alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Pandemi Melandai, Festival Budaya Terapung Bisa Terlaksana

Pandemi yang melandai membuat sektor pariwisata akhirnya bergeliat lagi. Festival Wisata Budaya Pasar Terapung yang gagal digelar Agustus lalu, rencananya bakal diagendakan 22-24 Oktober mendatang di Sungai Martapura Banjarmasin.

—-

Tak hanya menampilkan budaya sungai, even ini bakal menyajikan berbagai lomba hiburan rakyat. Meski tak termasuk dalam agenda even nasional, namun dalam beberapa kali pelaksanaan, pihak Kementerian Pariwisata selalu berhadir.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin mengatakan pihaknya sudah siap melaksanakan even ini, terlebih status PPKM di Banjarmasin sudah turun.  “Even ini sangat kami harapkan terlaksana. Sudah dua tahun tak terlaksana even sebesar ini,” ujarnya kemarin.

Dia menegaskan,  pelaksanaanya akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti membatasai pengunjung yang datang dan menyiapkan sarana protokol kesehatannya. “Kalau even ini bisa terlaksana, diharapkan akan menjadi kebangkitan wisata Kalsel,” yakinnya.

Pihaknya juga dalam bulan ini akan menghelat promosi wisata daerah. Yakni mengundang 35 pelaku usaha pariwisata yang ada di Indonesia untuk dibawa ke berbagai tempat wisata unggulan di Kalsel.

“Dengan mengundang para pelaku usaha ini, kami harap mereka akan membawa wisatawan ke Kalsel yang sekaligus mempromosikan wisata unggulan di Kalsel,” cetusnya.

Sementara itu, sesuai prediksi Satgas Covid-19 Kalsel Banjarmasin akhirnya tak lagi berstatus PPKM level 4.  Koordinator Penanganan Covid-19 Indonesia luar Jawa dan Bali Airlangga Hartarto menyampaikannya dalam evaluasi PPKM Mingguan kemarin.

Bahkan, Banjarmasin tak juga masuk di level 3.  Airlangga mengatakan daerah yang berstatus level 3 hanya Kaltara. Itu artinya status PPKM level 4 Banjarmasin, langsung melompat turun ke level 2. “PPKM level 3 hanya satu di Kaltara,” sebut Airlangga.

Meski begitu, dia menegaskan evaluasi tiap dua pekan akan tetap diberlakukan seperti sebelumnya. PPKM berlevel di seluruh kabupaten/kota akan ditetapkan ulang berdasarkan hasil evaluasi dari sejumlah indikator penilaian.

Indikator tersebut mencakup jumlah kasus positif Covid-19, kasus kematian, kasus kesembuhan, tingkat testing dan tracing, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit, hingga capaian vaksinasi di wilayah masing-masing tersebut.

Soal indikator terakhir yang masih menjadi keraguan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim mengatakan  indikator vaksinasi, khususnya untuk lansia, persentasenya masih rendah di Banjarmasin. “Kalau cakupan, Banjarmasin terbilang tinggi. Masuk 10 besar tertinggi nasional,” sebut Muslim.

Sementara kasus Covid-19 di Kalsel terus mengalami penurunan signifikan. Kemarin, penambahan kasus baru hanya sebanyak 2 orang, yang berasal dari Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, masing-masing 1 orang. “Banjarmasin tak ada laporan penambahan kasus baru, apalagi kasus kematian. Semoga ritme ini terus berjalan,” tandasnya.  (mof/by/ran)

Pandemi yang melandai membuat sektor pariwisata akhirnya bergeliat lagi. Festival Wisata Budaya Pasar Terapung yang gagal digelar Agustus lalu, rencananya bakal diagendakan 22-24 Oktober mendatang di Sungai Martapura Banjarmasin.

—-

Tak hanya menampilkan budaya sungai, even ini bakal menyajikan berbagai lomba hiburan rakyat. Meski tak termasuk dalam agenda even nasional, namun dalam beberapa kali pelaksanaan, pihak Kementerian Pariwisata selalu berhadir.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin mengatakan pihaknya sudah siap melaksanakan even ini, terlebih status PPKM di Banjarmasin sudah turun.  “Even ini sangat kami harapkan terlaksana. Sudah dua tahun tak terlaksana even sebesar ini,” ujarnya kemarin.

Dia menegaskan,  pelaksanaanya akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti membatasai pengunjung yang datang dan menyiapkan sarana protokol kesehatannya. “Kalau even ini bisa terlaksana, diharapkan akan menjadi kebangkitan wisata Kalsel,” yakinnya.

Pihaknya juga dalam bulan ini akan menghelat promosi wisata daerah. Yakni mengundang 35 pelaku usaha pariwisata yang ada di Indonesia untuk dibawa ke berbagai tempat wisata unggulan di Kalsel.

“Dengan mengundang para pelaku usaha ini, kami harap mereka akan membawa wisatawan ke Kalsel yang sekaligus mempromosikan wisata unggulan di Kalsel,” cetusnya.

Sementara itu, sesuai prediksi Satgas Covid-19 Kalsel Banjarmasin akhirnya tak lagi berstatus PPKM level 4.  Koordinator Penanganan Covid-19 Indonesia luar Jawa dan Bali Airlangga Hartarto menyampaikannya dalam evaluasi PPKM Mingguan kemarin.

Bahkan, Banjarmasin tak juga masuk di level 3.  Airlangga mengatakan daerah yang berstatus level 3 hanya Kaltara. Itu artinya status PPKM level 4 Banjarmasin, langsung melompat turun ke level 2. “PPKM level 3 hanya satu di Kaltara,” sebut Airlangga.

Meski begitu, dia menegaskan evaluasi tiap dua pekan akan tetap diberlakukan seperti sebelumnya. PPKM berlevel di seluruh kabupaten/kota akan ditetapkan ulang berdasarkan hasil evaluasi dari sejumlah indikator penilaian.

Indikator tersebut mencakup jumlah kasus positif Covid-19, kasus kematian, kasus kesembuhan, tingkat testing dan tracing, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit, hingga capaian vaksinasi di wilayah masing-masing tersebut.

Soal indikator terakhir yang masih menjadi keraguan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim mengatakan  indikator vaksinasi, khususnya untuk lansia, persentasenya masih rendah di Banjarmasin. “Kalau cakupan, Banjarmasin terbilang tinggi. Masuk 10 besar tertinggi nasional,” sebut Muslim.

Sementara kasus Covid-19 di Kalsel terus mengalami penurunan signifikan. Kemarin, penambahan kasus baru hanya sebanyak 2 orang, yang berasal dari Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, masing-masing 1 orang. “Banjarmasin tak ada laporan penambahan kasus baru, apalagi kasus kematian. Semoga ritme ini terus berjalan,” tandasnya.  (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/