alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Awas Keramba Hanyut !, Sampah Kayu Sumbat Teluk Buluh

AMUNTAI – Hujan di hulu Sungai Balangan menyebabkan sampah baik plastik dan kayu larut ke hilir. Itu menjadi masalah ketika hinggap di RT 02, Desa Sungai Teluk Buluh, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (19/10) kemarin. Tumpukan sampah dalam jumlah besar ini mengganggu keramba ikan warga dan akses sungai di desa tersebut.

Batang kelapa, ranting, dan sampah plastik itu tersangkut dan merusak jembatan penyeberangan darurat warga. Padahal di lokasi tersebut juga tengah berlangsung pengerjaan proyek jembatan agar mempermudah akses roda empat. “Saat ini tim akan diterjunkan ke lokasi. Rencananya tim kami juga melibatkan masyarakat desa untuk membersihkan sampah larut tersebut,” kata Kepala BPBD HSU, Sugeng Riyadi pada Radar Banjarmasin lewat sambungan telepon.

Menurut Sugeng, sampah ini sudah menjadi masalah klasik. Sampah ini berasal dari hulu sungai dan larut ke wilayahnya. “Hampir tiap tahun, ketika musim hujan awal setelah kemarau panjang fenomena ini kerap terjadi,” ungkapnya.

Koordinator relawan Kota Amuntai, Bunda menyampaikan sudah banyak raba (sampah, Red) yang sangkut di jembatan darurat. “Kami koordinasikan dengan para relawan lewat grup WhatsApp dan radio bagi relawan yang ingin bergotong royong. Silakan datang ke lokasi untuk ikut membersihkan,” sampainya.(mar/az/dye)

AMUNTAI – Hujan di hulu Sungai Balangan menyebabkan sampah baik plastik dan kayu larut ke hilir. Itu menjadi masalah ketika hinggap di RT 02, Desa Sungai Teluk Buluh, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (19/10) kemarin. Tumpukan sampah dalam jumlah besar ini mengganggu keramba ikan warga dan akses sungai di desa tersebut.

Batang kelapa, ranting, dan sampah plastik itu tersangkut dan merusak jembatan penyeberangan darurat warga. Padahal di lokasi tersebut juga tengah berlangsung pengerjaan proyek jembatan agar mempermudah akses roda empat. “Saat ini tim akan diterjunkan ke lokasi. Rencananya tim kami juga melibatkan masyarakat desa untuk membersihkan sampah larut tersebut,” kata Kepala BPBD HSU, Sugeng Riyadi pada Radar Banjarmasin lewat sambungan telepon.

Menurut Sugeng, sampah ini sudah menjadi masalah klasik. Sampah ini berasal dari hulu sungai dan larut ke wilayahnya. “Hampir tiap tahun, ketika musim hujan awal setelah kemarau panjang fenomena ini kerap terjadi,” ungkapnya.

Koordinator relawan Kota Amuntai, Bunda menyampaikan sudah banyak raba (sampah, Red) yang sangkut di jembatan darurat. “Kami koordinasikan dengan para relawan lewat grup WhatsApp dan radio bagi relawan yang ingin bergotong royong. Silakan datang ke lokasi untuk ikut membersihkan,” sampainya.(mar/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/