP ini.

Semestinya, kalaupun memakai EO luar, tetap melibatkan EO lokal, sehingga tetap selaras dengan keinginan Presiden RI Jokowi yang ingin meningkatkan sektor industri kreatif di tanah air.

“Jika tidak, ini kan tak sesuai dengan semangat Presiden RI untuk meningkatkan industri kreatif lokal,” ujarnya.

Ia memahami, pembangunan jembatan tersebut memang program dan proyek pusat. Termasuk anggarannya. Namun, mestinya juga harus melibatkan peran serta daerah. “Sehingga kesan sentralitas-nya menjadi hilang,” tegasnya. (gmp)

Most Read

Artikel Terbaru

/